Anhar Gonggong
Staf Pengajar Fakultas Ilmu Administrasi Unika Atmajaya Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kontroversi dan Dinamika Sejarah Indonesia Gonggong, Anhar
Jurnal Sejarah Vol 10 (2001): MEMAHAMI KONTROVERSI SEJARAH ORDE BARU
Publisher : Masyarakat Sejarawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.697 KB)

Abstract

Revitalisasi Nilai Kebhinnekaan Guna mengikis Sikap Intoleransi dalam Kehidupan masyarakat Anhar Gonggong
Jurnal Ilmu Kepolisian Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Kepolisian Volume 11 No 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun Kembali Budaya Maritim Indonesia dengan Strategi Maritim Indonesia Anhar Gonggong
Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) Vol 8, No 2 (2020): JURNAL MARITIM INDONESIA
Publisher : PUSJIANMAR SESKOAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52307/ijm.v8i2.38

Abstract

Selama ini kita telah memunggungi laut. Istilah memunggungi itu bermakna: diabaikan alias tidak dipedulikan, tidak dipentingkan. Karena alam-geografis negara kita ini terdiri dari pulau-pulau yang justru dihubung-persatukan oleh air, yaitu laut dan sungai. selama ini, tampak bahwa tanah dalam arti darat, dianggap lebih penting dari air dalam arti laut-sungai. Dalam topik yang diberikan kata budaya yang dikaitkan dengan maritim – budaya maritim. Dengan berdasar tersebut, dihubungkan dengan PMD (Poros Maritim Dunia), yang terdiri dari: 1) Pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), 2) Pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan di laut, 3) Tata kelola dan kelembagaan laut, 4) Ekonomi dan infrastruktur kelautan dan peningkatan kesejahteraan, 5) Pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut, 6) Budaya bahari, dan 7) Diplomasi maritim. PMD itu, tidaklah cukup untuk disosialisasikan di dalam negeri, karena tidak hanya akan menyangkut penataan aspek-aspek di dalam negeri, melainkan terutama juga akan berkaitan dengan negara-negara lain. Sekarang, kita harus mengacu kepada Perpres, yaitu yang berkaitan dengan tujuh aspek-pilar yang harus menjadi perhatian utama untuk mengembalikan budaya maritim Indonesia. Strategi yang penting untuk menghadapi masa depan, selain strategi dalam bidang pertahanan, keamanan, penegakan hukum dan keselamatan di laut, adalah pembangunan dan pengembangan industri di bidang maritim. Kata     Kunci: laut, budaya maritim, strategi, poros maritim dunia.So far we have turned our backs to the sea. The term backsliding means: ignored, aka disregarded. Because the geography of our country consists of islands which are actually connected together by water, namely the sea and the river. So far, it appears that land in the sense of land is considered more important than water in the sense of sea-river. In the topic given the word culture associated with maritime - maritime culture. Based on this, it is linked to PMD (Global Maritime Fulcrum), which consists of: 1) Management of marine resources and human resource development (HR), 2) Defense, security, law enforcement and safety at sea, 3) Governance and marine institutions, 4) Economy and marine infrastructure and welfare improvement, 5) Management of marine space and protection of the marine environment, 6) Maritime culture, and 7) Maritime diplomacy. PMD, it is not enough to be socialized in the country, because it will not only involve the arrangement of domestic aspects, but especially will also relate to other countries. Now, we must refer to the Presidential Decree, which deals with the seven pillars that must be of primary concern to restore Indonesia's maritime culture. An important strategy for facing the future, in addition to strategies in the fields of defense, security, law enforcement and safety at sea, is the development and development of industries in the maritime sector.     Keywords: sea, maritime culture, strategy, global maritime fulcrum.
REVITALISASI PENDIDIKAN YANG BERBASIS NASIONALISME : POSISI KHAS SEJARAH MEMBANGSA INDONESIA Anhar Gonggong
Khazanah Pendidikan Vol I No 1 September 2008
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v1i1.633

Abstract

This paper studies the importance of revitalizing the nationalism based education in Indonesia. The study starts with finding the relationship between education and nationalism during the Dutch occupation. It is then followed by the relevance between education and nationalism as the root of the Indonesian national movement. The writer gives examples of education which is developed by Muhammadiyah and Taman Siswa as an effort of revitalizing nationalism based education. At the end of this paper there will discussion on the importance of history subject in building the spirit of nationalism and patriotism. Key words: educational revitalization, nationalism, Indonesia
SEJARAH PEMBERONTAKAN BERSENJATA DI INDONESIA : SKETSA PERGUMULAN DI DALAM ERA KEMERDEKAAN TAHUN 1948-2006 Anhar Gonggong
terAs Law Review : Jurnal Hukum Humaniter dan HAM Vol. 2 No. 3 (2006): Jurnal Hukum Humaniter
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3342.731 KB) | DOI: 10.25105/teras-lrev.v2i3.5406

Abstract

Tercatat dalam masa kemerdekaan telah terjadi delapan kali pemberontakan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai latar belakang dan motif, dari kecewa, etnik sampai dengan ideologi politik. Dalam usia kemerdekaan yang telah memasuki 60 tahun, pemberontakan masih terus terjadi, jawaban sebenarnya terletak pada pemaknaan dan realisasi dari kehendak bersama kita menjadi negara merdeka. Kita tetap berada dalam kemajemukan, di tengah kesepakatan menjadi satu bangsa, namun ada tujuan bersama yang harus diwujudkan bersama, yaitu kehidupan bersama yang adil dan makmur