Noer’Aida Noer’Aida
Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir BATAN

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Produktivitas dan Literasi Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah Noer’Aida Noer’Aida
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n1.2019.p7-15

Abstract

Produk akhir seorang peneliti adalah karya tulis ilmiah (KTI) yang diterbitkan dalam publikasi nasional maupun internasional. Artikel yang terbit pada publikasi yang terindeks di Scopus merupakan salah satu capaian tertinggi bagi peneliti. Kualitas KTI seharusnya berbanding lurus dengan kemampuan literasi informasi yang dapat diukur melalui kemutakhiran, jenis, dan jumlah acuan yang digunakan. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui produktivitas dan tingkat literasi peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui KTI yang terindeks di Scopus. Metode yang digunakan adalah bibliometrik dengan analisis sitasi dan deskriptif evaluatif. Populasi kajian adalah KTI peneliti BATAN yang terindeks di Scopus sejak tahun 2013 sampai 2017 yaitu sebanyak 305 judul. Sementara sampel kajian adalah KTI peneliti BATAN sebagai penulis pertama sebanyak 149 judul dengan jumlah acuan yang digunakan 2.937 judul. Hasil kajian menunjukkan bahwa produktivitas KTI peneliti BATAN meningkat pada kurun waktu tersebut. Tingkat literasi informasi peneliti berdasarkan kemutakhiran daftar acuan yang digunakan adalah lebih dari 5 tahun (60,84%). Jenis sumber acuan yang paling banyak digunakan adalah jurnal ilmiah (72,45%). Jumlah acuan yang paling banyak digunakan berkisar antara 10-20 judul dan lebih  dari  20 judul (83,22%). Banyaknya jumlah acuan yang digunakan menunjukkan bahwa secara umum tingkat literasi peneliti BATAN masuk dalam kategori baik, namun belum optimal. Untuk lebih meningkatkan kemampuan literasi informasi peneliti, pustakawan dapat mengoptimalkan layanan dengan memberikan pelatihan literasi informasi bagi peneliti.