Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM GERAKAN CIKAPUNDUNG BERSIH (GCB) DI KOTA BANDUNG - Public Participation in Programs Cikapundung Net Movement (GCB) of Bandung City Rosmian Simorangkir; Budi Gunawan; Rochadi Tawaf
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9256.927 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v4i1.16689

Abstract

AbstrakDegradasi yang terjadi pada Sungai Cikapundung telah teridentifikasi mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas Sungai, oleh sebab itu pemerintah Kota Bandung, telah mencanangkan dan melaksanakan Program Gerakan Cikapundung Bersih (GCB) untuk merevitalisasi Sungai Cikapundung melalui Partisipasi masyarakat, lokasi penelitian ini adalah wilayah bantaran Sungai Cikapundung di kelurahan Tamansari kota Bandung untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dan mengkaji faktor dominan yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode survey dengan penekatan deskriptif analisis, sampel penelitian ditetapkan sebanyak 80 KK melalui tehnik penarikan acak sederhana (Simple Ramdom Sampling) dengan instrumen kuesioner. Tehnik analisis untuk menjawab hipotesis penelitian adalah analisis Regresi Berganda. Hasil pengujian menunjukan bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Penghasilan, Lama tinggal dan Peran Pemerintah terhadap Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah yaitu sebesar 34,791% dalam bentuk persaman regresi ganda sebagai berikut: Y = 11,173+2,559 X1+1,610 X2+0,723 X3+0,587 X4+0,272 X5. Pengujian secara parsial menunjukan bahwa Tingkat pendidikan berpengaruh sebesar 42,3 %, Pekerjaan 6,5 %, Penghasilan 2,3 %, Lama Tinggal 3,2 %, dan Peran Pemerintah 15,8 % terhadap Partisipasi dalam Pelaksanaan Pengendalian limbah. Maka faktor dominan yang mempengaruhi Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah di Kelurahan Tamansari Kota Bandung adalah Tingkat Pendidikan, Sehingga nilai koefisien korelasi sebesar 0,838 artinya terdapat hubungan yang sangat kuat antara faktor internal dan eksternal terhadap partisipasi. Maka koefisien determinasi diperoleh 70,2%, dan 29,8% merupakan kontribusi variabel lain.Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Lama tinggal, Peran Pemerintah, Partisipasi masyarakat dalam pengendalian limbah.AbstractThe Degradation occurs in Cikapundung river has been identified in decreased quality and quantity of the river, Therefore, the City of Bandung has launched and implement programs Cikapundung Net Movement ( GCB ) to revitalize the River Cikapundung through of program, the location of this is Cikapundung river in the village of Taman Sari Bandung to determine the level of community participation and assess the dominant factor affecting participation community in waste manageme. The method used in this study with a survey method descriptive analysis ( Ramdom Simple Sampling ) with a question instrument . Teknik analysis and answer the research hypothesi is multiple regress to analysis . The test results showed that simulation a significant difference between the level of education , job , income , length of stay and the Role of Government on Community participation in waste management and amount of 34.791 % in the form of multiple regression equal as follows. Y=11,173+2,559X1+1,610X2+0,723X3+0,587X4+0,272X5. The Partial examination shows that variable Educational Attainment of 42.3 % , Employment 6,5% , Income 2.3 %, long stay 3.2 %, and 15.8 % of the Government's role in the implementation of the Participation Control of waste. Tamansari village of waste in the city of Bandung is a very strong level of education between the internal and external factors Participation. So become to koefision of determination obtained 70.2 % , and 29,8% it contributions in variable to the kinds.Key words: Education, Occupation, Income, Level stay, and Role of the old government, community participation in the implementation of waste management
KARAKTERISTIK USAHATERNAK SAPI PASUNDAN DI JAWA BARAT Rochadi Tawaf
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.818

Abstract

Many researches were zooteknis about the technical characteristics of Pasundan cattles, so that the decree issued by Minister of Agriculture RI No. 105 / Kpts / SR120 / 10/2014. This decree, establishing the Pasundan cattle sump as one of the local genetic resources of West Java. The purpose of this research is to knew the social economic character of Pasundan cattle business in West Java. This study is a survey in the districts of Garut, Kuningan, Majalengka and Sukabumi. The location of this study is determined, based on the region is the center of Pasundan cattle development in West Java. Respondents were selected by simple random sampling in proportion to 94 frmers, the data were analyzed financially and literature study. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the social economic characteristics of Pasundan cattle farming in West Java were; that the farmer is low-educated, but has enough experience, vulnerable to innovation, small farms scale, not economic oriented, the business is profitable if the disguised cost and calculated real cost, the raising pattern were done from upstream to downstream (breeding, rearing and fattening) intensively and semi-intensively. ABSTRAK Banyak penelitian yang bersifat zooteknis mengenai sifat dan karekteristik teknis Sapi Pasundan, sehingga melahirkan surat keputusan Mentan RI No. 105/Kpts/SR120/10/2014. Surat keputusan ini, menetapkan Rumpun Sapi Pasundan sebagai salah satu kekayaan sumber daya genetik lokal Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik social ekonomi usahaternak sapi pasundan di Jawa Barat. Penelitian ini merupakan survey di kabupaten Garut, Kuningan, Majalengka dan Sukabumi. Lokasi penelitian ini ditetapkan, berdasarkan atas wilayah tersebut merupakan sentra pengembangan sapi pasundan di Jawa Barat. Responden ditetapkan dengan simple random sampling secara proporsional berjumlah 94 peternak, data dianalisis secara finansial dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik usahaternak sapi pasundan di Jawa Barat adalah, peternaknya berpendidikan rendah, namun memiliki cukup pengalaman, rentan terhadap inovasi, skala usahanya kecil, tidak berorientasi ekonomi, usahanyanya menguntungkan jika biaya ril yang dihitung dan merugikan jika biaya tersamar dan ril dihitung. Pola pemeliharaannya dilakukan dari hulu ke hilir (breeding, pembiakan, pembesaran dan penggemukan) secara intensif dan semi intensif.