Jelita Wilis
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Jalan Merdeka No. 147, Bogor 16111

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERPAKAIAN DAN RELEVANSI JURNAL PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI RUJUKAN KARYA TULIS PENELITI PADA JURNAL ILMIAH TERAKREDITASI Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p78-84

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah antara lain melalui penilaian akreditasi. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah adalah penggunaan sumber acuan primer yang relevan dan baru. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterpakaian Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian, dan (2) relevansi topik rujukan dengan topik KTI tersebut. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 di Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor. Hasil pengkajian menunjukkan JPP Tanaman Pangan digunakan sebagai rujukan oleh peneliti dalam KTI yang dipublikasikan. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, penggunaan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, yakni empat rujukan dari tiga KTI. Pada JPP Tanaman Pangan sendiri, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI lebih banyak, yaitu lima rujukan dari empat KTI. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah primer lingkup Badan Litbang Pertanian sudah merujuk literatur yang relevan. JPP Tanaman Pangan adalah salah satu sumber rujukan yang relevan bagi KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah terakreditasi yang dikaji.
FAKTOR PENGHAMBAT PENELITI DALAM MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH REVIEW: Studi Kasus Literasi Informasi di Balai Penelitian Tanaman Serealia Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p30-36

Abstract

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslit-bangtan) menerbitkan publikasi yang memuat karya tulis ilmiah (KTI) review, yaitu Buletin Iptek Tanaman Pangan. Publikasi ilmiah ini mendapat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2009. Dua tahun kemudian dinyatakan tidak lagi terakreditasi karena tidak memenuhi semua persyaratan sebagai majalah ilmiah, antara lain kekurangan artikel yang layak terbit. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan kemampuan literasi peneliti dalam menghasilkan KTI review. Pengkajian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama di Perpustakaan Puslitbangtan di Bogor pada bulan Oktober 2015, dengan menginventarisasi dan mensintesis KTI review yang terbit pada Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014. Tahap kedua survei di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit-sereal) pada bulan November 2015 dengan responden 24 peneliti. Aspek yang dikaji adalah masalah yang dihadapi dalam menulis KTI review yang berkaitan dengan literasi informasi, yang meliputi: (1) kesulitan mencari informasi, (2) kesulitan memahami literatur, (3) kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, dan (4) kesulitan menyusun sistematika KTI. Hasil pengkajian menunjukkan Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014 menerbitkan 91 artikel, 71 di antaranya dari peneliti lingkup Puslitbangtan. Dibandingkan dengan jumlah peneliti sebanyak 168 orang pada tahun 2014, produktivitas peneliti dalam menghasilkan KTI review yang terbit di Buletin Iptek Tanaman Pangan 2009-2014 rata-rata 2,37 artikel per tahun atau 0,4 artikel per orang per tahun. Faktor penghambat peneliti dalam menyusun KTI review adalah kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, yang terkait dengan kesulitan memahami literatur. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah meningkatkan kemampuan literasi informasi dan pendampingan penulisan KTI review bagi peneliti, baik melalui pelatihan maupun secara individual.