Derri Ris Riana
Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KRISIS LINGKUNGAN DI KALIMANTAN DALAM KARYA PUISI KALIMANTAN RINDUKU YANG ABADI Derri Ris Riana
GENTA BAHTERA: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Kantor Bahasa Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47269/gb.v6i2.120

Abstract

Abstrak: Persoalan krisis lingkungan di Kalimantan menarik minat pesyair untuk menyuarakannya. Kalimantan Rinduku yang Abadi menyoroti persoalan krisis lingkungan di Kalimantan. Masalah penelitian adalah apa saja wujud krisis lingkungan dan peran modernisasi dalam mendorong krisis lingkungan di Kalimantan dalam kumpulan puisi Kalimantan Rinduku yang Abadi. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan wujud krisis lingkungan dan peran modernisasi dalam mendorong krisis lingkungan di Kalimantan dalam kumpulan puisi Kalimantan Rinduku yang Abadi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pustaka dan teknik catat. Teori ekokritik digunakan untuk menganalisis kedudukan manusia dan lingkungan. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis untuk menjawab masalah penelitian tentang krisis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan krisis lingkungan digambarkan dalam wujud: pencemaran sungai, kerusakan hutan, bencana alam, dan punahnya binatang khas Kalimantan. Krisis lingkungan tersebut didorong oleh adanya modernisasi yang mengeksploitasi alam secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampak ekologis.Kata Kunci: puisi, ekokritik, krisis lingkungan, Kalimantan Selatan Abstract: The issue of environmental crisis in Kalimantan has attracted poets to voice their criticisms. Kalimantan Rinduku yang Abadi focuses on the environmental crisis in Kalimantan. The problems are what are the types of environmental crisis and the role of modernization in driving the environmental crisis in Kalimantan Rinduku yang Abadi. The purposes are to describe the types of the environmental crisis and the role of modernization in driving the environmental crisis in Kalimantan in Kalimantan Rinduku yang Abadi. The data was collected using the library method and note taking technique. Ecocritic theory was used to analyze the position of humans and environment. The collected data were classified and analyzed to answer research problems related to environmental crisis. The results showed that the types of environmental crisis are river pollution, forest destruction, natural disasters, and the extinction of typical Kalimantan animals. The environmental crisis was driven by modernization which exploited nature excessively without considering the ecological impact.Keywords: poetry, ecocritics, environmental crisis, South Kalimantan
REKONSTRUKSI SEJARAH 1998 DALAM PERSPEKTIF NEW HISTORICISM: KAJIAN ATAS NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI Derri Ris Riana
Multilingual Vol 20, No 2 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i2.224

Abstract

Teks sastra sebagai produk sejarah dilandasi oleh peristiwa sejarah yang melatarbelakangi kelahirannya. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menghadirkan peristiwa sejarah 1998. Masalah penelitian adalah kekuasaan negara dalam konstruksi peristiwa reformasi 1998, gerakan mahasiswa sebelum dan sesudah tragedi 1998, dan representasi ekonomi dan budaya sebelum dan sesudah tragedi 1998. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan kekuasaan negara dalam konstruksi peristiwa reformasi 1998, gerakan mahasiswa sebelum dan sesudah tragedi 1998, dan representasi ekonomi dan budaya sebelum dan sesudah tragedi 1998. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan new historicism dengan mengaitkan teks sastra dan nonsastra sebagai upaya untuk mengungkap kekuatan sosial, ekonomi, dan politik yang melingkupi karya sasta. Metode yang digunakan adalah pembacaan secara paralel teks sastra dalam novel dan nonsastra pada peristiwa 1998. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tragedi 1998 digambarkan melalui kekuasaan negara dengan kepemimpinan yang didukung oleh kekuatan militer secara otoriter dan represif. Jika dilihat dari wacana yang berkembang ketika periode sebelum dan sesudah tragedi 1998, terjadi pertarungan kekuasaan yang memicu gerakan mahasiswa. Sementara itu, pada masa pascareformasi kekuasaan Orde Baru tidak lagi memegang kendali Mahasiswa tidak lagi melakukan perlawanan. Kendali kekuasaan pascareformasi menunjukkan perkembangan ekonomi dan budaya yang makin baik.