Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI HASIL TINGGI, BIJI BESAR DAN TOLERAN PENYAKIT KARAT Soegito Soegito
Buletin Palawija No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n1.2001.p33-39

Abstract

Dalam tulisan ini diuraikan dengan singkat strategi dan usaha untuk mendapatkan varietas unggul kedelai tahan karat, berbiji besar dan berpotensi hasil tinggi. Strategi yang digunakan pertama-tama adalah mengevaluasi dan seleksi genotipe dari plasma nutfah untuk memperoleh gen-gen yang tahan penyakit karat serta sifat lainnya. Selanjutnya dengan metode silang tunggal dilakukan hibridisas dengan tetuah pemilih yang menghasilkan galur-galur yang perlu diseleksi. Seleksi dan obserasi galur-galur tersebut telah menghasilkan galur MSC 9021-10-1, (persaingan antara genotipe introduksi AVRDC Taiwan yaitu G 10050 dengan Wilis) yang lebih tahan terhadap penyakit karat dibanding galur lain. Pengujian dilakukan dari 1993 hingga tahun 2000. Dari uji daya hasil pendahuluan, uji daya hasil lanjutan dan percobaan multilokasi, galur tersebut hampir konsisten sifat-sifatnya hasil, ketahanan terhadap penyakit karat, dan ukuran biji selalu lebih baik dari galur-galur lainnya. Galur MSC 9021-C-10-1 mempunyai potensi hasil 2,7 t/ha dengan ukuran biji 11,8 g/100 biji dan umur masak tergolong sedang (89 hari) serta agak tahan tahan terhadap penyakit karat.
PEMBENTUKAN VARIETAS UNGGUL KEDELAI HASIL TINGGI, BIJI BESAR DAN TOLERAN PENYAKIT KARAT Soegito Soegito
Buletin Palawija No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n1.2001.p33-39

Abstract

Dalam tulisan ini diuraikan dengan singkat strategi dan usaha untuk mendapatkan varietas unggul kedelai tahan karat, berbiji besar dan berpotensi hasil tinggi. Strategi yang digunakan pertama-tama adalah mengevaluasi dan seleksi genotipe dari plasma nutfah untuk memperoleh gen-gen yang tahan penyakit karat serta sifat lainnya. Selanjutnya dengan metode silang tunggal dilakukan hibridisas dengan tetuah pemilih yang menghasilkan galur-galur yang perlu diseleksi. Seleksi dan obserasi galur-galur tersebut telah menghasilkan galur MSC 9021-10-1, (persaingan antara genotipe introduksi AVRDC Taiwan yaitu G 10050 dengan Wilis) yang lebih tahan terhadap penyakit karat dibanding galur lain. Pengujian dilakukan dari 1993 hingga tahun 2000. Dari uji daya hasil pendahuluan, uji daya hasil lanjutan dan percobaan multilokasi, galur tersebut hampir konsisten sifat-sifatnya hasil, ketahanan terhadap penyakit karat, dan ukuran biji selalu lebih baik dari galur-galur lainnya. Galur MSC 9021-C-10-1 mempunyai potensi hasil 2,7 t/ha dengan ukuran biji 11,8 g/100 biji dan umur masak tergolong sedang (89 hari) serta agak tahan tahan terhadap penyakit karat.