IRENG DARWATI
Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Jl. Tentara Pelajar No. 3, Bogor

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN GA 3 PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA IMBIBISI TERHADAP PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) DEVI RUSMIN; FAIZA C. SUWARNO; IRENG DARWATI
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 17, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v17n3.2011.89-94

Abstract

ABSTRAKPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) merupakan tanaman herbatahunan dari famili Apiaceae, yang hidup secara endemik pada habitatdengan ketinggian 1.800 - 3.000 m dari muka laut, dan pada saat initergolong tanaman langka. Salah satu permasalahan dalam pengembangantanaman ini adalah viabilitas benih saat masak fisiologis rendah (<25%).Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan percobaan yang bertujuan untukmengetahui tingkat konsentrasi GA 3 dan lama imbibisi yang tepat untukmeningkatkan viabilitas potensial dan vigor benih purwoceng. Percobaandilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi, Balai Penelitian TanamanObat dan Aromatik, Bogor mulai bulan November sampai denganDesember 2009. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancanganacak lengkap (RAL), dengan 2 faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamaadalah enam taraf pemberian GA 3 , yaitu: 0, 100, 200, 300, 400, dan 500ppm. Faktor kedua yang diuji dua taraf lama imbibisi benih yaitu: 24 dan48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian GA 3 400 ppmdengan lama imbibisi 48 jam dapat meningkatkan daya berkecambah,potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan kecepatan perkecambahanbenih purwoceng menjadi 1,5 - 2 kali dibandingkan tanpa pemberian GA 3.Kata kunci: Pimpinella pruatjan, benih, GA 3 , imbibisi, konsentrasiABSTRACTEffect of GA 3 Concentration and Imbibition Period onSeed Viability of PruatjanPimpinella pruatjan Molk. is an annual herbaceous plant andbelongs to the family of the Apiaceae. It lives in endemic with an altitudeof 1,800-3,000 m above sea level and has been currently classified as rareplant. One of the problems in the development of this crop is low in seedviability (<25%) when it is physiologically mature. Based on the problem,an experiment was conducted aiming to find out the level of GA 3concentration and imbibition period to increase seed viability and vigourof P. pruatjan. The experiment was conducted at Gunung PutriExperimental Station and Plant Physiology Laboratory of the IndonesianMedicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI), fromNovember to December 2009. The experiment was arranged usingcompletely randomized design (CRD), with 2 factors and three replicates.The first factor was level of GA 3 concentration : 0, 100, 200, 300, 400, and500 ppm. The second factor was seed imbibition period : 24 and 48 hours.Results of the experiment showed that: GA 3 400 ppm with imbibitionperiod of 48 hours improved seed germination, maximum growthpotential, vigor index, and rate of germination of purwoceng seed to 1.5- 2 times compared to without GA 3 treatment.Key words: Pimpinella pruatjan, seed , GA 3 , imbibition, concentration
PENGARUH SUHU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMBRIO SOMATIK PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) NUR AJIJAH; IRENG DARWATI; YUDIWANTI YUDIWANTI; ROOSTIKA ROOSTIKA
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 16, No 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v16n2.2010.56-63

Abstract

ABSTRAKPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk. atau P. alpina KDS.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia endemik dataran tinggidan pada saat ini dibudidayakan secara terbatas di Dataran Tinggi Dieng.Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memperluas arealpengembangan tanaman ini adalah melalui perakitan varietas tolerandataran rendah atau menengah, yang antara lain dapat diperoleh melaluipendekatan seleksi ketahanan terhadap suhu tinggi yang dapat dilakukansecara in vitro. Pengaruh cekaman suhu tinggi terhadap pertumbuhan danperkembangan purwoceng secara in vitro sejauh ini belum diketahui.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu inkubasi terhadappertumbuhan dan perkembangan embrio somatik purwoceng secara invitro. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan BalaiPenelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Bogor mulai Oktober2007 – Maret 2008. Embrio somatik purwoceng diinduksi dari eksplandaun aseptik. Embrio somatik fase globuler yang terbentuk dipergunakansebagai eksplan kemudian diinkubasi pada tiga taraf suhu ruang yaitu 17,3± 0,5ºC (kontrol), 23,3 ± 2,1ºC, dan 32,8 ± 1,7ºC selama 3 bulan dengansub kultur setiap bulan sampai terbentuk planlet/tunas. Pengamatandilakukan terhadap peubah pertumbuhan dan perkembangan eksplanembrio somatik yang meliputi penambahan bobot segar eksplan,persentase eksplan yang membentuk tunas, jumlah tunas yang terbentukper eksplan serta persentase eksplan hidup. Hasil penelitian menunjukkanbahwa suhu inkubasi berpengaruh nyata terhadap semua peubah yangdiamati. Rata-rata  penambahan  bobot  segar,  persentase  eksplanmembentuk tunas, jumlah tunas per eksplan dan persentase eksplan hidupsemakin menurun dengan semakin meningkatnya suhu inkubasi. Suhu 32,8± 1,7ºC memberikan pengaruh penghambatan yang nyata terhadappertumbuhan dan perkembangan embrio somatik purwoceng dibandingkansuhu kontrol dan 23,3 ± 2,1ºC sejak periode inkubasi 1 bulan. Sedangkansuhu 23,3 ± 2,1ºC baru memberikan pengaruh penghambatan yang nyatasetelah periode inkubasi 3 bulan.Kata kunci : Pimpinella pruatjan, embrio somatik, suhu, pertumbuhanABSTRACTEffect of temperature incubation on growth and de-velopment of Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.)somatic embryosPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk., P. alpina KDS.) is one ofIndonesian medicinal plants. It is high altitude endemic species which iscurrently cultivated on a limited areas in the Dieng Plateau. One effort toexpand purwoceng cultivation areas is through the assembly ofpurwoceng varieties tolerant to low or medium altitude, among others, canbe obtained through the approach of selection for high temperaturetolerance that can be done by in vitro selection. How high temperaturestress influencing the growth and development of purwoceng somaticembryos is not known yet. The research aimed at determining theinfluence of incubation temperature on the growth and development ofpurwoceng somatic embryos. The research was conducted at tissue culturelaboratory of Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute(IMACRI) from October 2007 – March 2008. Purwoceng somaticembryos induced from aseptic leaves incubated at three levels of roomtemperature i.e. 17.3 ± 0.5 º C (control), 23.3 ± 2.1 ºC, and 32.8 ± 1.7 º Cfor 3 months with a subculture every month. Variables observed wereexplants fresh weight increment, percentage of explants forming shoot,number of shoot per explants, and percentage of survive explants. Theresult showed that the average of explants fresh weight increment,percentage of explants forming shoot, number of shoot per explants, andpercentage of survive explants decreased with the increase of temperature.The growth and development of purwoceng somatic embryos weresignificantly inhibited at the temperature of 32.8 ± 1.7ºC since one monthafter incubation, while the inhibition of temperature of 23.3 ± 2.1 ºC wasnot significant except after 3 month of incubation.Key words: Pimpinella pruatjan, somatic embryos, temperature, growth
PENGARUH SUHU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMBRIO SOMATIK PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) NUR AJIJAH; IRENG DARWATI; YUDIWANTI YUDIWANTI; ROOSTIKA ROOSTIKA
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 16, No 2 (2010): Juni 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v16n2.2010.56-63

Abstract

ABSTRAKPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk. atau P. alpina KDS.) merupakan salah satu tanaman obat asli Indonesia endemik dataran tinggidan pada saat ini dibudidayakan secara terbatas di Dataran Tinggi Dieng.Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk memperluas arealpengembangan tanaman ini adalah melalui perakitan varietas tolerandataran rendah atau menengah, yang antara lain dapat diperoleh melaluipendekatan seleksi ketahanan terhadap suhu tinggi yang dapat dilakukansecara in vitro. Pengaruh cekaman suhu tinggi terhadap pertumbuhan danperkembangan purwoceng secara in vitro sejauh ini belum diketahui.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu inkubasi terhadappertumbuhan dan perkembangan embrio somatik purwoceng secara invitro. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan BalaiPenelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Bogor mulai Oktober2007 – Maret 2008. Embrio somatik purwoceng diinduksi dari eksplandaun aseptik. Embrio somatik fase globuler yang terbentuk dipergunakansebagai eksplan kemudian diinkubasi pada tiga taraf suhu ruang yaitu 17,3± 0,5ºC (kontrol), 23,3 ± 2,1ºC, dan 32,8 ± 1,7ºC selama 3 bulan dengansub kultur setiap bulan sampai terbentuk planlet/tunas. Pengamatandilakukan terhadap peubah pertumbuhan dan perkembangan eksplanembrio somatik yang meliputi penambahan bobot segar eksplan,persentase eksplan yang membentuk tunas, jumlah tunas yang terbentukper eksplan serta persentase eksplan hidup. Hasil penelitian menunjukkanbahwa suhu inkubasi berpengaruh nyata terhadap semua peubah yangdiamati. Rata-rata  penambahan  bobot  segar,  persentase  eksplanmembentuk tunas, jumlah tunas per eksplan dan persentase eksplan hidupsemakin menurun dengan semakin meningkatnya suhu inkubasi. Suhu 32,8± 1,7ºC memberikan pengaruh penghambatan yang nyata terhadappertumbuhan dan perkembangan embrio somatik purwoceng dibandingkansuhu kontrol dan 23,3 ± 2,1ºC sejak periode inkubasi 1 bulan. Sedangkansuhu 23,3 ± 2,1ºC baru memberikan pengaruh penghambatan yang nyatasetelah periode inkubasi 3 bulan.Kata kunci : Pimpinella pruatjan, embrio somatik, suhu, pertumbuhanABSTRACTEffect of temperature incubation on growth and de-velopment of Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.)somatic embryosPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk., P. alpina KDS.) is one ofIndonesian medicinal plants. It is high altitude endemic species which iscurrently cultivated on a limited areas in the Dieng Plateau. One effort toexpand purwoceng cultivation areas is through the assembly ofpurwoceng varieties tolerant to low or medium altitude, among others, canbe obtained through the approach of selection for high temperaturetolerance that can be done by in vitro selection. How high temperaturestress influencing the growth and development of purwoceng somaticembryos is not known yet. The research aimed at determining theinfluence of incubation temperature on the growth and development ofpurwoceng somatic embryos. The research was conducted at tissue culturelaboratory of Indonesian Medicinal and Aromatic Crops Research Institute(IMACRI) from October 2007 – March 2008. Purwoceng somaticembryos induced from aseptic leaves incubated at three levels of roomtemperature i.e. 17.3 ± 0.5 º C (control), 23.3 ± 2.1 ºC, and 32.8 ± 1.7 º Cfor 3 months with a subculture every month. Variables observed wereexplants fresh weight increment, percentage of explants forming shoot,number of shoot per explants, and percentage of survive explants. Theresult showed that the average of explants fresh weight increment,percentage of explants forming shoot, number of shoot per explants, andpercentage of survive explants decreased with the increase of temperature.The growth and development of purwoceng somatic embryos weresignificantly inhibited at the temperature of 32.8 ± 1.7ºC since one monthafter incubation, while the inhibition of temperature of 23.3 ± 2.1 ºC wasnot significant except after 3 month of incubation.Key words: Pimpinella pruatjan, somatic embryos, temperature, growth
PENGARUH PEMBERIAN GA 3 PADA BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA IMBIBISI TERHADAP PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) DEVI RUSMIN; FAIZA C. SUWARNO; IRENG DARWATI
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 17, No 3 (2011): September 2011
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v17n3.2011.89-94

Abstract

ABSTRAKPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) merupakan tanaman herbatahunan dari famili Apiaceae, yang hidup secara endemik pada habitatdengan ketinggian 1.800 - 3.000 m dari muka laut, dan pada saat initergolong tanaman langka. Salah satu permasalahan dalam pengembangantanaman ini adalah viabilitas benih saat masak fisiologis rendah (<25%).Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan percobaan yang bertujuan untukmengetahui tingkat konsentrasi GA 3 dan lama imbibisi yang tepat untukmeningkatkan viabilitas potensial dan vigor benih purwoceng. Percobaandilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi, Balai Penelitian TanamanObat dan Aromatik, Bogor mulai bulan November sampai denganDesember 2009. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancanganacak lengkap (RAL), dengan 2 faktor dan tiga ulangan. Faktor pertamaadalah enam taraf pemberian GA 3 , yaitu: 0, 100, 200, 300, 400, dan 500ppm. Faktor kedua yang diuji dua taraf lama imbibisi benih yaitu: 24 dan48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian GA 3 400 ppmdengan lama imbibisi 48 jam dapat meningkatkan daya berkecambah,potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan kecepatan perkecambahanbenih purwoceng menjadi 1,5 - 2 kali dibandingkan tanpa pemberian GA 3.Kata kunci: Pimpinella pruatjan, benih, GA 3 , imbibisi, konsentrasiABSTRACTEffect of GA 3 Concentration and Imbibition Period onSeed Viability of PruatjanPimpinella pruatjan Molk. is an annual herbaceous plant andbelongs to the family of the Apiaceae. It lives in endemic with an altitudeof 1,800-3,000 m above sea level and has been currently classified as rareplant. One of the problems in the development of this crop is low in seedviability (<25%) when it is physiologically mature. Based on the problem,an experiment was conducted aiming to find out the level of GA 3concentration and imbibition period to increase seed viability and vigourof P. pruatjan. The experiment was conducted at Gunung PutriExperimental Station and Plant Physiology Laboratory of the IndonesianMedicinal and Aromatic Crops Research Institute (IMACRI), fromNovember to December 2009. The experiment was arranged usingcompletely randomized design (CRD), with 2 factors and three replicates.The first factor was level of GA 3 concentration : 0, 100, 200, 300, 400, and500 ppm. The second factor was seed imbibition period : 24 and 48 hours.Results of the experiment showed that: GA 3 400 ppm with imbibitionperiod of 48 hours improved seed germination, maximum growthpotential, vigor index, and rate of germination of purwoceng seed to 1.5- 2 times compared to without GA 3 treatment.Key words: Pimpinella pruatjan, seed , GA 3 , imbibition, concentration