Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN (SILVOFISHERY) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE BAGI MASYARAKAT PESISIR BOLAANG MONGONDOW SELATAN Anton Rumengan; Debry Chrystie Lintong; Elvi S Mandiangan; Hengky J. Sinjal; Carolus P. Paruntu
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 3 (2019): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan PKM ini untuk mencari solusi dalam persoalan yang dihadapi. yaitu: 1) Masyarakat belum memanfaatkan lingkungan mangrove, sebagai tempat untuk pemeliharaan ikan; 2) Pemahaman tentang fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan organisme air masih sangat kurang, serta belum mengetahui bahaya/ancaman yang ditimbulkan akibat penebangan pohon mangrove oleh masyarakat setempat; 3) Sebagian besar ekosistem mangrove yang ada di wilayah ini telah rusak, karena ditebang untuk dijadikan bahan rumah ataupun sebagai kayu bakar; 4) Pengelolaan pembukuan nelayan masih bersifat konvensional, mengakibatkan banyak pengeluaran dan pemasukan tidak tercatat, hal ini mempersulit dalam penghitungan keuntungan yang diperoleh. Target khusus untuk mengatasi persoalan-persoalan di atas adalah melalui penyuluhan dan pelatihan, pendampingan, dan pendidikan manajemen usaha dan ekonomi secara langsung di lapangan kepada nelayan. Metode pelatihan dilakukan berdasarkan metode otodidak, memberikan ceraman (teori dan praktek) dan diskusi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 10 (sepuluh) bulan, dengan tahapan persiapan, pelatihan/ pendampingan, pemantauan, dan monitoring dan evaluasi. Target luaran yang dicapai pada akhir penyuluhan dan pelatihan ini adalah semua anggota kelompok maupun keluarganya mempunyai pengetahuan tentang:1) Fungsi dan manfaat konservasi mangrove, 2) Mitra memahami teknologi budidaya ikan metode silvofishery dan mempraktekkannya pembuatan tambak tumpang sari yang mengkombinasikan tambak dengan penanaman mangrove sehingga akan tersedianya ikan hasil budidaya metode silvofishery; 3) memahami dan mempraktekan dalam membuat pencatatan uang masuk dan keluar serta mampu menganalisis cash flow, sehingga mereka bisa mengatur dan mengetahui keuntungan mereka melalui pembukuan yang baik dan pada akhirnya akan meningkatkan pengetahuan dan produksi ikan di Desa Deaga. The purpose of this community service (shorten PKM) in Deage Village is to find solutions to the village’s community lack of (1) concern in making use of mangrove area for rearing Nile tilapia using silvofishery technique, (2) understanding about the function and benefit of mangrove for the life of aquatic organisms and the danger of cutting off mangrove, 3) awareness of the disctruction of mangrove forest that they cut down for building houses and for firewoods as well as 4) financial knowledge that led to their monthly high expenditure and low income. To overcome the problems, our team provided the Deaga’s community with counseling, training and mentoring in planting mangroves and education in business, economy and management directly at the field. The training method was based on adult learning methods in form of theory (lecture and group discussion) and practice mangrove plantation and building pond for silvofishery. The PKM was implemented for 10 months, covering key aspects such as preparation, training/assistance, monitoring and evaluation. The achieved targets or outcomes of this community service at the end of this program included (1) improvement in community’s knowledge about and awereness of the functions and benefits of mangroves conservation implemented through the plantation of 500 mangrove trees, 2) a better understanding of the silvofishery fish culture technology shown by the availability of 2 intercropping ponds built by the community combining a lake and mangrove as silvofishery fish cultivation method and 3) a better practice in recording their life expense (income and expenditure) and in analyzing cash flow, allowing them to manage their money through a proper book keeping, which in turn increased fisheries knowledge and fish production in Deaga Village.
Composition and Granulometric Distribution of Sediment in Sindulang–Bitung Karang Ria, Manado Tikas N.P. Rasmo; Royke M. Rampengan; Wilmy E. Pelle; Rignolda Djamaluddin; Esther D. Angkouw; Carolus P. Paruntu
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64364

Abstract

Beaches, as coastal landforms comprising unconsolidated sediments, are essential for coastal ecosystems and human activities. The physical characteristics of sediments, particularly grain size (granulometry), reflect the dynamics of sedimentation processes and coastal environmental conditions. This study aimed to describe the composition and analyze the granulometric distribution of sediments collected from the Sindulang to Bitung Karang Ria beach area in Manado City. Sediment samples were collected from nine points on April 28, 2025, at a layer depth of approximately 1 cm from the sediment surface. The sediments were classified using the Wentworth scale and statistically analyzed using the Folk and Ward formula. The results showed that the sediment was dominated by the Sand fraction, ranging from Fine Sand 0.125 mm (3 φ) to Very Coarse Sand 2 mm (-1 φ). The Mean Size (Mz) ranged from 0.445 mm (1.168 φ) to 1.777 mm (-0.829 φ), falling within the Medium Sand to Very Coarse Sand categories. Statistical parameters indicated Sorting (σ₁) was Moderate to Poor, Skewness (Sk) varied from Fine-Skewed to Strongly Coarse-Skewed, and Kurtosis (KG) ranged from Platykurtic to Leptokurtic. This pattern indicates the dominance of active depositional processes and inherent sediment stability in the studied area. Keywords: beach, sediment composition, particle size distribution, Sindulang, Bitung Karang Ria   Abstrak Gisik, sebagai bentuk lahan pesisir yang tersusun atas sedimen lepas, memiliki peran penting bagi ekosistem pantai dan kegiatan manusia. Karakteristik fisik sedimen, khususnya ukuran butir (granulometri), mencerminkan dinamika proses pengendapan dan kondisi lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komposisi dan menganalisis distribusi granulometri sedimen pada lahan gisik di kawasan Sindulang hingga Bitung Karang Ria, Kota Manado. Sampel sedimen diambil dari sembilan titik pada 28 April 2025 pada kedalaman lapisan ≈ 1 cm dari permukaan sedimen. Sedimen diklasifikasikan berdasarkan skala Wentworth dan dianalisis secara statistik menggunakan formula Folk dan Ward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sedimen didominasi oleh fraksi Pasir, dengan variasi ukuran dari Pasir Halus 0,125 mm (3 φ) hingga Pasir Sangat Kasar 2 mm (-1 φ). Rataan Empirik (Mz) berkisar antara 0,445 mm (1,168 φ) hingga 1,777 mm (-0,829 φ), yang termasuk dalam kategori Pasir Sedang hingga Pasir Sangat Kasar. Parameter statistik menunjukkan Penyortiran (σ₁) tergolong Sedang hingga Buruk, Kemencengan (Sk) bervariasi dari Asimetris ke Ukuran Kecil hingga Asimetris Kuat ke Ukuran Besar, dan Peruncingan (KG) berkisar dari Platikurtik hingga Leptokurtik. Pola ini mengindikasikan dominasi proses deposisi aktif dan stabilitas sedimen di kawasan yang diteliti. Kata kunci: gisik, komposisi sedimen, distribusi granulometri, Sindulang, Bitung Karang Ria