Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH IMBANGAN ”RASI” (BERAS AMPAS SINGKONG) DAN BERAS MENIR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TAPE ”RASI” Marleen Sunyoto; Sumanty Debby Moody; Rahmi Susanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Rasi” (beras ampas singkong) merupakan produk kering hasil samping limbah padat pembuatan pati singkong. Pengolahan “rasi” menjadi tape merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan “rasi”. Tape merupakan produk tradisional hasil fermentasi dari bahan yang mengandung pati tinggi. “Rasi” memiliki kandungan pati yang rendah, yaitu 37,35 % dan dalam pembuatan tape dapat ditingkatkan dengan penambahan beras menir yang memiliki kandungan pati tinggi, sebesar 76,24 %. Beras menir dapat menyumbangkan pati yang dibutuhkan selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara “rasi” dan beras menir agar dihasilkan tape “rasi” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan “rasi” dan beras menir, yaitu 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, dan 55:45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan “rasi” dan beras menir 65:35 adalah yang terbaik dengan kadar gula pereduksi 16,52 %, kadar alkohol 1,37 %, total asam tertitrasi 3,44 %, pH 3,73, dan memiliki warna, aroma, tekstur, dan rasa yang disukai oleh panelis. Kata kunci : “Rasi”, Beras Menir, Tape
PENGARUH IMBANGAN TEPUNG RASI (BERAS AMPAS SINGKONG), TEPUNG JAGUNG, DAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK FLAKES TRIPLE MIXED ”SI JAGO” Marleen Sunyoto; Tati Sukarti; Tika Marina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung rasi merupakan alternatif sumber pangan yang kaya akan energi dan berbasis pada potensi lokal karena terbuat dari rasi yang merupakan produk olahan dari limbah pembuatan pati singkong atau tapioka. Tepung rasi mempunyai kandungan energi yang hampir setara dengan beras, yaitu sebesar 359 kkal/100 gram bahan sehingga dapat dimanfaatkan menjadi makanan sarapan seperti flakes. Flakes harus memiliki karakteristik yang renyah sehingga diperlukan bahan tambahan lain seperti tepung jagung untuk memperbaiki sifat organoleptik dari produk. Selain itu, ditambahkan pula tepung kacang hijau yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai gizi protein dari flakes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau yang digunakan dalam pembuatan flakes agar dihasilkan flakes triple mixed ”Si Jago” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau, yaitu 40:10:50, 40:20:40, 40:30:30, 40:40:20, dan 40:50:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tepung rasi, tepung jagung dan tepung kacang hijau 40:10:50 memberikan hasil yang terbaik dengan kandungan kadar air 3,5 %, kadar protein 12,5 %, daya rehidrasi 27,6 %, berwarna kuning kecoklatan, rendemen 90,6 %, kekerasan 936 gF dan memiliki sifat organoleptik (aroma, warna, rasa, kerenyahan, dan kerenyahan dalam susu) yang  dapat diterima oleh panelis.     Kata kunci : Tepung rasi, Tepung jagung, Tepung kacang hijau, flakes
Pengembangan Produk Pangan Baru ‘Pasayu’ Bernutrisi, Berbasis Kearifan Lokal sebagai Bahan Baku (Development of New Food Product of Nutritious Pasayu, Based on Local Wisdom as Raw Materials) Marleen Sunyoto; Tati Nurmala; Roni Kastaman; Deddy Muchtadi
JURNAL PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v25i1.305

Abstract

‘Pasayu’ adalah produk pangan baru pasta fettuccine yang menggunakan  tepung komposit yang terdiri dari tepung limbah ubi kayu, tepung jagung dan tepung kacang hijau. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh formula yang tepat, antara tepung limbah ubi kayu, tepung jagung dan tepung kacang hijau untuk meningkatkan kandungan protein dan serat. Metode eksperimen terdiri dari analisis cluster pada data yang diperoleh dari metode survei, menghasilkan varietas Karikil dengan 0,023 persen kandungan HCN, 11,9 persen pati, serat 7,2 persen serat dan rendemen 16,6 persen, dan Metoda Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Hasilnya memperlihatkan bahwa Perlakuan B (20 : 80) pada ‘Pasayu’ jagung adalah perlakuan terbaik dengan karakteristik sebagai berikut : 9,2 persen protein, 9,5 persen kandungan uap air, 3,57 persen serat, 62,39 persen pati, 6,84 persen kandungan lemak, 72,8 persen karbonhidrat, 1,6 persen kandungan abu, kekerasan 208,7429 gF dan daya rehidrasi 73,385 gF. Perlakuan terbaik pada ‘Pasayu’ kacang hijau adalah 70 : 30 dengan karakteristik: kandungan protein 12,23 persen, kandungan uap air 8,97 persen, serat 5,23 persen, pati 33,2 persen, lemak 5,03 persen, karbohidrat 69,32 persen dan  kandungan abu 4,45 persen, kekerasan 1543.524 dan daya rehidrasi 149.23 gF.High nutrient’s Pasayu is a new fettucine-type pasta food product with composite flour as the basic material that consisting of cassava waste flour, mixed with corn flour and mungbean flour. The study was aimed to obtain the proper formulation of the ratio of cassava waste flour to corn flour and cassava waste flour to mungbean flour, to increase protein content and Pasayu fiber that exceed commercial pasta products. Experiment method consisted of cluster analysis on the data previously obtained from survey method, giving a Karikil variety with 0.023persen HCN content, 11,9 percent starch, 7,2 percent fiber and 16,6 percent rendemen and a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 repetitions. Results show that B treatment (20 : 80) of corn Pasayu is the best treatment with the characteristics of: 9,2 percent protein, 9.5 percent water content, 3,57 percent, fiber,  62,39 percent starch, 6,84 percent fat content, 72.8 percent carbohydrates, 1,6 percent ash content, hardness  208,7429 gF and 73,385 of rehydration power. The best treatment of mungbean Pasayu is 70 : 30 with the characteristic: 12.23 percent protein content, 8,97 percent water content, 5,23 percent fiber content, 33,2 percent starch content, 5,03 percent fat, 69,32 percent carbohydrates  and 4,45 percent ash content, hardness is 1543.524 149,23 gF and rehydration power.