Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerentanan Sub-Sektor Tanaman Pangan Terhadap Perubahan Iklim Woro Estiningtyas
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 10, No 3 (2016): (Edisi Khusus)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v10n3.2016.7-20

Abstract

Abstrak. Sub-sektor tanaman pangan sangat rentan dipengaruhi oleh perubahan iklim. Makalah ini menyajikan tinjauan tentang kerentanan sub sektor tanaman pangan terhadap perubahan iklim. Pembahasan meliputi konsep kerentanan, faktor-faktor penentu tingkat kerentanan, keragaan dan tingkat kerentanan pangan Nasional serta arah dan strategi mengurangi tingkat kerentanan pangan. Tingkat kerentanan dinilai berdasarkan tiga parameter yaitu sensitivitas, keterpaparan dan kapasitas adaptasi, sedangkan tren bencana dan iklim masuk sebagai ancaman dan risiko. Peta yang disusun terdiri atas peta kerentanan pangan dan peta risiko iklim. Penggabungan kedua komponen tersebut akan membentuk peta kerentanan pangan dan risiko iklim. Beberapa instansi telah menyusun peta kerentanan berdasarkan tujuan dan target yang ingin dicapai, seperti Badan Ketahanan Pangan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Peta kerentanan pangan dan risiko iklim yang disusun oleh Badan Litbang Pertanian telah memperhitungkan aspek sumberdaya lahan, iklim dan air. Berdasarkan keragaan dan tingkat kerentanan pangan Nasional, sebagian besar provinsi di Indonesia masih berada pada tingkat kerentanan sedang, tinggi, dan sangat tinggi, sementara untuk tingkat kerentanan rendah dan sangat rendah masih sangat terbatas. Tingkat kerentanan dapat diturunkan melalui upaya adaptasi. Faktor determinan yang dihasilkan dari setiap tingkat kerentanan akan menjadi titik tolak utama dalam menyusun rekomendasi adaptasi.
Kerentanan Sub-Sektor Tanaman Pangan Terhadap Perubahan Iklim Woro Estiningtyas
Jurnal Sumberdaya Lahan Vol 10, No 3 (2016): (Edisi Khusus)
Publisher : Indonesian Center for Agriculture Land Resource Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jsdl.v10n3.2016.7-20

Abstract

Abstrak. Sub-sektor tanaman pangan sangat rentan dipengaruhi oleh perubahan iklim. Makalah ini menyajikan tinjauan tentang kerentanan sub sektor tanaman pangan terhadap perubahan iklim. Pembahasan meliputi konsep kerentanan, faktor-faktor penentu tingkat kerentanan, keragaan dan tingkat kerentanan pangan Nasional serta arah dan strategi mengurangi tingkat kerentanan pangan. Tingkat kerentanan dinilai berdasarkan tiga parameter yaitu sensitivitas, keterpaparan dan kapasitas adaptasi, sedangkan tren bencana dan iklim masuk sebagai ancaman dan risiko. Peta yang disusun terdiri atas peta kerentanan pangan dan peta risiko iklim. Penggabungan kedua komponen tersebut akan membentuk peta kerentanan pangan dan risiko iklim. Beberapa instansi telah menyusun peta kerentanan berdasarkan tujuan dan target yang ingin dicapai, seperti Badan Ketahanan Pangan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Peta kerentanan pangan dan risiko iklim yang disusun oleh Badan Litbang Pertanian telah memperhitungkan aspek sumberdaya lahan, iklim dan air. Berdasarkan keragaan dan tingkat kerentanan pangan Nasional, sebagian besar provinsi di Indonesia masih berada pada tingkat kerentanan sedang, tinggi, dan sangat tinggi, sementara untuk tingkat kerentanan rendah dan sangat rendah masih sangat terbatas. Tingkat kerentanan dapat diturunkan melalui upaya adaptasi. Faktor determinan yang dihasilkan dari setiap tingkat kerentanan akan menjadi titik tolak utama dalam menyusun rekomendasi adaptasi.