SUDARSONO SUDARSONO
Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB Jalan Meranti Kampus IPB Dramaga Bogor, 16680

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAYA GABUNG DAN HETEROSIS KARAKTER VEGETATIF, GENERATIF, DAN DAYA HASIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MENGGUNAKAN ANALISIS DIALEL RR. SRI HARTATI; SUDARSONO SUDARSONO
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 21, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v21n1.2015.9-16

Abstract

ABSTRAKPerakitan varietas unggul memerlukan informasi daya gabung tetua,baik umum maupun khusus. Tetua dengan daya gabung umum (DGU)tinggi berpotensi menghasilkan varietas sintetis atau komposit. Sementaraitu, tetua dengan daya gabung khusus (DGK) tinggi berpotensimenghasilkan varietas hibrida. Tujuan penelitian adalah mengetahui dayagabung tetua jarak pagar yang dapat menghasilkan hibrida atau populasikomposit. Sepuluh tetua, yaitu 1 tetua berdaya hasil rendah, 6 menengah,dan 3 tinggi digunakan dalam persilangan dialel lengkap. Evaluasidilaksanakan di Kebun Percobaan Balittri Pakuwon Sukabumi, mulaiAgustus 2008 sampai Juli 2011 menggunakan Rancangan Acak Kelompoktiga ulangan. Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, lingkar batang,lebar kanopi, umur mulai berbunga, serta jumlah cabang total, cabangproduktif, infloresen, tandan, fruit set, dan buah per tanaman. Analisisdialel menggunakan metode I Griffing. Hasil penelitian menunjukkan ratioragam DGU dan DGK lebih besar daripada satu ( DGU / DGK > 1) padasemua karakter yang dievaluasi. Tetua 3012-1 dan PT 15-1, yang berdayahasil tinggi, memiliki DGU tinggi pada karakter umur mulai berbunga,lebar kanopi, serta jumlah cabang total, cabang produktif, infloresen,tandan, dan buah. Tetua PT 33-2, yang berdaya hasil menengah, memilikiDGU tinggi pada karakter umur mulai berbunga, serta jumlah cabang total,cabang produktif, infloresen, dan buah. Sementara itu, tetua 575-3, yangberdaya hasil rendah, memiliki DGU tinggi pada lingkar batang. Tetua PT33-2, 3012-1, dan PT 15-1 berpotensi sebagai penyusun populasi dasaruntuk pembentukan varietas sintetik yang cepat berbunga dan berdayahasil tinggi. Tetua 575-3 berpotensi untuk dirakit sebagai varietas yangmemiliki lingkar batang besar dan berbunga lambat.Kata kunci: daya gabung umum, daya gabung khusus, gen aditif,komposit, Jatropha curcas L.ABSTRACTGeneral Combining Ability (GCA) and Specific Combining Ability(SCA) are important in creating high yielding varieties. A parent havinghigh GCA is appropriate to produce synthetic or composite varieties, whilehigh SCA is to produce hybrid. The research objective is to find out theinformation of parents combining ability in Jatropha curcas L. Researchwas conducted using diallel analysis. Ten genotypes i.e. 1 low yieldingparent, 6 medium, and 3 high were used to generate F1 arrays with fulldiallel analysis. Evaluation was conducted at Indonesian Spice andIndustrial Crops Research Institute Experimental Station, usingRandomized Block Design from August until July 2011. The observationwere plant height, stem girth, canopy width, days to flowering, andnumber of total branches, productive branches, inflorescences, bunches,fruit set percentages; and fruit per plant. Diallel analysis was usingGriffing Model I. Results showed that general variance, each of GCA andSCA ratio, is more than one ( GCA / SCA > 1) in all evaluated characters.High yielding parents of 3012-1 and PT 15-1 exhibited high GCA on daysto flowering, canopy width, and number of total branches, productivebranches, inflorescences, bunches, and fruits. Medium yielding parents ofPT 33-2 exhibited high GCA for days to flowering, number of totalbranches, productive branches, inflorescences, and fruits. Low yieldinggenotype of 575-3 exhibited high on stem girth. PT 33-2, 3012-1, and PT15-1 could be used for developing early flowering and high yieldingvarieties, while 575-3 was suitable for producing big stem girth and lateflowering varieties.Key word: general combining ability, specific combining ability, additivegen, composite, Jatropha curcas L.
DAYA GABUNG DAN HETEROSIS KARAKTER VEGETATIF, GENERATIF, DAN DAYA HASIL JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) MENGGUNAKAN ANALISIS DIALEL RR. SRI HARTATI; SUDARSONO SUDARSONO
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 21, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v21n1.2015.9-16

Abstract

ABSTRAKPerakitan varietas unggul memerlukan informasi daya gabung tetua,baik umum maupun khusus. Tetua dengan daya gabung umum (DGU)tinggi berpotensi menghasilkan varietas sintetis atau komposit. Sementaraitu, tetua dengan daya gabung khusus (DGK) tinggi berpotensimenghasilkan varietas hibrida. Tujuan penelitian adalah mengetahui dayagabung tetua jarak pagar yang dapat menghasilkan hibrida atau populasikomposit. Sepuluh tetua, yaitu 1 tetua berdaya hasil rendah, 6 menengah,dan 3 tinggi digunakan dalam persilangan dialel lengkap. Evaluasidilaksanakan di Kebun Percobaan Balittri Pakuwon Sukabumi, mulaiAgustus 2008 sampai Juli 2011 menggunakan Rancangan Acak Kelompoktiga ulangan. Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, lingkar batang,lebar kanopi, umur mulai berbunga, serta jumlah cabang total, cabangproduktif, infloresen, tandan, fruit set, dan buah per tanaman. Analisisdialel menggunakan metode I Griffing. Hasil penelitian menunjukkan ratioragam DGU dan DGK lebih besar daripada satu ( DGU / DGK > 1) padasemua karakter yang dievaluasi. Tetua 3012-1 dan PT 15-1, yang berdayahasil tinggi, memiliki DGU tinggi pada karakter umur mulai berbunga,lebar kanopi, serta jumlah cabang total, cabang produktif, infloresen,tandan, dan buah. Tetua PT 33-2, yang berdaya hasil menengah, memilikiDGU tinggi pada karakter umur mulai berbunga, serta jumlah cabang total,cabang produktif, infloresen, dan buah. Sementara itu, tetua 575-3, yangberdaya hasil rendah, memiliki DGU tinggi pada lingkar batang. Tetua PT33-2, 3012-1, dan PT 15-1 berpotensi sebagai penyusun populasi dasaruntuk pembentukan varietas sintetik yang cepat berbunga dan berdayahasil tinggi. Tetua 575-3 berpotensi untuk dirakit sebagai varietas yangmemiliki lingkar batang besar dan berbunga lambat.Kata kunci: daya gabung umum, daya gabung khusus, gen aditif,komposit, Jatropha curcas L.ABSTRACTGeneral Combining Ability (GCA) and Specific Combining Ability(SCA) are important in creating high yielding varieties. A parent havinghigh GCA is appropriate to produce synthetic or composite varieties, whilehigh SCA is to produce hybrid. The research objective is to find out theinformation of parents combining ability in Jatropha curcas L. Researchwas conducted using diallel analysis. Ten genotypes i.e. 1 low yieldingparent, 6 medium, and 3 high were used to generate F1 arrays with fulldiallel analysis. Evaluation was conducted at Indonesian Spice andIndustrial Crops Research Institute Experimental Station, usingRandomized Block Design from August until July 2011. The observationwere plant height, stem girth, canopy width, days to flowering, andnumber of total branches, productive branches, inflorescences, bunches,fruit set percentages; and fruit per plant. Diallel analysis was usingGriffing Model I. Results showed that general variance, each of GCA andSCA ratio, is more than one ( GCA / SCA > 1) in all evaluated characters.High yielding parents of 3012-1 and PT 15-1 exhibited high GCA on daysto flowering, canopy width, and number of total branches, productivebranches, inflorescences, bunches, and fruits. Medium yielding parents ofPT 33-2 exhibited high GCA for days to flowering, number of totalbranches, productive branches, inflorescences, and fruits. Low yieldinggenotype of 575-3 exhibited high on stem girth. PT 33-2, 3012-1, and PT15-1 could be used for developing early flowering and high yieldingvarieties, while 575-3 was suitable for producing big stem girth and lateflowering varieties.Key word: general combining ability, specific combining ability, additivegen, composite, Jatropha curcas L.
INBREEDING DEPRESSION PADA PROGENI HASIL PENYERBUKAN SENDIRI DAN OUTBREEDING DEPRESSION PADA HASIL PENYERBUKAN SILANG JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) RR. SRI HARTATI; SUDARSONO SUDARSONO
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 20, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v20n2.2014.65-76

Abstract

ABSTRAKUntuk mengetahui pengaruh inbreeding (ID) dan outbreedingdepression (OD) pada tanaman jarak pagar dilakukan evaluasi populasi S1hasil penyerbukan sendiri dan F1 hasil penyerbukan silang genotipeterpilih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai PenelitianTanaman Industri dan Penyegar mulai Juni 2009-Juli 2010. Evaluasimenggunakan 100 populasi S1 dan F1 yang berasal dari persilangan diallellengkap antar 10 tetua yang terdiri atas 1 tetua berdaya hasil rendah, 6tetua berdaya hasil sedang, dan 3 tetua berdaya hasil tinggi. Hasilpenelitian menunjukkan penyerbukan sendiri pada tanaman jarak pagartidak selalu mengakibatkan ID. ID ditemukan pada sebagian karakterprogeni hasil penyerbukan sendiri tetua 1 (575-3), 2 (HS 49-2), 4 (PT 13-1), 5 (SP 16-2), 6 (PT 33-2), 7 (3012-1), 8 (PT 15-1), 9 (PT 14-1), dan 10(Sulsel 8), sedangkan OD ditemukan pada progeni hasil penyerbukansilang tetua 3 (IP 1A-2) dengan tetua lainnya. Penyerbukan sendiri tetua 2(HS 49-2), 6 (PT 33-2), 8 (PT 15-1), dan 9 (PT 14-1) mengakibatkan IDpada karakter umur berbunga dan OD pada karakter jumlah buah pertanaman dan menghasilkan progeni yang lebih cepat berbunga danberbuah  lebih  banyak  dibanding  penyerbukan  silangnya.  ODmengakibatkan penurunan hasil pada F1. Persilangan antar tetua dengandaya hasil berbeda menghasilkan progeni F1 dengan daya hasil lebihrendah dari tetua terbaiknya. Persilangan dengan tetua jantan berdaya hasilrendah menghasilkan progeni F1 yang berdaya hasil lebih rendah dari tetuabetinanya. Penurunan daya hasil pada progeni F1 akibat persilangandengan tetua jantan berdaya hasil rendah berkisar 31-76%.Kata kunci: Jatropha curcas L., populasi S1, populasi F1, penurunanhasilABSTRACTA sets of F1 and S1 arrays were generated to determine the presenceof inbreeding (ID) and outbreeding (OD) effects of physic nut. Researchwas conducted at Indonesian Industrial and Beverage Crops ResearchInstitute Experimental Station during June 2009 to July 2010. Ten physicnut genotypes i.e. 1 parent with low yield, 6 parents with medium, and 3parents with high yield potential were used to generate one hundred F1 andS1 progenies by full diallel scheme. Results indicated ID only occurred ina several number of genotypes. ID for a number of characters wereobserved among S1 progenies derived from parents number 1 (575-3), 2(HS 49-2), 4 (PT 13-1), 5 (SP 16-2), 6 (PT 33-2), 7 (3012-1), 8 (PT 15-1),9 (PT 14-1), and 10 (Sulsel 8), while OD were observed among F1progenies derived from parent number 3 (IP 1A-2). Selfing of parentsnumber 2 (HS 49-2), 6 (PT 33-2), 8 (PT 15-1), and 9 (PT 14-1) resulted IDfor days to flowering and OD for number of fruit. Selfing of these parentsresulted early flowering and high fruit yielding progenies. OD resultedyield reduction on several F1 progenies. Crossing among parents withdifferent yield level resulted F1 progenies with lower yield than that of thebest parent. Crossing to low yielding male parent resulted F1 progenieshaving lower yield than that of low yielding female parent. Yield reductionamong F1 progenies ranged from 31 to 76%.Key words: Jatropha curcas L., S1 population, F1 population, yieldreduction