Pantjar Simatupang
Pusat Penelitian Agro Ekonomi, Bogor Jl. Jend Ahmad Yani No.70 Bogor

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Oil and Fat Processing Industries Employment and Income Linkages in Indonesia Pantjar Simatupang; nFN Markos
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n2.1988.43-56

Abstract

IndonesianMinyak sawit dan kopra merupakan dua komoditas hasil perkebunan yang penting di Indonesia. Minyak sawit terutama dihasilkan oleh perkebunan besar, sedangkan kopra dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Kedua komoditas ini dapat diekspor secara langsung atau dipakai sebagai bahan baku industri minyak dan lemak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan industri pengolahan minyak dan lemak akan sangat berguna untuk mendorong ekspor, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Industri tersebut memungkinkan terjadinya substitusi ekspor dari komoditas primer ke komoditas sekunder (olahan). Substitusi impor ini sangat penting untuk menstabilkan dan meningkatkan harga ekspor. Disamping itu pengembangan industri pengolahan dalam negeri bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor (pasar dunia). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa industri minyak dan lemak bersifat padat modal. Ia mempunyai daya serap tenaga kerja yang kecil namun menghasilkan nilai tambah yang besar. Sebagian besar tenaga kerja dan nilai tambah yang dibangkitkannya adalah melalui kaitan dengan industri lainnya, khususnya kaitan kebelakang.EnglishPalm oil and copra are two important estate produces in Indonesia. Palm oil is primarily produced by the large plantations, whereas copra is primarily produced by the small-holders. The two commodities may be exported or used for raw material of the fat and oil industries. This study shows that developing the fat and oil industry is very important for increasing import, income and labor absorption. The industry enables export substitution process, from primary commodities to secondary (processed) commodities. Developing this processing industry reduces dependence on the world market. This study also shows that the oil and fat industry is capital intensive. It as a rather small employment creation but large income generation. Most of the employment and income are generated indirectly through its linkage with other industries, especially backward linkage.
Analisa Permintaan Waktu Luang Keluarga Petani PIR-Karet NES I Talang Jaya Sumatera Selatan Pantjar Simatupang; Mewa Ariani
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.83-93

Abstract

EnglishAccording to economic theory, the ultimate objective of consumers is to maximize their utility. The utility is obtained from consumption of goods and leisure. Labor supply then is merely a mean to get income which later will be used to buy goods. Hence, family labor supply should be analyzed with the utility maximizing framework. This study analyzes family labor supply of rubber nuclear estate participants using Stone-Geary utility function. The analysis is emphasized on the roles of the family characteristics. This study shows that labor supply is determined by family income, age of the head of the family, total number of family member, and number of family member under 5 years.IndonesianAnalisa curahan tenaga kerja dapat dilakukan dengan menganalisa permintaan waktu luang keluarga. Secara teoritis yang berguna langsung bagi seseorang adalah waktu luang dan barang yang dikonsumsi. Pencurahan tenaga kerja hanyalah untuk memperoleh pendapatan yang selanjutnya dipergunakan untuk membeli barang-barang konsumsi. Tujuan penelitian ini untuk melihat perilaku permintaan waktu luang keluarga petani PIR, yang analisisnya dititik-beratkan pada peranan karakteristik keluarga berdasarkan teori perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah fungsi kepuasan Stone-Geary. Hasil analisis menunjukkan bahwa seseorang yang berpendapatan tinggi, cenderung menggunakan waktu luang besar (curahan tenaga kerja rendah). Curahan tenaga kerja juga dipengaruhi oleh umur kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan jumlah anak berumur dibawah lima tahun. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk merangsang petani muda lebih giat bekerja adalah dengan meningkatkan ketrampilan berusahatani melalui pendidikan umum dan penyuluhan usahatani.
Analisa Permintaan Waktu Luang Keluarga Petani PIR-Karet NES I Talang Jaya Sumatera Selatan Pantjar Simatupang; Mewa Ariani
Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v6n1-2.1987.83-93

Abstract

EnglishAccording to economic theory, the ultimate objective of consumers is to maximize their utility. The utility is obtained from consumption of goods and leisure. Labor supply then is merely a mean to get income which later will be used to buy goods. Hence, family labor supply should be analyzed with the utility maximizing framework. This study analyzes family labor supply of rubber nuclear estate participants using Stone-Geary utility function. The analysis is emphasized on the roles of the family characteristics. This study shows that labor supply is determined by family income, age of the head of the family, total number of family member, and number of family member under 5 years.IndonesianAnalisa curahan tenaga kerja dapat dilakukan dengan menganalisa permintaan waktu luang keluarga. Secara teoritis yang berguna langsung bagi seseorang adalah waktu luang dan barang yang dikonsumsi. Pencurahan tenaga kerja hanyalah untuk memperoleh pendapatan yang selanjutnya dipergunakan untuk membeli barang-barang konsumsi. Tujuan penelitian ini untuk melihat perilaku permintaan waktu luang keluarga petani PIR, yang analisisnya dititik-beratkan pada peranan karakteristik keluarga berdasarkan teori perilaku konsumen. Metode yang digunakan adalah fungsi kepuasan Stone-Geary. Hasil analisis menunjukkan bahwa seseorang yang berpendapatan tinggi, cenderung menggunakan waktu luang besar (curahan tenaga kerja rendah). Curahan tenaga kerja juga dipengaruhi oleh umur kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan jumlah anak berumur dibawah lima tahun. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk merangsang petani muda lebih giat bekerja adalah dengan meningkatkan ketrampilan berusahatani melalui pendidikan umum dan penyuluhan usahatani.
Integrasi Pasar dan Keterkaitan Harga Karet Indonesia dengan Singapura Pantjar Simatupang; Jefferson Situmorang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n2.1988.12-29

Abstract

EnglishIncreasing non-oil export earning is one of Indonesia economic development priority. Its traditional non-oil export commodities are agricultural products. One of the major agricultural commodities is rubber. For this, improvement international market is very crucial. The efficient international market is also important in increasing the rubber farmers income. This paper analyzes the Jakarta-Singapore rubber and their price interrelationships. The analysis is conducted using a system of vektor autoregresion price equations. This analytical tool is considered better than the convensional market integration analytical tools, such as correlations and simple regression. Therefore the analytical method used in this study is recommended. for other market integration researchers. This paper shows that the Jakarta and Singapore rubber markets are strongly integrated. That is, none of the market strong enough to take the price leader position. In other words, the two market are competitive. The price adjustment process in Singapore is, however, faster than in Jakarta. The Singapore market is more efficient. The price adjustment process is asymmetry. The marketing margin trends increasing if the price increases and decreasing if the price falls. This makes the price portion received by the rubber farmers from price increase lower than the portion received by exporters. Therefore, the government should increase competitions among the exporters, for example through further trade deregulation and increasing the number of exporters. The price information dissamination process should also be improved by increasing working efficiency and effectivity of the Market Information Board.IndonesianPeningkatan nilai ekspor non migas merupakan salah satu prioritas pembangunan ekonomi Indonesia dewasa ini. Ekspor non-migas tradisional utama Indonesia adalah ekspor hasil-hasil pertanian. Salah satu komoditas ekspor pertanian utama Indonesia adalah karet. Dalam usaha peningkatan ekspor karet tersebut dapat ditempuh dengan memperbaiki sistem pemasaran ekspor. Sistem pemasaran eksppr tersebut juga berpengaruh penting terhadap tingkat harga yang diterima oleh petani karet. Salah satu tujuan tulisan ini adalah membahas integrasi pasar dan mekanisme rambatan harga karet Jakarta dan Singapore. Metode analisis yang digunakan adalah sistem persamaan autoregion yang dipandang lebih baik dari metode korelasi dan regresi sederhana yang umum digunakan di Indonesia. Dengan demikian, metode autoregresi seperti yang ditempuh dalam tulisan ini dianjurkan untuk dipakai meneliti lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa karet Jakarta dan Singapore terintegrasi kuat. Harga dibentuk bersama-sama. Tidak ada salah satu pasar yang begitu kuat dan mampu bertindak sebagai pembikin harga. Namun penguasaan harga di pasar Singapura lebih kuat daripada di pasar Jakarta. Pasar Singapura lebih efisien. Penyesuaian harga diantara kedua pasar tidak sebangun. Marjin pemasaran cenderung meningkat pada waktu harga naik dan menurun pada waktu harga turun. Hal ini menyebabkan bagian harga yang diterima petani lebih kecil dari yang diterima eksportir dari kenaikan harga. Pemerintah haruslah meningkatkan persaingan diantara eksportir melalui deregulasi, memperbanyak eksportir. Sistem informasi pasar perlu pula ditingkatkan dengan lebih mengefektifkan Lembaga Informasi Pasar.
The Oil and Fat Processing Industries Employment and Income Linkages in Indonesia Pantjar Simatupang; nFN Markos
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n2.1988.43-56

Abstract

IndonesianMinyak sawit dan kopra merupakan dua komoditas hasil perkebunan yang penting di Indonesia. Minyak sawit terutama dihasilkan oleh perkebunan besar, sedangkan kopra dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Kedua komoditas ini dapat diekspor secara langsung atau dipakai sebagai bahan baku industri minyak dan lemak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan industri pengolahan minyak dan lemak akan sangat berguna untuk mendorong ekspor, pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Industri tersebut memungkinkan terjadinya substitusi ekspor dari komoditas primer ke komoditas sekunder (olahan). Substitusi impor ini sangat penting untuk menstabilkan dan meningkatkan harga ekspor. Disamping itu pengembangan industri pengolahan dalam negeri bermanfaat untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor (pasar dunia). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa industri minyak dan lemak bersifat padat modal. Ia mempunyai daya serap tenaga kerja yang kecil namun menghasilkan nilai tambah yang besar. Sebagian besar tenaga kerja dan nilai tambah yang dibangkitkannya adalah melalui kaitan dengan industri lainnya, khususnya kaitan kebelakang.EnglishPalm oil and copra are two important estate produces in Indonesia. Palm oil is primarily produced by the large plantations, whereas copra is primarily produced by the small-holders. The two commodities may be exported or used for raw material of the fat and oil industries. This study shows that developing the fat and oil industry is very important for increasing import, income and labor absorption. The industry enables export substitution process, from primary commodities to secondary (processed) commodities. Developing this processing industry reduces dependence on the world market. This study also shows that the oil and fat industry is capital intensive. It as a rather small employment creation but large income generation. Most of the employment and income are generated indirectly through its linkage with other industries, especially backward linkage.