Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA) VERBA “MEMASAK” DALAM BAHASA JAWA JEMBERAN NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE (NSM) OF VERB "COOKING" IN JAVANESE JEMBERAN LANGUAGE Nadhifa Indana Zulfa Rahman
Multilingual Vol 19, No 1 (2020): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v19i1.143

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep memasak masyarakat Jember yang cukup komples karena sumber daya alam hasil laut dan buminya melimpah. Untuk itu diperlukan analisis MSA untuk menyederhanankannya. Data diperoleh dari wawancara di grup Whatsapp keluarga dari Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara secara online dan mencatat di kartu data. Melalui wawancara tersebut, ditemukan dua belas data, yaitu godhog ‘rebus’, lup ‘celup’, kukus, goreng, eseng ‘tumis’, sangan ‘sangrai’, nggeng ‘didiamkan di atas api kecil’, dang ‘tanak’, tim, pepe ‘jemur’, rageni ‘fermentasi’, asap. Dalam menentukan subkategori verba “mamasak”, perangkat yang digunakan adalah makna asali dari pendekatan Metabahasa Semantik Alami. Berdasarkan analisis MSA, istilah-istilah memasak tersebut dikelompokkan berdasarkan teknik, sarana, dan hasilnya. Semua leksikon yang memiliki makna “memasak” di atas pola sintaksis MSA: X melakukan sesuatu kepada Y sehingga terjadi sesuatu pada Y (matang). Penelitian ini diharapkan bisa menjadi rujukan yang mengayakan khazanah penelitian MSA verba-verba bahasa Indonesia. 
PENGGUNAAN KATA TABU DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Nadhifa Indana Zulfa Rahman
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 20 No 2 (2019): Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v20i2.13823

Abstract

The freedom in social media communication have not been responded wisely by the citizen of the net (netizen). Sometimes while expressing themselves in the social media, netizens used the taboo words which potentially break the law. The problems chosen in this research is a type of taboo words used by the netizen and also whether these expressed words have a potential to violate the law. The method to collect the data is “Simak bebas libat cakap“(SBLC), it is a method where there is no active communication between interviewer and interviewee but it is only taken the data from internet, then to transcribe the taken data. The following step is analyzing data which used referential equivalent method, then the results of the analysis were presented informally. The findings showed that taboo words used in social media consisted of: (1) obscene words, (2) vulgar language, and (3) nick name and insult. These taboo words potentially violate the government regulation of the Republic Indonesia number 11 of 2008 concerning electronic information and transactions article 27 paragraph (3) and article 45 paragraph (1) as well as article 310 section (1) and article 311 section (1) of the Indonesian Criminal Code concerning defamation. Therefore, netizens must be careful in the way how communicate. Criminal Code, defamation, forensic linguistics, ITE Law, netizen, social media, taboo
RELASI SEMATIK PADA PENAMAAN JENIS-JENIS MANGGA DI INDONESIA Nadhifa Indana Zulfa Rahman
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 3, No 2 (2020): JURNAL KREDO VOLUME 3 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.465 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v3i2.3989

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mencari relasi semantik dari sistem penamaan jenis-jenis mangga yang dilekatkan masyarakat. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap dan catat. Selanjutnya, analisis data menggunakan metode padan referensial. Hasil analisis disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini adalah penamaan jenis-jenis mangga yang diekspresikan dalam frasa nomina atributif yang berunsur pusat mangga di Indonesia. Relasi semantis dari penamaan jenis-jenis mangga ini didasarkan pada bentuk fisik, rasa, aroma, tempat asal, warna, efek, dan filosofi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur pendukung yang bisa memperkaya khazanah penelitian mengenai mangga, buah yang banyak ditemukan di Indonesia.Kata Kunci: mangga, sistem penamaan, relasi semantik AbstractThe purpose of this study is to find the semantic relations of the naming system of the types of mangoes attached by the community. The method applied in this research is the method of data collection, data analysis, and presentation of data analysis results. The method of data collection is done by using simak bebas libat cakap and record technique. Furthermore, data analysis uses the padan referensial method. The results of the analysis are presented in informal method. The result of this study is the naming of the types of mangoes expressed in the mango headed attributive noun phrases in Indonesia. The semantic relation of naming these types of mangoes is based on physical form, taste, aroma, origin, color, effect, and philosophy. This research is expected to be a supporting literature that can enrich the research treasure about mangoes, a fruit that is commonly found in Indonesia.Keywords: mango, naming system, semantic relations