Hiperlipidemia terjadi karena adanya abnormalitas lemak plasma seperto peningkatan kadar trigliserida, kolesterol,dan LDL serta dapat berupa penurunan jumlah HDL. Hiperlipidemia berperan dalam penyakit jantung koroner (PJK). Meninjau dari tahun 2013, prevalensi PJK di Indonesia sebesar 0,5% dari populasi penduduk dan menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian, sebesar 26% dari total jumlah kematian. Maka dari itu perlu dilakukan pencarian berbagai alternatif pengobatan yang bisa membantu pasien hiperlipidemia, salah satunya dengan pengobatan herbal. Pengujian aktivitas antihiperlipidemia dilakukan pada berbagai macam tanaman herbal. Hasil yang diperoleh adalah terdapat 12 jenis ekstrak tanaman yang berpotensi memiliki aktivitas antihiperlipidemia.