Bambang Winarko
Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dukungan Perpustakaan Digital dalam Invensi dan Inovasi Pertanian Bambang Winarko
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n2.2018.p67-77

Abstract

Invensi dan inovasi merupakan dua hal yang berbeda namun saling berkaitan. Invensi memberikan hasil penelitian, sedangkan inovasi merupakan hilirisasi hasil penelitian yang berakhir sebagai produk yang dikomersialkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan unit eselon I Kementerian Pertanian yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan invensi dan menghasilkan inovasi. Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan telah menghasilkan invensi pertanian, dalam bentuk penciptaan varietas/klon unggul baru, teknologi peningkatan produksi pertanian, model sistem kelembagaan, dan rekomendasi kebijakan pembangunan pertanian. Penghargaan kepada para inventor dalam bentuk hak atas kekayaan intelektual (HAKI) juga telah diberikan dalam bentuk paten, hak cipta, merek, dan perlindungan varietas tanaman. Enam ratus inovasi teknologi pertanian juga telah dipublikasikan kepada masyarakat. Perpustakaan digital Kementerian Pertanian berperan penting dalam memberikan dukungan terhadap invensi dan inovasi pertanian melalui penyediaan sumber informasi digital kepada peneliti, perekayasa, penyuluh, dan pemustaka lainnya. Dukungan perpustakaan digital tersebut termasuk dari pangkalan data Science Direct yang menyediakan artikel-artikel dari jurnal-jurnal Q1 Ranking Jurnal Scimago
BIBLIOMETRIK PUBLIKASI INDONESIA BIDANG PERTANIAN DAN BIOLOGI YANG TERINDEKS SCOPUS Bambang Winarko
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v29n2.2020.p43-50

Abstract

Publikasi ilmiah yang terindeks dalam pangkalan data jurnal mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya dapat terdistribusi secara luas sesuai dengan cakupan pangkalan data tersebut. Science and Technology Index (SINTA) merupakan salah satu pangkalan data Indonesia yang mengindeks publikasi ilmiah secara nasional. Sementara dalam lingkup internasional, DOAJ dan Scopus merupakan dua pangkalan data yang mengindeks publikasi ilmiah dalam cakupan global. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis secara bibliometrik publikasi ilmiah bidang biologi dan pertanian Indonesia yang terindeks Scopus tahun 2019. Sebanyak 14 jurnal dianalisis secara bibliometrik dengan parameter produktivitas, impact factor (SJR), jurnal kuartil, h-indeks, jumlah daftar pustaka, dan jumlah sitasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Biodiversitas; International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology; dan Agrivita merupakan jurnal dengan jumlah artikel paling banyak. Biodiversitas merupakan jurnal dengan jumlah daftar pustaka paling banyak dibandingkan dengan jurnal lainnya, diikuti oleh International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, dan Agrivita. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology; Hayati: Journal of Biosciences; Tropical Animal Science Journal; dan Biodiversitas merupakan jurnal Indonesia bidang pertanian dan biologi yang terindeks Scopus tahun 2019 dengan h- indeks paling tinggi.
MEMBANGUN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN ABAD KE-21 Bambang Winarko
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 26, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v26n1.2017.p39-45

Abstract

Perpustakaan digital berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Perkembangan tersebut menuntut pustakawan untuk meningkatkan profesionalisme sehingga dapat mengikuti perkembangan yang ada. Pengembangan profesonalisme pustakawan meliputi peningkatan atribut pribadi dan kompetensi yang terkait dengan dasar-dasar pengetahuan tentang profesi, operasi komputer, sistem perpustakaan terintegrasi, pengorganisasian, alat klasifikasi, sumber-sumber informasi, manajemen informasi dan ilmu pengetahuan, pengkajian, dan desain web. Strategi membangun profesionalisme pustakawan dapat dilakukan melalui pendidikan formal dan nonformal, pertemuan ilmiah, pertemuan teknis, magang, forum komunikasi, dan jejaring perpustakaan.