Novita Nugrahaeni
BALITKABI

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembentukan Varietas Kacang Tanah Hasil Stabil dan Beradaptasi Luas: Studi Kasus Varietas Jerapah Astanto Kasno; Novita Nugrahaeni; Joko Purnomo; Sumartini Sumartini; Trustinah Trustinah
Buletin Palawija No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n1.2001.p1-14

Abstract

Ragam lingkungan yang besar untuk produksi kacang tanah di Indonesia memerlukan varietas yang berdaptasi luas dan hasilnya stabil. Tersedianya varietas kacang tanah yang hasilnya stabil dan memiliki adaptasi luas sangat membantu upaya penigkatan produksi kacang tanah di Indonesia. Stabilitas hasil dapat ditimbulkan oleh besar heterogenitas genetik di dalam populasi dan ketahanan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Kethanan varietas tehadap penyakit daun, layu bakteri, penyakit bilur dan Aspergillus flavus, serta toleransi terhadap kekeringan dan kemasaman lahan merupakan komponen stabilitas hasil penting. Heterogenitas genetik sebagai penyangga populasi akan terjadi bila di dalam populasi terdiri dari individu-individu secara fenotipik sama, namun secara genotipik berbeda. Seleksi massa pada famili F2 merupakan salah satu cara menghasilkan varietas demikian.Pembentukan kacang tanah yang memiliki stabilitas hasil dan beradaptasi luas, menggunakan varietas jerapah sebagai studi kasus. Kacang tanah varietas jerapah adalah hasil silang tunggal tahun 1988 antara varietas lokal majalengka dengan ICGV 86071. ICGV 86071 adlah varietas tahan penyakit daun asal ICRISAT, India. Dari 1114 famili F2 yang dihasilkan, famili no.16 memilki karakterisitik yang diinginkan. Terhadap famili F2 No.16 dilakukan seleksi massa positif hingga tahun 1991 diberbagai cekaman lingkungan , yakni:kekeringan, lahan masam, serangan penyakit daun, layu, bilur dan A.flavus. Uji daya hasil dilakukan mulai tahun 1992, dan diteruskan dengan uji multilokasi hingga tahun 1997. Uji multilokasi dilakukan di 28 lokasi yang meliputi 11 propinsi. Galur LM/ICGV 86021-88-B-16 lebih unggul dari varietas pembanding. Hasil polong kering rata-rata LM/ICGV 86021-88-B-16 2,0 t/ha. Hasil tertinggi pada lingkungan optimal mencapai 4,0 t/ha. Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa galur LM/ICGV 86021-88-B-16 hasilnya stabil dan memiki adaptasi umum yang baik. Galur tersebut dinilai toleran kekeringan, agak tahan penyakit daun, dan adaptif pada tanah masam.
PEMULIAAN KACANG TANAH UNTUK KETAHANAN TERHADAP LAYU BAKTERI Ralstonia DI INDONESIA Novita Nugrahaeni
Buletin Palawija No 21 (2011): Buletin Palawija No 21, 2011
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v0n21.2011.p1-12

Abstract

Penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum E.F. Smith adalah kendala biotik penting dalam budidaya kacang tanah di Indonesia. Penyakit tersebut sukar dikendalikan dengan hanya satu cara, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara terpadu. Penggunaan varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit layu bakteri pada kacang tanah dan salah satu faktor yang dapat menunjang stabilitas hasil. Arti penting ketahanan terhadap penyakit bakteri telah disadari oleh pemulia kacang tanah di Indonesia, sehingga genotipe tahan layu selalu digunakan sebagai salah satu tetua dalam persilangan buatan. Namun, pada kenyataannya ketahanan pada varietas yang didapatkan belum ada yang melebihi atau menyamai ketahanan tetuanya sehingga area penyebaran varietas unggul yang dihasilkan menjadi terbatas. Untuk memperbaiki tingkat dan stabilitas ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada varietas unggul kacang tanah diperlukan beberapa informasi, diantaranya informasi terinci tentang status distribusi penyakit layu terkini, keragaman strain R. solanacearum di lintas sentra produksi, skrining ekstensif plasma nutfah kacang tanah untuk mendapatkan sumber ketahanan yang lebih tinggi dengan karakteristik agronomi yang lebih baik, studi sistematis genetika pewarisan gen pengendali karakter ketahanan untuk memperluas latar belakang genetik ketahanan dan mengetahui hubungan genetik antara ketahanan terhadap penyakit layu bakteri dan penyakit lain, ketahanan terhadap kekeringan, dan penyakit lainnya. Selain itu diperlukan kajian mekanisme dan komponen ketahanan kacang tanah terhadap layu bakteri R. solanacearum untuk memperbaiki teknik penilaian ketahanan dan identifikasi genotipe tahan. Studi yang menyeluruh dan sistematis tentang aspek-aspek penyakit layu bakteri tersebut akan meningkatkan efektivitas strategi pengendalian dan pengembangan varietas unggul kacang tanah dengan ketahanan yang lebih tinggi.
PEMULIAAN KACANG TANAH UNTUK KETAHANAN TERHADAP LAYU BAKTERI Ralstonia DI INDONESIA Novita Nugrahaeni
Buletin Palawija No 21 (2011): Buletin Palawija No 21, 2011
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.77 KB) | DOI: 10.21082/bulpa.v0n21.2011.p1-12

Abstract

Penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum E.F. Smith adalah kendala biotik penting dalam budidaya kacang tanah di Indonesia. Penyakit tersebut sukar dikendalikan dengan hanya satu cara, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara terpadu. Penggunaan varietas tahan merupakan komponen penting dalam pengendalian penyakit layu bakteri pada kacang tanah dan salah satu faktor yang dapat menunjang stabilitas hasil. Arti penting ketahanan terhadap penyakit bakteri telah disadari oleh pemulia kacang tanah di Indonesia, sehingga genotipe tahan layu selalu digunakan sebagai salah satu tetua dalam persilangan buatan. Namun, pada kenyataannya ketahanan pada varietas yang didapatkan belum ada yang melebihi atau menyamai ketahanan tetuanya sehingga area penyebaran varietas unggul yang dihasilkan menjadi terbatas. Untuk memperbaiki tingkat dan stabilitas ketahanan terhadap penyakit layu bakteri pada varietas unggul kacang tanah diperlukan beberapa informasi, diantaranya informasi terinci tentang status distribusi penyakit layu terkini, keragaman strain R. solanacearum di lintas sentra produksi, skrining ekstensif plasma nutfah kacang tanah untuk mendapatkan sumber ketahanan yang lebih tinggi dengan karakteristik agronomi yang lebih baik, studi sistematis genetika pewarisan gen pengendali karakter ketahanan untuk memperluas latar belakang genetik ketahanan dan mengetahui hubungan genetik antara ketahanan terhadap penyakit layu bakteri dan penyakit lain, ketahanan terhadap kekeringan, dan penyakit lainnya. Selain itu diperlukan kajian mekanisme dan komponen ketahanan kacang tanah terhadap layu bakteri R. solanacearum untuk memperbaiki teknik penilaian ketahanan dan identifikasi genotipe tahan. Studi yang menyeluruh dan sistematis tentang aspek-aspek penyakit layu bakteri tersebut akan meningkatkan efektivitas strategi pengendalian dan pengembangan varietas unggul kacang tanah dengan ketahanan yang lebih tinggi.
Pembentukan Varietas Kacang Tanah Hasil Stabil dan Beradaptasi Luas: Studi Kasus Varietas Jerapah Astanto Kasno; Novita Nugrahaeni; Joko Purnomo; Sumartini Sumartini; Trustinah Trustinah
Buletin Palawija No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2125.184 KB) | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n1.2001.p1-14

Abstract

Ragam lingkungan yang besar untuk produksi kacang tanah di Indonesia memerlukan varietas yang berdaptasi luas dan hasilnya stabil. Tersedianya varietas kacang tanah yang hasilnya stabil dan memiliki adaptasi luas sangat membantu upaya penigkatan produksi kacang tanah di Indonesia. Stabilitas hasil dapat ditimbulkan oleh besar heterogenitas genetik di dalam populasi dan ketahanan terhadap cekaman lingkungan biotik dan abiotik. Kethanan varietas tehadap penyakit daun, layu bakteri, penyakit bilur dan Aspergillus flavus, serta toleransi terhadap kekeringan dan kemasaman lahan merupakan komponen stabilitas hasil penting. Heterogenitas genetik sebagai penyangga populasi akan terjadi bila di dalam populasi terdiri dari individu-individu secara fenotipik sama, namun secara genotipik berbeda. Seleksi massa pada famili F2 merupakan salah satu cara menghasilkan varietas demikian.Pembentukan kacang tanah yang memiliki stabilitas hasil dan beradaptasi luas, menggunakan varietas jerapah sebagai studi kasus. Kacang tanah varietas jerapah adalah hasil silang tunggal tahun 1988 antara varietas lokal majalengka dengan ICGV 86071. ICGV 86071 adlah varietas tahan penyakit daun asal ICRISAT, India. Dari 1114 famili F2 yang dihasilkan, famili no.16 memilki karakterisitik yang diinginkan. Terhadap famili F2 No.16 dilakukan seleksi massa positif hingga tahun 1991 diberbagai cekaman lingkungan , yakni:kekeringan, lahan masam, serangan penyakit daun, layu, bilur dan A.flavus. Uji daya hasil dilakukan mulai tahun 1992, dan diteruskan dengan uji multilokasi hingga tahun 1997. Uji multilokasi dilakukan di 28 lokasi yang meliputi 11 propinsi. Galur LM/ICGV 86021-88-B-16 lebih unggul dari varietas pembanding. Hasil polong kering rata-rata LM/ICGV 86021-88-B-16 2,0 t/ha. Hasil tertinggi pada lingkungan optimal mencapai 4,0 t/ha. Hasil analisis stabilitas menunjukkan bahwa galur LM/ICGV 86021-88-B-16 hasilnya stabil dan memiki adaptasi umum yang baik. Galur tersebut dinilai toleran kekeringan, agak tahan penyakit daun, dan adaptif pada tanah masam.