Javanese teeth activity is interested to be analyzed. It is because the Javanese language has various lexicons to express teeth activity. This paper aims to explore the semantic structure of Javanese teeth activity by using the theory of natural semantic metalanguage (NSM). The data used in this paper are taken from The Bausastra Jawa dictionary as well as data created by the researcher as a native Javanese speaker. The technique of data analysis in this study consists of four steps, namely determining the semantic primitive, deriving meaning, determining polysemy, dan paraphrasing the meaning. The result shows that Javanese teeth activity is realized into 23 lexicons, namely, mamah, ngilut, ngenyoh, nggayem, ngemah, nginang, nggondol, nyakot/nyokot, nggeget, ngeret, ngerot, nyathèk, ngerah, nyekit, nyisil, ngrokot, ngrikit, mbrakot, nglethak, nglethuk, nglethus, ngremus, and nglethik. Its semantic prime is melakukan/terjadi and its semantic component are mengunyah, membawa, menggigit, melepaskan, and mematahkan which is mapped based on the patient and instrumental relation.Verba aktivitas gigi dalam bahasa Jawa merupakan salah satu objek penelitian yang menarik untuk dikaji. Hal itu karena bahasa Jawa memiliki berbagai leksikon untuk mengungkapkan aktivitas gigi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan struktur semantis verba aktivitas gigi dalam bahasa Jawa dengan menggunakan teori metabahasa semantik alami. Data penelitian ini diperoleh dari kamus Bausastra Jawa dan data yang dikreasikan oleh peneliti sebagai penutur asli bahasa Jawa. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri atas empat langkah, yaitu menentukan makna asali, menderivasi makna, menentukan polisemi, dan memarafrase makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba aktivitas gigi direalisasikan dalam 23 leksikon, yaitu mamah, ngilut, ngenyoh, nggayem, ngemah, nginang, nggondol, nyakot/nyokot, nggeget, ngeret, ngerot, nyathèk, ngerah, nyekit, nyisil, ngrokot, ngrikit, mbrakot, nglethak, nglethuk, nglethus, ngremus, dan nglethik. Leksikon-leksikon itu memiliki makna asali melakukan/terjadi dengan komponen semantis mengunyah, membawa, menggigit, melepaskan, dan mematahkan. Komponen semantis itu dipetakan berdasarkan hubungan pasien dan instrumen.