Endang Gati Lestari
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jalan Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111, Indonesia Telp. (0251) 8337975, 8339793, Faks. (0251) 8338820

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN THIDIAZURON DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PROLIFERASI TANAMAN SECARAIN VITRO Endang Gati Lestari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n2.2015.p87-93

Abstract

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkan organjaringan ataupun sel tanaman pada media kultur dalam kondisiaseptik. Keberhasilan pembentukan tunas dalam kultur jaringanbergantung pada berbagai faktor, antara lain media tumbuh, jenisdan kondisi fisiologis eksplan, serta zat pengatur tumbuh yangdigunakan. Proliferasi tunas pada tanaman berkayu biasanya sangatlambat, sedangkan aplikasi zat pengatur tumbuh sitokinin darigolongan benzil adenin dan kinetin belum dapat memacupembentukan tunas secara optimal. Penemuan senyawa baruthidiazuron pada tahun 1976 dapat mengatasi proliferasi tunas padaberbagai tanaman, khususnya tanaman berkayu. Thidiazuronmerupakan senyawa kimia yang mempunyai aktivitas hampir samadengan sitokinin, yaitu dapat meningkatkan proliferasi tunas danpembentukan embrio somatik. Thidiazuron mempunyai aktivitastinggi pada konsentrasi rendah, yaitu sekitar 0,1-0,5 mg/l.Pemanfaatan thidiazuron dalam penelitian kultur jaringan terusmeningkat yang dapat dilihat dari jumlah publikasi yangditerbitkan. Data ISI Web Science menunjukkan bahwa pada tahun1992 terdapat 45 hasil penelitian tentang thidiazuron, tahun 2005sebanyak 80 publikasi, dan tahun 2009 meningkat menjadi 100publikasi.
PERAN THIDIAZURON DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PROLIFERASI TANAMAN SECARAIN VITRO Endang Gati Lestari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n2.2015.p87-93

Abstract

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkan organjaringan ataupun sel tanaman pada media kultur dalam kondisiaseptik. Keberhasilan pembentukan tunas dalam kultur jaringanbergantung pada berbagai faktor, antara lain media tumbuh, jenisdan kondisi fisiologis eksplan, serta zat pengatur tumbuh yangdigunakan. Proliferasi tunas pada tanaman berkayu biasanya sangatlambat, sedangkan aplikasi zat pengatur tumbuh sitokinin darigolongan benzil adenin dan kinetin belum dapat memacupembentukan tunas secara optimal. Penemuan senyawa baruthidiazuron pada tahun 1976 dapat mengatasi proliferasi tunas padaberbagai tanaman, khususnya tanaman berkayu. Thidiazuronmerupakan senyawa kimia yang mempunyai aktivitas hampir samadengan sitokinin, yaitu dapat meningkatkan proliferasi tunas danpembentukan embrio somatik. Thidiazuron mempunyai aktivitastinggi pada konsentrasi rendah, yaitu sekitar 0,1-0,5 mg/l.Pemanfaatan thidiazuron dalam penelitian kultur jaringan terusmeningkat yang dapat dilihat dari jumlah publikasi yangditerbitkan. Data ISI Web Science menunjukkan bahwa pada tahun1992 terdapat 45 hasil penelitian tentang thidiazuron, tahun 2005sebanyak 80 publikasi, dan tahun 2009 meningkat menjadi 100publikasi.