Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meretas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial dan Populisme Agama Marz Wera Mofferz
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.141

Abstract

Post-Truth sedang jadi gejala mutakhir secara global. Fenomena ini membawa serta tiga gejala yakni hoaks, emosi sosial dan populisme agama. Para aktornya memakai fasilitas demokrasi untuk tujuan-tujuan kepentingan kelompoknya. Kerap anti-demorasi. Gerakan ini mendestabilisasi negara demokrasi dengan strategi disinformasi lewat media sosial untuk menerjang prosedur. Ciri khas komunikasi politiknya adalah demagogi. Aktornya adalah demagog. Mereka melakukan gerakan samar atas nama demokrasi dengan alibi kebebasan berpendapat. Strateginya makin canggih bersamaan dengan era revolusi teknologi media sekaligus disrupsi teknologi terhadap budaya hidup suatu bangsa. Tulisan ini merupakan catatan kritis mengenai gelombang isu-isu kontekstual yang mewarnai demokrasi bangsa kita hari-hari ini.KATA-KATA KUNCI: Post-Truth, hoaks, emosi sosial, populisme agama, demagogi, demagog, revolusi teknologi, media sosial.
Meretas Makna Post-Truth: Analisis Kontekstual Hoaks, Emosi Sosial dan Populisme Agama Marz Wera Mofferz
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 7 No 1 (2020): Kebenaran Sebagai Oasis Masyarakat
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v7i1.141

Abstract

Post-Truth sedang jadi gejala mutakhir secara global. Fenomena ini membawa serta tiga gejala yakni hoaks, emosi sosial dan populisme agama. Para aktornya memakai fasilitas demokrasi untuk tujuan-tujuan kepentingan kelompoknya. Kerap anti-demorasi. Gerakan ini mendestabilisasi negara demokrasi dengan strategi disinformasi lewat media sosial untuk menerjang prosedur. Ciri khas komunikasi politiknya adalah demagogi. Aktornya adalah demagog. Mereka melakukan gerakan samar atas nama demokrasi dengan alibi kebebasan berpendapat. Strateginya makin canggih bersamaan dengan era revolusi teknologi media sekaligus disrupsi teknologi terhadap budaya hidup suatu bangsa. Tulisan ini merupakan catatan kritis mengenai gelombang isu-isu kontekstual yang mewarnai demokrasi bangsa kita hari-hari ini.KATA-KATA KUNCI: Post-Truth, hoaks, emosi sosial, populisme agama, demagogi, demagog, revolusi teknologi, media sosial.