Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENCEMARAN KADMIUM DAN PROSPEK PEMULIAAN TANAMAN KEDELAI BERKANDUNGAN KADMIUM RENDAH Ayda Krisnawati
Buletin Palawija No 26 (2013): Buletin Palawija No 26, 2013
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v0n26.2013.p61-71

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan logam berat pencemar lingkungan yang bersifat toksik. Kadmium dapat terakumulasi dalam kadar yang tinggi pada bagian tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.) yang bila dikonsumsi akan berisiko pada kesehatan manusia, sehingga diperlukan usahausaha untuk membatasi akumulasi kadmium dalam tanaman. Penggunaan varietas unggul yang memiliki kemampuan mengakumulasi kadmium dalam konsentrasi yang rendah merupakan salah satu solusi yang cukup rasional. Varietas unggul merupakan komponen teknologi yang efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan upaya perbaikan kondisi lingkungan. Di Indonesia, penelitian pemuliaan belum mengarah pada pencemaran kadmium pada tanaman kedelai. Namun dengan adanya ekstensifikasi pertanian dan sumber pangan sehat yang menyehatkan, maka penelitian tentang kadmium pada tanaman kedelai akan menjadi informasi yang dapat bermanfaat dalam perakitan varietas kedelai berkandungan kadmium rendah. Variabilitas genetik, pemilihan teknik skrining dengan kriteria seleksi yang tepat, pemahaman mekanisme ketahanan disertai dukungan pengetahuan level molekuler merupakan elemen penting dalam meraih keberhasilan perakitan kedelai berkandungan kadmium rendah.
Keragaman Genetik dan Potensi Pengembangan Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia Ayda Krisnawati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 29, No 3 (2010): September 2010
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v29n3.2010.p113-119

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman tropis yang memiliki banyak fungsi, yakni sebagai bahan pangan bernutrisi prima dan sebagai tanaman penutup tanah. Seluruh bagian tanaman dapat dikonsumsi dan kaya akan protein. Tanaman kecipir juga berguna sebagai penyubur tanah, bahan pakan ternak, obat tradisional, dan pengendali erosi di lahan kering. Pusat asal-usul kecipir adalah Papua Nugini, Mauritius, Madagaskar, dan India, sedangkan pusat keanekaragaman terbesar terdapat di Papua Nugini dan Indonesia. Makalah ini mengulas keragaman genetik kecipir di Indonesia, multifungsi kecipir, dan prospek pengembangannya. Ragam kecipir di Indonesia cukup banyak, namun karakterisasi plasma nutfah kecipir di Indonesia belum dilakukan. Ciri pemertela kecipir telah dibuat oleh IBPGR, dan panduan pemertela tersebut dapat diterapkan untuk karakterisasi plasma nutfah kecipir di Indonesia. Prospek pengembangan kecipir di Indonesia cukup besar ditinjau dari ragam pemanfaatannya, kandungan nutrisi, maupun dari aspek ekologis yang sangat sesuai dengan wilayah Indonesia.
PENCEMARAN KADMIUM DAN PROSPEK PEMULIAAN TANAMAN KEDELAI BERKANDUNGAN KADMIUM RENDAH Ayda Krisnawati
Buletin Palawija No 26 (2013): Buletin Palawija No 26, 2013
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v0n26.2013.p61-71

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan logam berat pencemar lingkungan yang bersifat toksik. Kadmium dapat terakumulasi dalam kadar yang tinggi pada bagian tanaman kedelai (Glycine max L. Merr.) yang bila dikonsumsi akan berisiko pada kesehatan manusia, sehingga diperlukan usahausaha untuk membatasi akumulasi kadmium dalam tanaman. Penggunaan varietas unggul yang memiliki kemampuan mengakumulasi kadmium dalam konsentrasi yang rendah merupakan salah satu solusi yang cukup rasional. Varietas unggul merupakan komponen teknologi yang efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan upaya perbaikan kondisi lingkungan. Di Indonesia, penelitian pemuliaan belum mengarah pada pencemaran kadmium pada tanaman kedelai. Namun dengan adanya ekstensifikasi pertanian dan sumber pangan sehat yang menyehatkan, maka penelitian tentang kadmium pada tanaman kedelai akan menjadi informasi yang dapat bermanfaat dalam perakitan varietas kedelai berkandungan kadmium rendah. Variabilitas genetik, pemilihan teknik skrining dengan kriteria seleksi yang tepat, pemahaman mekanisme ketahanan disertai dukungan pengetahuan level molekuler merupakan elemen penting dalam meraih keberhasilan perakitan kedelai berkandungan kadmium rendah.