Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KEMBANG GULA DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5484

Abstract

Jajanan merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan makanan dengan cepat dan praktis tanpa harus menunggu waktu yang lama, contohnya kembang gula. Kembang gula disukai karena rasanya yang manis dan warna menarik. Namun, beberapa produsen kembang gula masih menggunakan rhodamin B sebagai pewarna, padahal rhodamin B dilarang digunakan dalam makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang identifikasi pewarna rhodamin B pada kembang gula. Metode yang digunakan yaitu kromatografi lapis tipis. Prinsip metode ini yaitu pemisahan dua senyawa dengan menggunakan 2 fase , fase diam danfase gerak. Fase diam yang digunakan silika gel GF 254nm dan fase gerak yang digunakan n-butanol : Asam asetat glasial : air dengan perbandingan 40 : 10 : 24 dan masing-masing sampel dilakukan dua kali pengulangan. Sampel penelitian adalah kembang gula berwarna merah muda cerah, dua yang bermerk yang dijual di swalayan dan toko kue dan tujuh sampel yang tidak bermerk dijual di Pkor Way Halim Bandar Lampung. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari kesluruhan sampel tidak mengandung rhodamin B.Kata kunci : kromatografi lapis tipis, rhodamin B, kembang gula, makanan jajanan
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM DALAM TERI NASI KERING DAN TERI NASI BASAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2811

Abstract

Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium yang baik, karena dikonsumsibersama dengan tulangnya. Berbeda dengan ikan lain yang hanya dikonsumsidagingnya saja. Didalam teri nasi terkandung, protein, air, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh yaitu 1,5-2% atau 1 kg dalam tubuh orang dewasa. Kalsium didalam tubuh berfungsi sebagai pembentukan tulang dan gigi, pembentukan darah, sebagai katalisator reaksi-reaksi biologik, serta kontraksi otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh atau yang sering disebut dengan osteoporosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar kalsium pada teri nasi kering dan teri nasi basah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Penetapan kadar kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom Shimazu AA-7000 menggunakan nyala udara-astilen pada panjang gelombang 422,51 nm. Hasil penetapan kadar kalsium diperoleh persamaan regresi Y= -0,00118x + 0,0323 dengan koefisien korelasi r = 0,9995 dan diperoleh kadar kalsium teri nasi kering 281,87 mg/kg, 271,65 mg/kg, dan 298,91 mg/kg. Sedang kalsium pada teri nasi basah sebesar 217,68 mg/kg, 214,59 mg/kg, dan 239,34 mg/kg. Dari hasil perhitungan uji t didapat bahwa thitung = 0,7351 dan traber = 4,60.Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kalsium pada terinasi kering dan teri nasi basah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapatdisimpulkan bahwa kadar kalsium teri nasi kering lebih tinggi daripada teri nasi basah.Kata kunci: ikan teri, sumber mineral, kalsium, SSA.
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA HATI AYAMBROILER DAN HATI AYAM KAMPUNGYANG DIJUAL DI PASAR SMEP SECARASPEKTROFOTOMETRISERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3981

Abstract

Hati ayam merupakan produk jeroan yang sangat diminati. Hati ayam banyak dikonsumsi karena kaya akan zat besi (Fe). Zat besi sangat berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat mengetahui hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Diketahui bahwa jenis pakan kedua ayam tersebut berbeda, sehingga hal ini memungkinkan adanya perbedaan kadar Fe pada hatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Sampel didapatkan dari salah satu Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif sampling, sampel yang digunakan sebanyak empat sampel. Alat yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 pada panjang gelombang 248.44 nm. Diperoleh persaman garis regresi linear yaitu y = 0.0340 + 0.0865x, dengan koefisien korelasi (r) adalah 0.9973. kadar rata-rata zat besi dari hati ayam broiler dan hatiayam kampung berturut-turut 6.1422± 1.4073 mg/100g dan 36.8537 ± 0.8169mg/100g. Hasil dari perhitungan uji t didapatkan bahwa thitung= 40.7300 Nilai thitungini yang akan dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 3,17. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara zat besi hati ayam broiler dan hati ayam kampung yang dijual di pasar Smep Bandar Lampung.Dengandemikian, kadar Fe pada hati ayam kampung lebih besar dari hati ayam broiler sehingga ayam kampung dapat digunakan sebagai alternatif sumber zat besi. Kata kunci :Fe, Anemia, hati ayam kampung, hati ayam broiler, spektrofotometri serapan atom.  
PERBANDINGAN KADAR NIFEDIPIN PADA TABLET GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2779

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah lebih tinggi dari normal. Tablet nifedipin merupakan salah satu obat antihipertensi lini pertama golongan antagonis kalsium. Tablet nifedipin tersedia dalam tablet generik dan nama dagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tablet nifedipin memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 % dari jumlah yang tertera pada etiket dan mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin dan nama dagang. Obat nifedipin diambil di Apotek Enggal Bandar Lampung dan tersedia tiga sampel yaitu sampel tablet nifedipin generik, nama dagang 1, dan nama dagang 2. Metode yang digunakan untuk menganalisis tablet nifedipin adalah spektrofotometri ultraviolet. Dari hasil penelitian diperoleh x maksimum 212 nm dan persamaan regresi y = 0,043 x -0,0058 dengan r = 0,9968. Hasil kadar yang didapat dari nifedipin generik adalah 95,8331 0/0, kadar nifedipin nama dagang 1 101,8283 0/0, kadar nifedipin nama dagang 2 99,6063 0/0. Kadar nifedipin yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian diuji signifikansinya dengan menggunakan uji statistik yaitu uju t. Dari uji t untuk nifedipin generik dan nama dagang 1 -percobaan< ttabel, yaitu 2,0412 < 2,132 dan nifedipin generik dan nama dagang 2 -percobaan< ttabel yaitu 1,5092 < 2,132 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin generik dan nama dagang 1, maupun tablet nifedipin generik dan nama dagang 2. Kata Kunci : Hipertensi, Tablet Nifedipin, Spektrofotometri Ultraviolet
PENETAPAN KADAR NATRIUM NITRITPADA SOSIS SAPI CURAH YANG DIJUAL DI PASAR TUGU KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV- VIS Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v3i4.2817

Abstract

Daging adalah suatu komoditi pertanian hasil hewani yang dibutuhkan untukmemenuhi kebutuhan tubuh terhadap zat-zat gizi protein dimana protein dagingmengandung susunan asam amino yang lengkap.Sosis adalah suatu makanan yangterbuat dari daging cincang, lemak hewan dan rempah, serta bahan-bahan laintermasuk bahan tambahan pangan.Salah satu bahan tambahan pangan pada sosisadalah natrium nitrit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berapa kadarnatrium nitrit pada sosis sapi curah apakah memenuhi Peraturan Kepala BPOM RINo.36 Tahun 2013 yaitu 30 mg/kg. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sosis sapi curah yang dijual di pasar Tugu Kota Bandar Lampung. Sampel yang digunakan adalah 4 sampel sosis sapi curah yang dijual di 4 pedagang berbeda. Analisis kuantitatif natrium nitrit ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Dari hasil penelitian dengan panjang gelombang (A) 523nm dengan persamaan y= ax+b sehingga diperoleh koefisien korelasi (r) 0,0997 menunjukkan kadar natrium nitrit pada sampel A sebesar 14,4 mg/kg, B sebesar 2,89 mg/kg, C sebesar 11,06 mg/kg, D sebesar 11,25 mg/kg. Dari ke-4 sampel yang dianalisis dapat disimpulkan memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM.Kata kunci: natrium nitrit, sosis sapi curah, spektrofotometri UV-Vis.
PENETAPAN KADAR SIKLAMAT PADA MINUMAN SERBUK RASA JERUK YANG DIJUAL DI MINI MARKET RAJA BASA BANDAR LAMPUNGSECARA GRAVIMETRI Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4083

Abstract

Minuman serbuk bisa diartikan sebagai produk pangan yang berbentuk butiran serbuk atau tepung yang penggunanya mudah larut dalam air dingin dan air panas. Dalam proses pembuatan minuman serbuk, salah satu pemanis sintetis yang sering ditambahkan produsen adalah siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar sikamat pada minuman serbuk rasa jeruk memenuhi Permenkes RI No. 722/MenKes/Per/IX/88 yaitu 3 g/kg perbahan. Sampel siklamat yang digunakan untuk penelitian yaitu dari minuman serbuk rasa jeruk yang dijual di mini market Raja Basa Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode gravimetri secara kualitatif dan kuantitatif. Untuk kualitatif gravimetri yaitu siklamat pada suasana asam akan diuraikan oleh NaNO₂, dan dengan penambahan BaCl₂akan membentuk BaSO₄yang berwarna putih, dimana adanya endapan putih menunjukkan bahwa sampel mengandung siklamat. Kuantitatif gravimetri dimana adanya endapan putih yang terbentuk setara dengan kadar siklamat dalam sampel. Hasil uji kualitatif terhadap 4 (empat) sampel terdapat semua sampel positif mengandung siklamat. Hasil uji kuantitatif kadar rata-rata siklamat dalam minuman serbuk terhadap 4 (empat) sampel yaitu A = 2,807 g/kg B = 6,4561 g/kg C = 6,7368 g/kg D = 12,3508 g/kg. Dari hasil yang diperoleh 4 (empat) sampel menunjukan bahwa kadar siklamat pada minuman serbuk hanya 1 (satu) sampel memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 722/MenKes/Per/IX/88 tentang batasan penggunaan bahan tambahan pangan untuk minuman ringan yaitu tidak melebihi 3 g/kg perbahan. Kata kunci : minuman serbuk, siklamat, gravimetri
IDENTIFIKASI RHODAMIN B PADA KEMBANG GULA DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.461 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5484

Abstract

Jajanan merupakan salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan makanan dengan cepat dan praktis tanpa harus menunggu waktu yang lama, contohnya kembang gula. Kembang gula disukai karena rasanya yang manis dan warna menarik. Namun, beberapa produsen kembang gula masih menggunakan rhodamin B sebagai pewarna, padahal rhodamin B dilarang digunakan dalam makanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang identifikasi pewarna rhodamin B pada kembang gula. Metode yang digunakan yaitu kromatografi lapis tipis. Prinsip metode ini yaitu pemisahan dua senyawa dengan menggunakan 2 fase , fase diam danfase gerak. Fase diam yang digunakan silika gel GF 254nm dan fase gerak yang digunakan n-butanol : Asam asetat glasial : air dengan perbandingan 40 : 10 : 24 dan masing-masing sampel dilakukan dua kali pengulangan. Sampel penelitian adalah kembang gula berwarna merah muda cerah, dua yang bermerk yang dijual di swalayan dan toko kue dan tujuh sampel yang tidak bermerk dijual di Pkor Way Halim Bandar Lampung. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa dari kesluruhan sampel tidak mengandung rhodamin B.Kata kunci : kromatografi lapis tipis, rhodamin B, kembang gula, makanan jajanan
PERBANDINGAN KADAR KALSIUM DALAM TERI NASI KERING DAN TERI NASI BASAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.173 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i3.2811

Abstract

Ikan teri merupakan salah satu sumber kalsium yang baik, karena dikonsumsibersama dengan tulangnya. Berbeda dengan ikan lain yang hanya dikonsumsidagingnya saja. Didalam teri nasi terkandung, protein, air, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh yaitu 1,5-2% atau 1 kg dalam tubuh orang dewasa. Kalsium didalam tubuh berfungsi sebagai pembentukan tulang dan gigi, pembentukan darah, sebagai katalisator reaksi-reaksi biologik, serta kontraksi otot. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh atau yang sering disebut dengan osteoporosis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar kalsium pada teri nasi kering dan teri nasi basah dengan metode spektrofotometri serapan atom. Penetapan kadar kalsium dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom Shimazu AA-7000 menggunakan nyala udara-astilen pada panjang gelombang 422,51 nm. Hasil penetapan kadar kalsium diperoleh persamaan regresi Y= -0,00118x + 0,0323 dengan koefisien korelasi r = 0,9995 dan diperoleh kadar kalsium teri nasi kering 281,87 mg/kg, 271,65 mg/kg, dan 298,91 mg/kg. Sedang kalsium pada teri nasi basah sebesar 217,68 mg/kg, 214,59 mg/kg, dan 239,34 mg/kg. Dari hasil perhitungan uji t didapat bahwa thitung = 0,7351 dan traber = 4,60.Sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kalsium pada terinasi kering dan teri nasi basah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapatdisimpulkan bahwa kadar kalsium teri nasi kering lebih tinggi daripada teri nasi basah.Kata kunci: ikan teri, sumber mineral, kalsium, SSA.
PERBANDINGAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA HATI AYAMBROILER DAN HATI AYAM KAMPUNGYANG DIJUAL DI PASAR SMEP SECARASPEKTROFOTOMETRISERAPAN ATOM Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.117 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i1.3981

Abstract

Hati ayam merupakan produk jeroan yang sangat diminati. Hati ayam banyak dikonsumsi karena kaya akan zat besi (Fe). Zat besi sangat berguna untuk mencegah anemia. Masyarakat mengetahui hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Diketahui bahwa jenis pakan kedua ayam tersebut berbeda, sehingga hal ini memungkinkan adanya perbedaan kadar Fe pada hatinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara hati ayam broiler dan hati ayam kampung. Sampel didapatkan dari salah satu Pasar Tradisional Di Bandar Lampung yaitu Pasar Smep. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif sampling, sampel yang digunakan sebanyak empat sampel. Alat yang digunakan untuk analisa zat besi yaitu Spektrofotometri Serapan Atom SHIMADZU AA-7000 pada panjang gelombang 248.44 nm. Diperoleh persaman garis regresi linear yaitu y = 0.0340 + 0.0865x, dengan koefisien korelasi (r) adalah 0.9973. kadar rata-rata zat besi dari hati ayam broiler dan hatiayam kampung berturut-turut 6.1422± 1.4073 mg/100g dan 36.8537 ± 0.8169mg/100g. Hasil dari perhitungan uji t didapatkan bahwa thitung= 40.7300 Nilai thitungini yang akan dibandingkan dengan ttabeldengan taraf kepercayaan 99% yaitu 3,17. Jika thitunglebih besar dari ttabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara zat besi hati ayam broiler dan hati ayam kampung yang dijual di pasar Smep Bandar Lampung.Dengandemikian, kadar Fe pada hati ayam kampung lebih besar dari hati ayam broiler sehingga ayam kampung dapat digunakan sebagai alternatif sumber zat besi. Kata kunci :Fe, Anemia, hati ayam kampung, hati ayam broiler, spektrofotometri serapan atom.  
PERBANDINGAN KADAR NIFEDIPIN PADA TABLET GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET Sudewi Mukharomah Khoirunisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.048 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v3i1.2779

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah lebih tinggi dari normal. Tablet nifedipin merupakan salah satu obat antihipertensi lini pertama golongan antagonis kalsium. Tablet nifedipin tersedia dalam tablet generik dan nama dagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tablet nifedipin memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 110,0 % dari jumlah yang tertera pada etiket dan mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin dan nama dagang. Obat nifedipin diambil di Apotek Enggal Bandar Lampung dan tersedia tiga sampel yaitu sampel tablet nifedipin generik, nama dagang 1, dan nama dagang 2. Metode yang digunakan untuk menganalisis tablet nifedipin adalah spektrofotometri ultraviolet. Dari hasil penelitian diperoleh x maksimum 212 nm dan persamaan regresi y = 0,043 x -0,0058 dengan r = 0,9968. Hasil kadar yang didapat dari nifedipin generik adalah 95,8331 0/0, kadar nifedipin nama dagang 1 101,8283 0/0, kadar nifedipin nama dagang 2 99,6063 0/0. Kadar nifedipin yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian diuji signifikansinya dengan menggunakan uji statistik yaitu uju t. Dari uji t untuk nifedipin generik dan nama dagang 1 -percobaan< ttabel, yaitu 2,0412 < 2,132 dan nifedipin generik dan nama dagang 2 -percobaan< ttabel yaitu 1,5092 < 2,132 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak artinya tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara tablet nifedipin generik dan nama dagang 1, maupun tablet nifedipin generik dan nama dagang 2. Kata Kunci : Hipertensi, Tablet Nifedipin, Spektrofotometri Ultraviolet