Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KUMBANG PEMAKAN DAUN TANAMAN RANGGA DIPA (Clerodendron indicum (L.) O Ktje) DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGINYA Tri Lestari Mardiningsih
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n1.2010.%p

Abstract

Tanaman rangga dipa (Cleroden-dron indicum) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat dapat menyembuhkan radang saluran kencing, radang kandung kemih, keseleo, rematik, dan asma. Di Petak Pamer Kebun Per-cobaan Cimanggu, tanaman ini terserang oleh kumbang yang menyerang daun. Suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui jenis kumbang dan beberapa aspek biologinya, dilakukan di Laborato-rium Hama, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor, sejak Juli 2006 sampai dengan Oktober 2007. Serangga dewasa (imago) dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Penelitian biologi dilakukan dengan memelihara larva yang baru menetas secara individu pada cawan petri plastik dan diberi makan daun rangga dipa. Pengamatan dilakukan setiap hari sampai imago mati. Parameter yang diamati ialah lama stadia telur, larva, pupa dan imago, banyaknya instar larva, siklus hidup dan persentase penetasan telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kumbang ini ialah Phyllocharis undulata, famili Chrysomelidae, ordo Coleoptera. Stadia telur, larva, pupa, dan imago masing-masing berlangsung selama 9; 13-16; 5-7; dan 103-408 hari. Larva terdiri dari empat instar. Persentase penetasan telur 34,78-100%. Siklus hidup dari telur sampai imago bertelur ialah 41-43 hari. 
EFEKTIVITAS INSEKTISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF AZADIRACHTIN DAN SAPONIN TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN Aphis gossypii Glover Tri Lestari Mardiningsih; C. Sukmana; N. Tarigan; S. Suriati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Aphis gossypii merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman nilam, baik di pembibitan maupun di lapang. Akibat serangannya pucuk daun menjadi keriting. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mimba dan rerak dilakukan di KP Cicurug, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO), Sukabumi sejak Juli sampai Nopember 2009. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan ialah for-mulasi biji mimba dan Tween 5% konsen-trasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% atau konsen-trasi bahan aktif azadirachtin 0,0015; 0,003; 0,006; dan 0,012%, formula rerak murni konsentrasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% atau konsentrasi bahan aktif saponin 0,075; 0,15; 0,3; dan 0,6%, insektisida sintetis (deltametrin 0,5 ml/l) dan kontrol. Tanaman nilam ditanam dengan jarak tanam 30 x 50 cm. Jumlah populasi 50 tanaman per plot dan jumlah sampel 5 tanaman per plot. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sistematik dengan sistem diagonal. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung populasi A. gossypii pada satu pucuk yang terserang. Aplikasi dilakukan satu hari setelah pengamatan pertama yaitu apabila di-temukan populasi serangga hama sasaran dan kerusakan tanaman. Interval aplikasi satu minggu. Aplikasi dilakukan sebanyak dua belas kali. Pengamatan sebelum dan sesudah aplikasi insektisida dilakukan sebanyak delapan kali. Pengamatan se-belum aplikasi insektisida saja dilakukan pada minggu ke sembilan sampai ke dua belas dan pengamatan terakhir pada minggu ke tiga belas. Parameter lain yang diamati ialah intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida nabati mimba (bahan aktif azadirachtin) pada konsentrasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% dan rerak (bahan aktif sapo-nin) pada konsentrasi 0,5; 1; dan 2% efektif mengendalikan populasi A. Gossypii di lapang. Perlakuan insektisida nabati tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan A. gossypii. 
KUTU TANAMAN DAN TRIPS BERASOSIASI DENGAN TANAMAN DAUN UNGU DAN TINGKAT KERUSAKAN TANAMAN Tri Lestari Mardiningsih; Dewi Sartiami; Nurul Khumaida; Natalini Nova Kristina; Cucu Sukmana
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n1.2012.%p

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum) atau dalam bahasa Sunda : handeuleum merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk mengobati penyakit wasir, melancarkan buang air seni, melancarkan haid dan lain-lain. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman ialah serangan ulat pemakan daun. Ulat ini sangat rakus sehingga tanaman yang diserang dapat menjadi gundul. Ulat pemakan daun yang menyerang tanaman daun ungu di Jawa Barat ialah Doles-challia bisaltide, sedang di Maluku dan Papua masing-masing Doleschallia nacar dan Doleschallia hexophtalmos. Selain serangga tersebut juga terdapat kutu tanaman dan trips yang berasosiasi dengan tanaman daun ungu. Untuk mengetahui kutu tanaman dan trips tersebut maka dilakukan identifikasi se-rangga-serangga tersebut yang beraso-siasi dengan tanaman daun ungu dari Jawa Barat, Maluku, dan Papua sejak April sampai Juni 2010. Kutu tanaman dan trips, dikoleksi dengan memasukkan masing-masing ke dalam botol gelas yang berisi alkohol 70%, dibuat preparat mikroskop di laboratorium, kemudian diidentifikasi dengan menggunakan buku kunci identifikasi. Selain itu, juga dilaku-kan pengamatan serangan kutu tanaman utama yang menyerang daun ungu. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kutu tanaman dan trips yang berasosiasi dengan tanaman daun ungu ialah Rastro-coccus viridarii Williams (Hemiptera : Pseudococcidae), kututempurung Sais-setia neglecta De Lotto (Hemiptera : Coccidae), Insignorthezia insignis Browne (Hemiptera : Ortheziidae), kutudaun Aphis gossypii Glover (Hemiptera : Aphididae), dan Astrothrips tumiceps Karny (Thysanoptera : Thripidae). Serangan kututempurung S. neglecta di rumah kaca pada tanaman muda dapat menyebabkan kematian tanaman daun ungu.
EFEKTIVITAS INSEKTISIDA NABATI BERBAHAN AKTIF AZADIRACHTIN DAN SAPONIN TERHADAP MORTALITAS DAN INTENSITAS SERANGAN Aphis gossypii Glover Tri Lestari Mardiningsih; C. Sukmana; N. Tarigan; S. Suriati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Aphis gossypii merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman nilam, baik di pembibitan maupun di lapang. Akibat serangannya pucuk daun menjadi keriting. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mimba dan rerak dilakukan di KP Cicurug, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (BALITTRO), Sukabumi sejak Juli sampai Nopember 2009. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan ialah for-mulasi biji mimba dan Tween 5% konsen-trasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% atau konsen-trasi bahan aktif azadirachtin 0,0015; 0,003; 0,006; dan 0,012%, formula rerak murni konsentrasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% atau konsentrasi bahan aktif saponin 0,075; 0,15; 0,3; dan 0,6%, insektisida sintetis (deltametrin 0,5 ml/l) dan kontrol. Tanaman nilam ditanam dengan jarak tanam 30 x 50 cm. Jumlah populasi 50 tanaman per plot dan jumlah sampel 5 tanaman per plot. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sistematik dengan sistem diagonal. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung populasi A. gossypii pada satu pucuk yang terserang. Aplikasi dilakukan satu hari setelah pengamatan pertama yaitu apabila di-temukan populasi serangga hama sasaran dan kerusakan tanaman. Interval aplikasi satu minggu. Aplikasi dilakukan sebanyak dua belas kali. Pengamatan sebelum dan sesudah aplikasi insektisida dilakukan sebanyak delapan kali. Pengamatan se-belum aplikasi insektisida saja dilakukan pada minggu ke sembilan sampai ke dua belas dan pengamatan terakhir pada minggu ke tiga belas. Parameter lain yang diamati ialah intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida nabati mimba (bahan aktif azadirachtin) pada konsentrasi 0,25; 0,5; 1; dan 2% dan rerak (bahan aktif sapo-nin) pada konsentrasi 0,5; 1; dan 2% efektif mengendalikan populasi A. Gossypii di lapang. Perlakuan insektisida nabati tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan A. gossypii. 
KUMBANG PEMAKAN DAUN TANAMAN RANGGA DIPA (Clerodendron indicum (L.) O Ktje) DAN BEBERAPA ASPEK BIOLOGINYA Tri Lestari Mardiningsih
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n1.2010.%p

Abstract

Tanaman rangga dipa (Cleroden-dron indicum) merupakan salah satu tanaman obat yang berkhasiat dapat menyembuhkan radang saluran kencing, radang kandung kemih, keseleo, rematik, dan asma. Di Petak Pamer Kebun Per-cobaan Cimanggu, tanaman ini terserang oleh kumbang yang menyerang daun. Suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui jenis kumbang dan beberapa aspek biologinya, dilakukan di Laborato-rium Hama, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor, sejak Juli 2006 sampai dengan Oktober 2007. Serangga dewasa (imago) dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Penelitian biologi dilakukan dengan memelihara larva yang baru menetas secara individu pada cawan petri plastik dan diberi makan daun rangga dipa. Pengamatan dilakukan setiap hari sampai imago mati. Parameter yang diamati ialah lama stadia telur, larva, pupa dan imago, banyaknya instar larva, siklus hidup dan persentase penetasan telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kumbang ini ialah Phyllocharis undulata, famili Chrysomelidae, ordo Coleoptera. Stadia telur, larva, pupa, dan imago masing-masing berlangsung selama 9; 13-16; 5-7; dan 103-408 hari. Larva terdiri dari empat instar. Persentase penetasan telur 34,78-100%. Siklus hidup dari telur sampai imago bertelur ialah 41-43 hari.