Zainal Abidin
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL DAN PERSEPSI PETANI TERHADAP PENANGKARAN BENIH KEDELAI DI SULAWESI TENGGARA Zainal Abidin; Didik Harnowo
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2014): November 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n3.2014.p%p

Abstract

Financial Analysis and Farmers Perception of Soybean Seed Producer in Southeast Sulawesi.Development of soybean is determined by availability of good seeds. The research was conducted to know thefinancial aspect and farmers’perception of soybean seed producer farm in Southeast Sulawesi. Research wasconducted on March –December 2009 in Momundowu Village Konawe Regency with OFCOR methode in 28hectare areas and collaboration with 33 farmers. Data collected comprises data on production, cost and farmers’perception. Data was analyzed using financial analysis through losses and gain approach and farmers’perceptionusing frequency table with percentage parameters. The result of research show that soybean seed producer inSoutheast Sulawesi has good development prospect for finantially generate profit level with MBCR value of 4,65.Currently, farmer not yet develop soybean seed producer in large scale because of social factors indicated by thelow perception of farmers on soybean seed producer. To develop soybean seed in order to support the provision ofsoybean seed in Southeast Sulawesi, it is necessary to improve the technical skills through training mainly relatedaspects of pest and disease control, rouging, sorting and labeling /certification.Key words: Soybean, seed producer, financial, farmer perceptionABSTRAKKeberhasilan pengembangan kedelai ditentukan oleh ketersediaan benih bermutu. Kajiandilakukan untuk mengetahui aspek finansial dan persepsi petani terhadap penangkaran benih kedelai di SulawesiTenggara (Sultra). Kajian dilakukan pada Maret –Desember 2009 di Desa Momundowu Kab. Konawe.Pendekatan pengkajian dilaksanakan dengan metode On Farm Client Oriented Research (OFCOR) pada luasanareal 28 ha dengan melibatkan 33 orang petani. Data yang dikumpulkan meliputi data produksi, biaya usahatanidan persepsi petani. Analisis data dilakukan dengan analisis finansial dengan pendekatan Losses and Gain dananalisis persepsi menggunakan tabel frekuensi dengan parameter persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenangkaran benih kedelai di Sultra memiliki prospek pengembangan yang baik karena secara finansialmenghasilkan tingkat keuntungan dengan nilai MBCR sebesar 4,65. Kondisi penangkaran kedelai di Sultra yangbelum berkembang saat ini lebih disebabkan oleh faktor sosial yang ditunjukkan dengan masih rendahnya persepsipetani terhadap usaha penangkaran benih kedelai. Untuk menumbuhkembangkan penangkaran benih kedelai dalamrangka mendukung penyediaan benih kedelai di Sultra, diperlukan adanya peningkatan keterampilan teknispenangkaran benih melalui pelatihan terutama terkait aspek pengendalian hama dan penyakit, rouging, sortasi danpelabelan/sertifikasi.Kata kunci: Kedelai, penangkaran benih, finansial, persepsi petani
PENUMBUHAN AGRO INDUSTRI PENANGKARAN BENIH PADI DI WILAYAH PRIMA TANI KABUPATEN KONAWE – SULAWESI TENGGARA Zainal Abidin; Didik Harnowo
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 13, No 3 (2010): November 2010
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v13n3.2010.p%p

Abstract

Agro Industrial Growth of Rice Seed in Prima Tani Location, Konawe District, Southeast Sulawesi.High quality of seed is one of the key factor for the success for increasing production of lowland rice. However, in “Prima Tani” location at Konawe District farmers have difficulties in obtaining high quality seed of lowland rice. This because they lack of information on how to get certified seeds. In addition, they don’t know yet on how to producehigh quality (certified) seeds. Therefore, We justify that in this location the activity of growing rice seed producers is very important, and it will be the form of Rural Agro Industrial Unit (“AIP/Agro Industri Pedesaan”). This research was conducted at Karandu Village of Wawotobi Sub-District, Konawe District - Southeast Sulawesi during June –December 2007, with the objective to have comprehensive understanding on the advantages of producing certifiedseed as compared to producing rice for consumption based on the economic analysis of those two activities, as well as to know the linkage among supporting related institutions for the purpose of rice seed producers in the area.Descriptive analysis and economic analysis, such as RCR and MBCR, were used. The result shows that the Rural Agro Industry on rice seed production in “Prima Tani” location at Konawe District can be established. In those Rural Agro Industry, the link among institutional and functional institution have also been shown. The production of rice seed in the “Prima Tani” location shows advantages economically ascompared to those for rice consumption.Key words : Producing seed, rice, rural agro industry, Prima TaniBenih bermutu merupakan salah satu faktor kunci peningkatan produktivitas padi sawah. Namun demikian, di tingkat petani di lokasi Prima Tani Kabupaten Konawe benih bermutu sulit diperoleh, disebabkan kurangnya informasi bagi petani mengenai cara mendapatkan benih bermutu. Selain itu, di lokasi ini belum ada penangkar benih yang disebabkan teknologi penangkaran benih belum dikuasai. Oleh karena itu diputuskan untuk melaksanakan kegiatan penumbuhan penangkar benih padi di wilayah ini, yang sekaligus akan dijadikan suatu bentuk Agro industrial Pedesaan dalam bentuk Agro Industri Penangkaran Benih Padi. Pengkajian dilaksanakan di lokasi Prima Tani Desa Karandu, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara pada bulan Juni – Desember 2007.Pengkajian bertujuan untuk memahami secara lebih komprehensif tentang perbedaan keuntungan ekonomi antara produksi padi untuk benih dan produksi padi untuk konsumsi. Pada pengkajian ini juga dievaluasi tentang keterkaitan antara institusi pendukung dalam penumbuhan Agro Industri Pedesaan Penangkaran Benih Padi. Analisis deskriptif dan analisis ekonomi seperti penghitungan nilai RCR dan MBCR dilakukan pada kajian ini. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Agroindustri Pedesaan dalam Penangkaran Benih Padi di lokasi Prima Tani Kabupaten Konawe dapat diwujudkan. Pada Agro Industri tersebut, ditunjukkan pula keterkaitan antar istitusi/kelembagaan yang mendukung tumbuhnya Agro Industri Penangkaran Benih padi di pedesaan. Pengkajian ini juga membuktikanbahwa usahatani penangkaran benih padi lebih menguntungkan dibandingkan dengan usahatani padi untuk konsumsi.Kata kunci : Penangkaran benih, padi, AIP, Prima Tani