Slamet .
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Teknik Aklimatisasi Tanaman Kedelai Hasil Regenerasi Kultur In Vitro Slamet .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v30n2.2011.p48-54

Abstract

Pembentukan varietas unggul melalui bioteknologi melibatkan kultur in vitro. Penyesuaian bibit kultur terhadaplingkungan luar (aklimatisasi) adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dalam penelitian yang melibatkan kulturjaringan (kultur in vitro). Aklimatisasi dilakukan setelah teknik regenerasi tanaman dikuasai. Namun, selain teknikaklimatisasi yang sulit, protokol teknik aklimatisasi tanaman tidak berlaku umum. Setiap jenis tanaman hasilregenerasi kultur in vitro biasa (nontransgenik) menghendaki teknik aklimatisasi yang berbeda. Keberhasilanaklimatisasi merupakan salah satu tindakan penyelamatan plasma nutfah yang tidak ternilai. Tulisan ini membahaskultur jaringan dalam bioteknologi, arti penting aklimatisasi, perkembangan aklimatisasi kedelai, faktor-faktoryang memengaruhi keberhasilan aklimatisasi, serta kendala dan prospek pengembangannya. Informasi yang disajikandiharapkan memberikan sumbangsih bagi kemajuan penelitian kedelai di Indonesia khususnya, dan pihak-pihakyang terlibat dalam kultur jaringan, baik peneliti, praktisi, mahasiswa maupun khalayak umum.
Perkembangan Teknik Aklimatisasi Tanaman Kedelai Hasil Regenerasi Kultur In Vitro Slamet .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.141 KB) | DOI: 10.21082/jp3.v30n2.2011.p48-54

Abstract

Pembentukan varietas unggul melalui bioteknologi melibatkan kultur in vitro. Penyesuaian bibit kultur terhadaplingkungan luar (aklimatisasi) adalah salah satu tahapan yang harus dilalui dalam penelitian yang melibatkan kulturjaringan (kultur in vitro). Aklimatisasi dilakukan setelah teknik regenerasi tanaman dikuasai. Namun, selain teknikaklimatisasi yang sulit, protokol teknik aklimatisasi tanaman tidak berlaku umum. Setiap jenis tanaman hasilregenerasi kultur in vitro biasa (nontransgenik) menghendaki teknik aklimatisasi yang berbeda. Keberhasilanaklimatisasi merupakan salah satu tindakan penyelamatan plasma nutfah yang tidak ternilai. Tulisan ini membahaskultur jaringan dalam bioteknologi, arti penting aklimatisasi, perkembangan aklimatisasi kedelai, faktor-faktoryang memengaruhi keberhasilan aklimatisasi, serta kendala dan prospek pengembangannya. Informasi yang disajikandiharapkan memberikan sumbangsih bagi kemajuan penelitian kedelai di Indonesia khususnya, dan pihak-pihakyang terlibat dalam kultur jaringan, baik peneliti, praktisi, mahasiswa maupun khalayak umum.