Rozali Jauhari Alfanani
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERPEN ANAK “LAPTOP SI CALON PENULIS” SEBAGAI REFERENSI MENGHADAPI PERSAINGAN DI ERA DIGITAL Rozali Jauhari Alfanani
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2018): Juni
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.061 KB) | DOI: 10.47269/gb.v4i1.48

Abstract

The flow of globalization is considered capable of transforming the human person into a different direction. This personal change of human concerns the pattern of upbringing and lifestyle taught by parents. There is also the role of character education implemented in the school environment. Parenting patterns can be defined as patterns of interaction between children and parents, involves the fulfillment of physical needs (such as eating, drinking, etc.) and non-physical needs (such as attention, empathy, compassion, etc.). Parenting patterns play an important role in shaping the character of children as a sense of their responsibility to realize the personal child self-reliant, creative, and innovative. Changes in lifestyle that originally human as social beings that need each other transformed into an individualist attitude that does not need other people. Parenting and lifestyle changes affect a person’s life changes. Therefore, character education should be developed through a comprehensive and integrated approach. The effectiveness of character education does not always have to add to its own program, but it can be through the transformation of culture and life in school environment. The method used in this approach is text analysis based on the values of character education so that it can be known elements that can realize an independent, creative, and innovative person through the literary text of the child. It is expected to prepare the mentality of children in the face of global competition in the digital age. AbstrakArus globalisasi dianggap mampu mengubah pribadi manusia ke arah yang berbeda. Perubahan pribadi manusia ini menyangkut pola asuh maupun gaya hidup yang diajarkan orang tua. Hal lainnya yaitu peran pendidikan karakter yang ditanamkan di lingkungan sekolah. Pola asuh orang tua dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orang tua, yang menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum, dan lain-lain) dan kebutuhan non-fisik (seperti perhatian, empati, kasih sayang, dan sebagainya). Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk karakter anak sebagai rasa tanggung jawab mereka untuk mewujudkan pribadi anak yang mandiri, kreatif, dan inovatif. Perubahan gaya hidup yang semula manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan berubah menjadi bersikap individualis yang tidak membutuhkan orang lain. Pola asuh dan perubahan gaya hidup mempengaruhi perubahan hidup seseorang. Oleh sebab itu, pendidikan karakter sebaiknya dikembangkan melalui pendekatan terpadu dan menyeluruh. Efektivitas pendidikan karakter tidak selalu harus dengan menambah program tersendiri, tetapi bisa melalui transformasi budaya dan kehidupan di lingkungan sekolah. Adapun metode yang digunakan dalam pendekatan ini adalah analisis teks berdasarkan nilai-nilai pendidikan karakter sehingga dapat diketahui unsur yang dapat mewujudkan pribadi yang mandiri, kreatif, dan inovatif melaluai teks sastra anak. Hal ini diharapkan dapat menyiapkan mentalitas anak dalam menghadapi persaingan global di era digital.
Representasi Sufistik Suku Sasak dalam Novel Sanggarguri Karya Lalu Agus Fathurrahman pada Era Digital Rozali Jauhari Alfanani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 1 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i1.581

Abstract

The Sasak people are known to have various noble values and norms that are still maintained today. One of these values is the sufistic concept which has become a guide for the ancestors of the Sasak tribe on the island of Lombok. The purpose of this study is to explore various things related to sufistic values possessed by the Sasak tribe and depicted in one of the novels written by the original Sasak author, Lalu Agus Fathurrahman. The excavation of sufistic values in the novel is carried out using interview techniques and literature studies. The result showed that the sufistic values of the Sasak tribe in Sanggarguri were realized through the symbolization of 10 types of flowers found on the island of Lombok. The flowers describe the level of characteristics and traits of the Sasak people so that they can be used as guidelines in living life from time to time.AbstrakMasyarakat suku Sasak dikenal memiliki berbagai nilai dan norma luhur yang masih dipertahankan hingga saat ini, salah satunya konsep sufistik sebagai pedoman bagi leluhur Suku Sasak di Pulau Lombok. Tujuan penelitian ini yaitu menggali berbagai hal terkait nilai sufistik yang dimiliki oleh Suku Sasak dan tergambar dalam salah satu novel yang ditulis oleh pengarang asli Sasak, Lalu Agus Fathurrahman. Penggalian nilai sufistik dalam novel tersebut dilakukan menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, penelitian ini menghasilkan bahwa dalam novel Sanggarguri terwujud nilai-nilai sufistik suku Sasak melalui simbolisasi sepuluh jenis kembang yang terdapat di Pulau Lombok yang menggambarkan tingkat karakteristik dan sifat masyarakat Suku Sasak sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan dari masa ke masa.