Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sidik Peubah Ganda bagi para Peneliti Elna Karmawati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 1, No 1 (1986): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v1n1.1986.30-46

Abstract

Perkembangan Jambu Mete dan Strategi Pengendalian Hama Utamanya ELNA KARMAWATI
Perspektif Vol 7, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/p.v7n2.2008.%p

Abstract

ABSTRAKTanaman jambu mete menghasilkan komoditas ekspor yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan relatif stabil dibanding komoditas ekspor Indonesia lainnya. Selain gelondong dan kacang  mete tanaman tersebut menghasilkan pula minyak laka dan produk lain yang diolah dari buah semu. Arealnya bertambah  terus tiap tahun,  sehingga  akhir 2006  mencapai 595.111  ha. Organisme  pengganggu  tumbuhan  terutama  hama merupakan   salah   satu   penyebab   kematian   dan mengakibatkan  produktivitas  serta  mutu  menjadi rendah.   Pada   beberapa   daerah   sentra   produksi Helopeltis  merupakan  hama  yang  luas  serangannya paling tinggi diikuti oleh S. indecora dan hama lainnya. Beberapa   permasalahan telah   ditemukan   yang menyebabkan hama Helopeltis spp seringkali muncul atau  Sanurus  menjadi  hama  baru,  diantaranya  a). percabangan tanaman yang semakin banyak sehingga tumpang tindih dan mengakibatkan perubahan iklim mikro, b). Helopeltis spp dan S. indecora mempunyai rentang   tanaman   inang   yang   sangat   lebar   dan berlimpah  di  lapangan,  c).  penggunaan  insektisida kimia  yang  berlebihan,  d).  kurangnya  pengetahuan petani  mengenai tanaman sela, e). adanya interaksi antara Helopeltis spp, S. indecora dan Delichoderus sp. Upaya  pengendalian  sebelum  tahun 2001  sebagian besar  masih    menggunakan  bahan  kimia,  namun perbaikan-perbaikan teknologi  telah dilakukan setiap tahun. Strategi pengendalian yang digunakan adalah a).  pemanfaatan  dan  perekayasaan  lingkungan pertanaman jambu mete, b). pengkajian skala luas di beberapa agroekologi sekaligus melanjutkan pembinaan  pemandu  dan  petani  dalam  wadah sekolah  langsung pengendalian hama terpadu (SLPHT).Kata  kunci:  Anacardium  occidentale  L.,  gelondong  , kacang  mete,  Helopeltis  spp.,  Sanurus indecora,  iklim  mikro,  tanaman  inang, perekayasaan lingkungan, SLPHT ABSTRACTCashew   nut   Development   and   Control Strategy of Its Main PestsCashew plant produces export commodity having a very high value and stability compared with other Indonesian  export  commodities.  Beside    shells  and nuts, the plant produces  lacca oil and other  products from the fruits. The cashew growing area increases every year and the end of 2006 achieved 595.111 ha. Pests can cause  the death or the lower productivity and nut quality. In several production area, Helopeltis has  the  largest  attack  area,  followed  by  Sanurus indecora or other pests. Several problems have been found in the  field, such as: a). more branches produced by   the   plant   caused   micro   climate   changes,   b). Helopeltis spp and  S. indecora have a very wide host range, c). the over usage of  synthetic insecticide, d). the lack of farmers knowledge of intercropping, e). there is interaction  among Helopeltis spp, S. indecora and Dolichoderus sp. Before 2001, synthetic insecticide were commonly used for controlling insect pest. Since then, other control methods have been developed. The control strategy are a). ecosystem engineering and its utilization surrounding cashew plantation and b). large scale  assessment  of  agroecologies  and  farmer  and extension   worker   supervision   in   Field   School   of Integrated Pest Management (FSIPM).Key words : Anacardium occidentale L., shell, cashew, Helopeltis  spp,  Sanurus indecora, micro climate, host     plant,      ecosystem engineering, FSIPM
Pola Sebaran Penghisap Buah Lada di Kabupaten Bangka Elna Karmawati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 3, No 1 (1988): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v3n1.1988.6-11

Abstract

Perkembangan Jambu Mete dan Strategi Pengendalian Hama Utamanya ELNA KARMAWATI
Perspektif Vol 7, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Puslitbang Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.372 KB) | DOI: 10.21082/p.v7n2.2008.%p

Abstract

ABSTRAKTanaman jambu mete menghasilkan komoditas ekspor yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan relatif stabil dibanding komoditas ekspor Indonesia lainnya. Selain gelondong dan kacang  mete tanaman tersebut menghasilkan pula minyak laka dan produk lain yang diolah dari buah semu. Arealnya bertambah  terus tiap tahun,  sehingga  akhir 2006  mencapai 595.111  ha. Organisme  pengganggu  tumbuhan  terutama  hama merupakan   salah   satu   penyebab   kematian   dan mengakibatkan  produktivitas  serta  mutu  menjadi rendah.   Pada   beberapa   daerah   sentra   produksi Helopeltis  merupakan  hama  yang  luas  serangannya paling tinggi diikuti oleh S. indecora dan hama lainnya. Beberapa   permasalahan telah   ditemukan   yang menyebabkan hama Helopeltis spp seringkali muncul atau  Sanurus  menjadi  hama  baru,  diantaranya  a). percabangan tanaman yang semakin banyak sehingga tumpang tindih dan mengakibatkan perubahan iklim mikro, b). Helopeltis spp dan S. indecora mempunyai rentang   tanaman   inang   yang   sangat   lebar   dan berlimpah  di  lapangan,  c).  penggunaan  insektisida kimia  yang  berlebihan,  d).  kurangnya  pengetahuan petani  mengenai tanaman sela, e). adanya interaksi antara Helopeltis spp, S. indecora dan Delichoderus sp. Upaya  pengendalian  sebelum  tahun 2001  sebagian besar  masih    menggunakan  bahan  kimia,  namun perbaikan-perbaikan teknologi  telah dilakukan setiap tahun. Strategi pengendalian yang digunakan adalah a).  pemanfaatan  dan  perekayasaan  lingkungan pertanaman jambu mete, b). pengkajian skala luas di beberapa agroekologi sekaligus melanjutkan pembinaan  pemandu  dan  petani  dalam  wadah sekolah  langsung pengendalian hama terpadu (SLPHT).Kata  kunci:  Anacardium  occidentale  L.,  gelondong  , kacang  mete,  Helopeltis  spp.,  Sanurus indecora,  iklim  mikro,  tanaman  inang, perekayasaan lingkungan, SLPHT ABSTRACTCashew   nut   Development   and   Control Strategy of Its Main PestsCashew plant produces export commodity having a very high value and stability compared with other Indonesian  export  commodities.  Beside    shells  and nuts, the plant produces  lacca oil and other  products from the fruits. The cashew growing area increases every year and the end of 2006 achieved 595.111 ha. Pests can cause  the death or the lower productivity and nut quality. In several production area, Helopeltis has  the  largest  attack  area,  followed  by  Sanurus indecora or other pests. Several problems have been found in the  field, such as: a). more branches produced by   the   plant   caused   micro   climate   changes,   b). Helopeltis spp and  S. indecora have a very wide host range, c). the over usage of  synthetic insecticide, d). the lack of farmers knowledge of intercropping, e). there is interaction  among Helopeltis spp, S. indecora and Dolichoderus sp. Before 2001, synthetic insecticide were commonly used for controlling insect pest. Since then, other control methods have been developed. The control strategy are a). ecosystem engineering and its utilization surrounding cashew plantation and b). large scale  assessment  of  agroecologies  and  farmer  and extension   worker   supervision   in   Field   School   of Integrated Pest Management (FSIPM).Key words : Anacardium occidentale L., shell, cashew, Helopeltis  spp,  Sanurus indecora, micro climate, host     plant,      ecosystem engineering, FSIPM