NFN Jahdiah
Balai Bahasa Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ilukosi Bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan:Tinjauan Pragmatik NFN Jahdiah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2020): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v16i1.2348

Abstract

Setiap tuturan yang dihasilkan oleh penutur mempunyai jenis dan fungsinya masing-masing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi  dalam bahasa Bugis di Kabupaten Tanah Bumbu dan mendskripsikan fungsi tuturan tersebut. Data penelitian ini adalah tuturan yang dituturkan oleh penutur bahasa Bugis, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini  menggunakan  teori yang dikemukan oleh Searle mengenai tindak tutur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data  yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap. Teknik analisis data  menggunakan teknis deskriptif adalah teknik analisis data yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data sesuai dengan rumusan masalah. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) tindak tutur apa saja  yang terdapat dalam tuturan bahasa Bugis, dan(2) B bagaimana fungsi setiap tuturan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan ada lima tindak tutur dalam dalam bahasa Bugis, yaitu (1) tindak tutur asertif/refresentatif, (2) tindak tutur komisif, (3) tindak tutur direktif, (4) tindak tutur ekpresif, dan (5) tindak tutur deklaratif. Berdasarkan fungsi tuturan ilokusi diperoleh empat fungsi yaitu (1) fungsi kompetitif, (2) fungsi menyenangkan, (3) fungsi bekerja sama, dan (4) fungsi menantang.Every utterance produced by the speaker has its own type and function. This study aims to describe the form of the illocution speech act in Bugis language in Tanah Bumbu regency and describe the function of those utterances. The data of this study are utterances uttered by Bugis speakers, Simpang Empat District, Tanah Bumbu Regency. This study uses Searle's theory of speech acts. The method used in this study is qualitative. The data technique used in this study is speaking and listening.  To analyze the data, this study uses descriptive techniques by describing the data in accordance with the formulation of the problem. The problems in this study are (1) what kind of speech act exists in Bugis language, (2) how does the function of each utterance. The result shows that there are five speech acts in Bugis language, they are (1) assertive/representative speech act, (2) commissive speech act, (3) directive speech act, (4) expressive speech act, and (5) declarative speech act. Base on the function of illocution utterance there are four functions, (1) competitive function, (2) favor function, (3) cooperate function, and (4) challenge function.
Referensi dalam Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiati Masy’ud NFN Jahdiah
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 17, No 1 (2021): UNDAS
Publisher : Balai Bahasa Kalimatan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/und.v17i1.3021

Abstract

 Abstrak:Pengacuan  atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengikutinya. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apa saja referensi yang terdapat dalam  kumpulan cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiati. Penelitian ini bertujuan  a) mendeskripsikan referensi persona dalam kumpulan cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud, b) Mendeskripsikan  referensi demostratif Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud, c) Kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin Karya Hatmiat Masy’ud. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Dalam analisis data dilakukan penelaahan juga dilakukan metode agih, yaitu metode yang pelaksanaannya dengan menggunakan unsur bahasa itu sendiri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis wacana yang dikemukan oleh Haliday dan Hasan. Hasil kajian ini menunjukan bahwa dalam kumpulan Cerpen Turun Ranjang Menjaring Angin terdapat ada tiga referensi yaitu a) referensi persona,  diantaranya  kamu, saya, aku, kita, dia, dan –mu. b) referensi demostratif diantaranya  kedai, pingir kota, jembatan, malam, subuh, Jakarta, Balangan, di sini, Telaga Silaba, Amuntai, Bandara Syamsuddinoor. 3) Referensi  kompratif diantaranya seperti, laksana.