Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS CATU DAYA SISTEM TRANSFORMATOR PEMAKAIAN SENDIRI PADA SST DAN UST Alief Maulana
Jurnal Teknik Vol 4, No 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jt.v4i1.366

Abstract

Kebutuhan manusia akan energi listrik semakin hari semakin besar, karena energi listrik adalah energi yang paling dibutuhkan untuk mempermudah segala aktivitas manusia. Indonesia adalah negara yang sedang berkembang, dan perm intaan masyarakat akan kebutuhan listrik semakin meningkat. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)  menggunakan sumber daya alam batubara sebagai bahan bakar. Perubahan energi yang terjadi secara kimia dengan proses pembakaran, lalu hasil dari proses pembakaran tersebut berupa uap panas (energi thermal) kemudian dari uap tersebut diubah lagi menjadi energi mekanis dan terakhir diubah lagi menjadi energi listrik. Sistem catu daya pemakaian sendiri pada PLTU digunakan khusus untuk memenuhi kebutuhan beban pemakaian sendiri dalam siklus PLTU. PLTU yang menjadi objek penelitian adalah PLTU Suralaya unit 1-4 yang memiliki transformator pemakaian sendiri yaitu unit SST (Station Service Transformator) yang digunakan saat menyalakan unit pembangkit untuk pertamakalinya (start up) dan masing-masing unit mempunyai UST (Unit Service Transformer) untuk mensuplai kebutuhan daya pemakian sendiri yang umumnya berupa beban-beban medium voltage 6 kV serta beban low voltage 380 V. Pentingnya peranan transformator pemakaian sendiri sebagai sumber catu daya pemakaian sendiri untuk menjaga keandalan bagi unit pembangkit. Kata kunci : Catu Daya, PLTU, Transformator, SST, UST
Sistem Penghitung Jumlah Penumpang Bus Way Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Didik Aribowo; Desmira Desmira; Alief Maulana
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.552 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i1.887

Abstract

Pemberitaan di media elektronik, khususnya di media televisi bahwa seringnya terjadi kecelakaan transportasi umum khususnya di jalur bus way. Sebagai salah satu pengguna jasa transportasi merasa turut prihatin dan tergugah untuk membantu mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman bagi kehidupan dengan menciptakan perangkat mikrokontroler. Perangkat mikrokontroler pada sistem ini menggunakan beberapa sensor, diantaranya sensor infra merah, yang telah berkembang pesat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada perkembangannya, sensor infra merah diaplikasikan dalam berbagai bidang antara lain industri, rumah tangga, kesehatan dan bidang transportasi umum. Sensor infra merah mempunyai banyak kelebihan diantaranya kestabilan yang tinggi, sensitifitas terhadap arah yang tinggi, relatif sederhana dan biaya operasi yang lebih murah dibanding sensor lainnya. Dengan kelebihan tersebut berimbas pada sektor  keamanan dan kenyamanan pengguna jasa tranportasi bus. Demikian juga bagi para pelaku usaha dalam bidang transportasi, standar kelayakan armada transportasi dan ketahanan jalan akan tercapai. Dengan kapasitas jumlah penumpang yang dapat terkontrol, maka diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan