Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perempuan dan Kebebasan: Sebuah Eksplorasi Atas Legenda Jaka Tarub Andreas Maurenis Putra
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.139

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah eksplorasi untuk menemukan pesan-pesan pembebasan bagi kaum perempuan berdasarkan cerita rakyat, “Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari.” Meskipun bukan merupakan telaah yang sempurna tetapi sangat cukup untuk memberi pemahaman tentang polemik peradaban, yang senantiasa menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Masalah gender adalah masalah manusia global dan lokal. Masalah ini terus-menerus diperdebatkan dan diperbincangkan terutama oleh kaum perempuan yang menuntut penghargaan atas kualitas manusia secara seimbang. Legenda “Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari” menjadi kunci untuk membedah konteks masyarakat dulu dan sekarang tentang masifnya persoalan gender (terutama karena kuatnya budaya patriarki) yang kemudian menyulut aneka bentuk gerakan perempuan untuk merekonstruksi prinsip keseimbangan, karena pada dasarnya, manusia adalah citra Allah. Menggunakan metode analisis teks, artikel ini menyajikan sebuah cara pandang baru bahwa perempuan, sebagaimana laki-laki, berhak mengekspresikan talenta-talentanya dalam membangun dunia menjadi lebih baik.KATA-KATA KUNCI: legenda, patriarki, perempuan, egaliter, kerja sama.
Perempuan dan Kebebasan: Sebuah Eksplorasi Atas Legenda Jaka Tarub Andreas Maurenis Putra
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.139

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah eksplorasi untuk menemukan pesan-pesan pembebasan bagi kaum perempuan berdasarkan cerita rakyat, “Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari.” Meskipun bukan merupakan telaah yang sempurna tetapi sangat cukup untuk memberi pemahaman tentang polemik peradaban, yang senantiasa menjadi topik hangat untuk diperbincangkan. Masalah gender adalah masalah manusia global dan lokal. Masalah ini terus-menerus diperdebatkan dan diperbincangkan terutama oleh kaum perempuan yang menuntut penghargaan atas kualitas manusia secara seimbang. Legenda “Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari” menjadi kunci untuk membedah konteks masyarakat dulu dan sekarang tentang masifnya persoalan gender (terutama karena kuatnya budaya patriarki) yang kemudian menyulut aneka bentuk gerakan perempuan untuk merekonstruksi prinsip keseimbangan, karena pada dasarnya, manusia adalah citra Allah. Menggunakan metode analisis teks, artikel ini menyajikan sebuah cara pandang baru bahwa perempuan, sebagaimana laki-laki, berhak mengekspresikan talenta-talentanya dalam membangun dunia menjadi lebih baik.KATA-KATA KUNCI: legenda, patriarki, perempuan, egaliter, kerja sama.
Refleksi Pandemi Covid-19: Dampak Dan Peluang Membangun Peradaban Berbasis Solidaritas Global: Reflection Of Covid-19 Pandemic: The Impact And Opportunity Of Civilization Developing Based On Global Solidarity Andreas Maurenis Putra
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 8 No 1 (2021): Titik Berangkat Strategi Keamanan Nasional
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v8i1.224

Abstract

Even though the theme discussed in this paper is the Covid-19 pandemic, the real background is the world that behind the Covid-19 pandemic, namely, civilization which today has filled with fear, conspiracy, group interests, indifference and injustice. They are actually caused by the humans themselves. Based on this context, the author tries to show that the Covid-19 pandemic is not only a disaster but also an opportunity to lead for a new civilization of global solidarity in the world. Using the literature method (library research), this research was conducted by, first, reading the phenomenon about Covid-19 from the literature. Second, comparing it with central areas in life, and third, draws normative ethical implication which is global solidarity and theological implications in faith inspires a global solidarity movement, especially for Christians, rests on the cross and the resurrection. Keywords: Covid-19; Civilization; Normative-Ethical Implication; Theological Implication; Global Solidarity.