Heny Herawati
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

POTENSI HIDROKOLOID SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PRODUK PANGAN DAN NONPANGAN BERMUTU Heny Herawati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 37, No 1 (2018): Juni, 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v37n1.2018.p17-25

Abstract

ABSTRAKHidrokoloid merupakan komponen polimer yang berasal dari sayuran, hewan, atau mikroba yang umumnya memiliki kemampuan menyerap dan mengikat air. Terdapat berbagai jenis hidrokoloid potensial yang dapat diekstrak dan dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pangan dan nonpangan untuk meningkatkan kualitas produk. Ekstraksi hidrokoloid dapat dilakukan secara fisik, kimia, dan biokimiawi. Beberapa jenis hidrokoloid dapat diekstrak dari beberapa bagian komponen tanaman seperti akar, biji, buah, umbi dan cangkang. Hidrokoloid memiliki karakteristik spesifik, bergantung pada struktur rantai dan gugus fungsional yang terdapat di dalamnya. Struktur rantai yang mengandung banyak gugus hidroksil menyebabkan hidrokoloid lebih mudah menyerap air. Hidrokoloid dapat digunakan sebagai komponen dalam menghasilkan produk pangan maupun nonpangan yang berkualitas. Dalam pembuatan produk pangan, hidrokoloid berfungsi sebagai penstabil, pembentuk tekstur, dan meningkatkan daya serap air produk. Hidrokoloid juga memiliki potensi meningkatkan daya lepas komponen aktif dan daya serap produk farmasi.Kata kunci: hidrokoloid, pangan, nonpangan, mutu produk ABSTRACTHydrocolloids are polymer components derived from vegetables, animals, or microbes that generally have the ability to absorb and bind water. There are various types of potential hydrocolloids that can be extracted and used as an added ingredient to improve product quality. The hydrocolloid extraction method can be done physically, chemically and biochemically. Some types of hydrocolloid can be extracted from several component parts of crops such as roots, seeds, fruits, tubers or shell. Hydrocolloids may have specific characteristics depending on its chain structure and functional groups. Hydrocolloid with many hydroxyl groups can absorb water easily. Hydrocolloids can be used as a component in producing the qualified food and non-food products. There are opportunities to develop hydrocolloids in food products as stabilizers, texture formation and water absorbent. Hydrocolloids have the potential to improve the quality power to release active component and absorption of pharmaceutical products.Keywords: hydrocolloids, food, non-food, products quality
Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu Dan Ubikayu Di Indonesia Elmi Kamsiati; Heny Herawati; Endang Yuli Purwani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 36, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v36n2.2017.p67-76

Abstract

Plastic is a packaging materials that are widely used but has an adverse impact on the environment because it is difficult to degrade in nature. Production technology of biodegradable plastics from natural resources that have characteristic environmentally friendly has developed. Starch-based biodegradable plastic is a widely developed type because the production process is simple and the raw materials more readily available. The starch of cassava and sago has potential as a raw material of biodegradable plastic because of the availability and its characteristic. Also, to make starch as the main ingredient, plasticizers and structural strengthening materials are required to produce biodegradable plastic with excellent characteristics. The production stages of biodegradable plastics include mixing, heating, and casting. The starch-based biodegradable plastic that can apply to an environmentally friendly packaging material has an excellent opportunity developed in Indonesia.Keywords: Starch, sago, cassava, biodegradable plastics, production technology AbstrakPlastik merupakan bahan pengemas yang banyak digunakan namun berdampak buruk bagi lingkungan karena sulit terdegradasi di alam. Teknologi produksi plastik biodegradable atau bioplastik yang dibuat dari bahan alami dan ramah lingkungan sudah mulai dikembangkan. Plastik biodegradable berbahan dasar pati relatif lebih mudah diproduksi dan bahan baku mudah diperoleh. Pati ubi kayu dan sagu memiliki potensi sebagai bahan baku plastik biodegradable ditinjau dari ketersediaan dan karakteristiknya. Selain pati sebagai bahan utama, diperlukan pula plastisizer atau bahan pemlastis dan bahan penguat struktur untuk menghasilkan plastik biodegradable dengan karakteristik yang baik. Tahapan produksinya meliputi pencampuran, pemanasan, dan pencetakan. Plastik biodegradable berbahan dasar pati dapat digunakan sebagai bahan pengemas yang ramah lingkungan dan berpeluang besar dikembangkan.Kata kunci: Pati, sagu, ubi kayu, bioplastik, teknologi produksi
PENGARUH BEBERAPA VARIABEL EKSTERNAL TERHADAP NILAI DERAJAT SUBSTITUSI TAPIOKA TERMODIFIKASI Heny Herawati; I. Nyoman Widiasa; Kendri yanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapioka atau pati singkong dapat langsung digunakan sebagai bahan pangan atau sebagai aditif non-pangan yang lebih tinggi nilai ekonominya bila karakteristiknya dimodifikasi melalui perlakuan fisik, kimia atau kombinasi yang sesuai antara keduanya. Produk pati termodifikasi komersial antara lain adalah pati ester. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pati ester adalah nilai DS (Derajat Substitusi). Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa variabel yang mempengaruhi nilai DS tapioka termodifikasi. Tahapan kegiatan penelitian meliputi: 1) optimasi proses dengan microwave, (2) penelitian dengan rancangan percobaan faktorial dengan mempergunakan 3 faktor (konsentrasi substrat, konsentrasi asam dan modifikasi pengeringan) dan (3) optimasi dengan menggunakan Na2CO3 sebagai katalis. Data rancangan percobaan faktorial dianalisis dengan SAS 9.0 untuk ANOVA dan uji lanjut Duncan. Sedangkan data lainnya dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi substrat dan asam proporsional dengan peningkatan nilai DS. Berdasarkan rancangan faktorial diperoleh Nilai DS tertinggi 0,0929 pada kombinasi konsentrasi substrat 40 persen dengan penambahan asam suksinat 5 persen ddan pengeringan dengan microwave. Sedang perlakuan dengan penambahan asam suksinat sebesar 20 persen dan Na2CO3 20 persen menghasilkan nilai DS 0,166955, lebih tinggi daripada nilai DS  0,112916 pada penambahan asam suksinat 20 persen dan Na2CO3 2 persen. Kata kunci: Variabel, Derajat substitusi, Tapioka
Potensi Pengembangan Plastik Biodegradable Berbasis Pati Sagu Dan Ubikayu Di Indonesia Elmi Kamsiati; Heny Herawati; Endang Yuli Purwani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 36, No 2 (2017): Desember, 2017
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.187 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v36n2.2017.p67-76

Abstract

Plastic is a packaging materials that are widely used but has an adverse impact on the environment because it is difficult to degrade in nature. Production technology of biodegradable plastics from natural resources that have characteristic environmentally friendly has developed. Starch-based biodegradable plastic is a widely developed type because the production process is simple and the raw materials more readily available. The starch of cassava and sago has potential as a raw material of biodegradable plastic because of the availability and its characteristic. Also, to make starch as the main ingredient, plasticizers and structural strengthening materials are required to produce biodegradable plastic with excellent characteristics. The production stages of biodegradable plastics include mixing, heating, and casting. The starch-based biodegradable plastic that can apply to an environmentally friendly packaging material has an excellent opportunity developed in Indonesia.Keywords: Starch, sago, cassava, biodegradable plastics, production technology AbstrakPlastik merupakan bahan pengemas yang banyak digunakan namun berdampak buruk bagi lingkungan karena sulit terdegradasi di alam. Teknologi produksi plastik biodegradable atau bioplastik yang dibuat dari bahan alami dan ramah lingkungan sudah mulai dikembangkan. Plastik biodegradable berbahan dasar pati relatif lebih mudah diproduksi dan bahan baku mudah diperoleh. Pati ubi kayu dan sagu memiliki potensi sebagai bahan baku plastik biodegradable ditinjau dari ketersediaan dan karakteristiknya. Selain pati sebagai bahan utama, diperlukan pula plastisizer atau bahan pemlastis dan bahan penguat struktur untuk menghasilkan plastik biodegradable dengan karakteristik yang baik. Tahapan produksinya meliputi pencampuran, pemanasan, dan pencetakan. Plastik biodegradable berbahan dasar pati dapat digunakan sebagai bahan pengemas yang ramah lingkungan dan berpeluang besar dikembangkan.Kata kunci: Pati, sagu, ubi kayu, bioplastik, teknologi produksi
POTENSI HIDROKOLOID SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PRODUK PANGAN DAN NONPANGAN BERMUTU Heny Herawati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 37, No 1 (2018): Juni, 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.484 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v37n1.2018.p17-25

Abstract

ABSTRAKHidrokoloid merupakan komponen polimer yang berasal dari sayuran, hewan, atau mikroba yang umumnya memiliki kemampuan menyerap dan mengikat air. Terdapat berbagai jenis hidrokoloid potensial yang dapat diekstrak dan dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pangan dan nonpangan untuk meningkatkan kualitas produk. Ekstraksi hidrokoloid dapat dilakukan secara fisik, kimia, dan biokimiawi. Beberapa jenis hidrokoloid dapat diekstrak dari beberapa bagian komponen tanaman seperti akar, biji, buah, umbi dan cangkang. Hidrokoloid memiliki karakteristik spesifik, bergantung pada struktur rantai dan gugus fungsional yang terdapat di dalamnya. Struktur rantai yang mengandung banyak gugus hidroksil menyebabkan hidrokoloid lebih mudah menyerap air. Hidrokoloid dapat digunakan sebagai komponen dalam menghasilkan produk pangan maupun nonpangan yang berkualitas. Dalam pembuatan produk pangan, hidrokoloid berfungsi sebagai penstabil, pembentuk tekstur, dan meningkatkan daya serap air produk. Hidrokoloid juga memiliki potensi meningkatkan daya lepas komponen aktif dan daya serap produk farmasi.Kata kunci: hidrokoloid, pangan, nonpangan, mutu produk ABSTRACTHydrocolloids are polymer components derived from vegetables, animals, or microbes that generally have the ability to absorb and bind water. There are various types of potential hydrocolloids that can be extracted and used as an added ingredient to improve product quality. The hydrocolloid extraction method can be done physically, chemically and biochemically. Some types of hydrocolloid can be extracted from several component parts of crops such as roots, seeds, fruits, tubers or shell. Hydrocolloids may have specific characteristics depending on its chain structure and functional groups. Hydrocolloid with many hydroxyl groups can absorb water easily. Hydrocolloids can be used as a component in producing the qualified food and non-food products. There are opportunities to develop hydrocolloids in food products as stabilizers, texture formation and water absorbent. Hydrocolloids have the potential to improve the quality power to release active component and absorption of pharmaceutical products.Keywords: hydrocolloids, food, non-food, products quality
Potensi Pengembangan Produk Pati Tahan Cerna sebagai Pangan Fungsional Heny Herawati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n1.2011.p31-39

Abstract

Pati adalah karbohidrat yang merupakan polimer glukosa, terdiri atas amilosa dan amilopektin. Pemanfaatan patiasli masih sangat terbatas karena sifat fisik dan kimianya kurang memungkinkan untuk dimanfaatkan secara luas.Pati tahan cerna (resistant starch/RS) merupakan fraksi pati yang tahan terhadap hidrolisis oleh enzim pencernaanamilase serta perlakuan pulunase secara in vitro. RS merupakan produk pati termodifikasi dan terbagi menjadiempat tipe, yaitu RS1, RS2, RS3, dan RS4. Proses produksi RS bergantung pada tipe pati yang akan dihasilkan, yangmeliputi modifikasi fisik, kimia, dan biokimia. Masing-masing proses produksi tersebut akan memengaruhikarakteristik RS yang dihasilkan. RS memiliki nilai fungsional untuk fortifikasi serat, mengurangi kalori, danmengoksidasi lemak. Berdasarkan proses produksi, karakteristik, nilai fungsional, maupun alternatifpemanfaatannya, RS memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan fungsional bagikesehatan.