This Author published in this journals
All Journal Multilingual
NFN Tamrin
Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMILIHAN BAHASA DALAM RANAH KELUARGA: STUDI KASUS PEMILIHAN BAHASA BUGIS OLEH ETNIS BUGIS DI KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH NFN Tamrin
Multilingual Vol 12, No 2 (2013): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.77 KB) | DOI: 10.26499/multilingual.v12i2.95

Abstract

 The language choice is a maintenance symbol of traditional culture value concept. By using and choosing regional language- in this paper is Bugis - in the family field, have meaning that the traditional culture value concept of Bugis ethnic can be maintenanced. This is because the traditional culture can be well known by its own language. By using the phenomenon of choosing Bugislanguage by Bugis ethnic in the regency of Donggala, The Province of Sulawesi Tengah, the aim in the paper will describe (1) The pattern of Bugis language by Bugis ethnics in family, and (2) the supported factors of the pattern. Method applied in the paper is sociolonguistics approach in givingquesioner technique, interviewing, surveying, and recording. The analysis based on the percentage of choosing the usage of Bugis language pattern in family field. The result shows that the Busgis ethnics in the regency of Donggala as the non-native ethnics, have maintenanced the using of language infamily field, eventhough they have different in age, gender, education, and jobs. Supported factors of choosing Bugis language is loyality, the awareness of language norm, language pride, the age, and jobs. 
PEMERTAHANAN BAHASA BUGIS DALAM RANAH KETETANGGAAN DI KABUPATEN DONGGALA NFN Tamrin
Multilingual Vol 14, No 2 (2015): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.257 KB) | DOI: 10.26499/multilingual.v14i2.76

Abstract

Kebertahanan sebuah bahasa daerah merupakan simbol kebertahanan konsep nilai kebudayaan tradisional. Hilang atau punahnya bahasa daerah termasuk bahasa Bugis akan mengakibatkan hilang dan punah pula konsep nilai kebudayaan tradisional. Kebudayaan tradisional hanya dapat dimengerti dengan baik melalui ungkapan bahasa daerah masyarakatnya. Dengan kata lain, apabila bahasa daerah punah, citra dan jati diri masyarakatnya pun menjadi tidak jelas. Dengan mengangkat kasus pemertahanan bahasa Bugis dalam ranah ketetanggaan  di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pola-pola pemertahanan bahsa Bugis dalam ranah ketetanggaan dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mendukung pemertahanan bahasa Bugis dalam ranah ketetanggaan di Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosiolinguistik dengan teknik kuesioner, wawancara, pengamatan, dan perekaman. Selanjutnya, dianalisis berdasarkan persentase pola penggunaan bahasa Bugis dalam ranah ketetanggaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa etnis Bugis di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah masih mempertahankan bahasanya dalam ranah ketetanggaan baik ditinjau dari kategori umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Faktor-faktor yang mendukung pemertahanan bahasa Bugis di Sulawesi Tengah adalah loyalitas, kesadaran adanya norma bahasa (awareness of the norm), kebanggaan bahasa, umur, dan pekerjaan.
INTERFERENSI MORFOLOGIS BAHASA BUGIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMA NEGERI 1 TELLULIMPOE KABUPATEN SINJAI NFN Tamrin
Multilingual Vol 13, No 1 (2014): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.15 KB) | DOI: 10.26499/multilingual.v13i1.66

Abstract

When communicating, Indonesian people using Indonesian language as national language, besides their own regional one. Both languages sometimes use in oral and written. in their daily life. This situation lead to language interferention, the vocabulary of regional language may use into national and vice-versa. The aim of the study is describing the morfology interferention of Bugis language into Indonesia language which has been acted by the student of SMA Neg. 1  Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. The method applied is informal language.The informal arrangement are, apply the formula of common words by using dialogue, questionnaire, interview, observation, and recording technique. The data then are descriptively analysed. This step describe the situation and condition of the study data. The result of the study is : when communicating, the student of SMA Neg. 1 Tellulimpoe Kabupaten Sinjai do the interferention of Bugis into Indonesian language. The interferention of prefix is ta?- and the enclitique are –mi, -pi, –ji, -kik, –ko, -kak, and –ta.