Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SAMBUNG PUCUK SEBAGAI ALTERNATIF PILIHAN PERBANYAKAN BIBIT KAKAO Jermia Limbongan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v32n4.2013.p166-172

Abstract

Perkembangan area kakao di Indonesia terus meningkat dari tahunke tahun. Produktivitas rata-rata mencapai 625 kg/ha/tahun,meskipun potensinya lebih dari 2.000 kg/ha/tahun. Salah satukendala dalam program revitalisasi perkebunan kakao adalahkekurangan bibit sebanyak 18 juta bibit per tahun. Bibit tanamankakao dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif.Perbanyakan bibit kakao secara vegetatif bertujuan untuk memperolehbibit yang bermutu tinggi, baik kuantitas maupunkualitasnya. Pemilihan teknologi perbanyakan bibit kakao secaravegetatif perlu mempertimbangkan ketersediaan entres, kemampuansumber daya manusia, tingkat keberhasilan sambungan, jumlahkebutuhan bibit, dan ketersediaan fasilitas penunjang. Beberapaalternatif pilihan yang tersedia antara lain teknologi setek, okulasi,sambung pucuk, sambung samping, dan somatik embriogenesis.Teknologi perbanyakan vegetatif yang paling banyak diterapkanpetani kakao adalah sambung pucuk. Teknologi ini mudahdilakukan, bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, danbiayanya murah. Keuntungan yang diperoleh dari usaha perbenihankakao mencapai Rp26.250.500 per 10.000 bibit dengan tingkatkelayakan usaha (B/C) 1,4.