Wihatmoko Waskitoaji
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LIGNIN TERHADAP STABILITAS TERMAL BIOKOMPOSIT POLIASAM LAKTAT / LIGNIN Muhammad Ghozali; Yan Irawan; Wihatmoko Waskitoaji
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n1.2017.46-52

Abstract

Biomassa merupakan sumber daya alam terbarukan yang ketersediaanya sangat melimpah di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai polimer biodegradabel terbarukan. Poliasam laktat atau polylactic acid (PLA) dan lignin merupakan material polimer biodegradabel yang secara ekonomi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan lignin terhadap stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin. Pembuatan biokomposit PLA/Lignin dilakukan dengan cara mencampurkan PLA dengan lignin dalam rheomix dengan suhu 200ºC, kecepatan pengadukan 70 rpm selama 30 menit. Komposisi lignin yang ditambahkan adalah 5, 10, 15 dan 20 phr. Analisis menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dilakukan untuk menentukan gugus fungsi biokomposit PLA/Lignin. Stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin dipelajari menggunakan Termogravimetric Analysis (TGA). Hasil analisa stabilitas termal menunjukkan degradasi termal utama biokomposit PLA/Lignin pada berbagai komposisi terjadi pada rentang suhu 230-360°C. Penambahan lignin ke dalam biokomposit PLA/Lignin akan meningkatkan massa tersisa sehingga dapat meningkatkan stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin tersebut. Meningkatnya massa yang tersisa ini disebabkan oleh struktur kimia lignin, yang menunjukkan kurang berkontribusi terhadap kemampuan terbakar material yang disebabkan karena tingginya kemampuan menjadi arang dan rendahnya pelepasan panas ketika dibakar, sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai flame retardant untuk berbagai aplikasi.