Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Root Trainer untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Karet Andi Nur Cahyo; Jamin Saputra; Charlos Togi Stevanus; Sahuri .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v35n1.2016.p17-24

Abstract

Bibit karet dalam polibag memiliki kelemahan yaitu akar tunggangnya membentuk spiral mengikuti bentuk lingkaran dasar polibag. Hal ini akan merugikan tanaman karena akar tunggang yang melingkar menyebabkan kedalaman akar tunggang menjadi berkurang karena akar tidak langsung tumbuh ke bawah. Hal inimengakibatkan kemampuan tanaman dalam menyerap air dan hara menjadi berkurang dan tanaman menjadi rentan tumbang karena terpaan angin yang kuat di lapangan. Upaya untuk mengatasi kelemahan bibit karet dalam polibag adalah mengembangkan bibit karet dalam root trainer. Root trainer adalah pot untukmenumbuhkan bibit yang berasal dari biji (seedling), biasanya terbuat dari plastik, berbentuk silindris maupun kotak yang mengecil di bagian bawah, dilengkapi dengan lubang drainase di bagian bawah dan sekat vertikal di bagian dalam dinding dalam root trainer. Penggunaan root trainer memungkinkan akar tunggang mengarah ke bawah karena adanya sekat yang menonjol di bagian dinding roottrainer. Selain itu, penanaman bibit karet dapat ditunda apabila keadaan belum memungkinkan karena bibit dapat menjadi dorman selama proses penguatan (hardening). Untuk mendapatkan bibit karet dalam root trainer yang berkualitas, diperlukan formulasi media tanam, pemupukan, dan irigasi yang tepat. 
Penggunaan Root Trainer untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Karet Andi Nur Cahyo; Jamin Saputra; Charlos Togi Stevanus; Sahuri .
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v35n1.2016.p17-24

Abstract

Bibit karet dalam polibag memiliki kelemahan yaitu akar tunggangnya membentuk spiral mengikuti bentuk lingkaran dasar polibag. Hal ini akan merugikan tanaman karena akar tunggang yang melingkar menyebabkan kedalaman akar tunggang menjadi berkurang karena akar tidak langsung tumbuh ke bawah. Hal inimengakibatkan kemampuan tanaman dalam menyerap air dan hara menjadi berkurang dan tanaman menjadi rentan tumbang karena terpaan angin yang kuat di lapangan. Upaya untuk mengatasi kelemahan bibit karet dalam polibag adalah mengembangkan bibit karet dalam root trainer. Root trainer adalah pot untukmenumbuhkan bibit yang berasal dari biji (seedling), biasanya terbuat dari plastik, berbentuk silindris maupun kotak yang mengecil di bagian bawah, dilengkapi dengan lubang drainase di bagian bawah dan sekat vertikal di bagian dalam dinding dalam root trainer. Penggunaan root trainer memungkinkan akar tunggang mengarah ke bawah karena adanya sekat yang menonjol di bagian dinding roottrainer. Selain itu, penanaman bibit karet dapat ditunda apabila keadaan belum memungkinkan karena bibit dapat menjadi dorman selama proses penguatan (hardening). Untuk mendapatkan bibit karet dalam root trainer yang berkualitas, diperlukan formulasi media tanam, pemupukan, dan irigasi yang tepat. 
STRATEGI PEMUPUKAN TANAMAN KARET DALAM MENGHADAPI HARGA KARET YANG RENDAH Jamin Saputra
Warta Perkaretan Vol. 37 No. 2 (2018): Volume 37, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.778 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v37i2.584

Abstract

Pemeliharaan tanaman karet melalui pemupukan merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan dan produksi yang optimal. Akhir-akhir ini ketersediaan pupuk yang terbatas, harga yang terus meningkat, dan harga karet yang rendah menyebabkan kegiatan pemupukan pada perkebunan karet sering tertunda. Selain penundaan kegiatan pemupukan juga terjadi pengurangan dosis dan bahkan meniadakan kegiatan pemupukan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji hasil-hasil penelitian dalam upaya peningkatan efisiensi pemupukan pada tanaman karet sehingga biaya pemupukan dapat dikurangi. Hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemupukan dapat dikurangi sampai 75% dari dosis pupuk tunggal apabila menerapkan teknologi pemupukan menggunakan pupuk majemuk dengan tambahan slow release agent yang sering disebut dengan Slow Release Fertilizer (SRF) dan upaya lain dengan menggunakan kombinasi pupuk tunggal dengan pupuk hayati. Selain itu penentuan dosis rekomendasi harus mempertimbangkan sifat tanah sehubungan dengan kapasitas tanah dalam menyediakan unsur hara untuk tanaman, faktor lingkungan yang mempengaruhi efisiensi pemupukan, serta kebutuhan tanaman akan unsur hara sesuai dengan umur, produksi, dan kesehatan tanaman. Pada kondisi pekebun yang mengalami kesulitan melakukan pemupukan akibat harga karet yang rendah maka penundaan pemupukan selama dua tahun belum memberikan efek kerugian finansial bagi pekebun.
APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAMAN KARET MENGHASILKAN Jamin Saputra; Charlos Togi Stevanus
Warta Perkaretan Vol. 38 No. 1 (2019): Volume 38, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.183 KB) | DOI: 10.22302/ppk.wp.v1i1.587

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah terbesar dibandingkan limbah padat lainnya di perkebunan kelapa sawit. Sekitar 23% dari tandan buah segar menjadi tandan kosong kelapa sawit. Hal tersebut merupakan potensi yang besar untuk bahan baku pembuatan kompos.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompos dari tandan kosong kelapa sawit dan kombinasinya dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman karet menghasilkan. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Sembawa dari tahun 2014 sampai 2016. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tanaman karet klon PB 260 dengan tahun tanam 2001. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 49 tanaman. Perlakuan yang diuji terdiri atas: (1) Kontrol (tanpa pemupukan), (2) 100% dosis umum pupuk kimia, (3) 2 kg kompos, (4) 1,6 kg kompos + 25% dosis umum pupuk kimia, (5) 1,2 kg kompos + 50% dosis umum pupuk kimia, (6) 0,8 kg kompos + 75% dosis umum pupuk kimia. Pengamatan dilakukan terhadap kandungan hara tanah dan tanaman, pertumbuhan lilit batang, tebal kulit pulihan, dan produksi tanaman selama dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kompos 1,2 kg+50 % dosis umum berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan lilit batang dan produksi tanaman karet. Penggunaan kompos dengan dosis 1,2 - 1,6 kg mampu menurunkan penggunaan pupuk kimia sebesar 50 - 75%.