Muannas Muannas
Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Fajar Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES GATEKEEPING TERKAIT REDISTRIBUSI KONTEN MEDIA SOSIAL: PERSFEKTIF GENERASI Z Muannas Muannas
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6898

Abstract

Media sosial tampil menawarkan ladang subur bagi beranakpinaknya informasi. Para penggunanya menikmati layanan VIP (Very Important Person) dan dimanjakan dengan layanan kemudahan menerima dan mengirim informasi, tanpa sekat-sekat ruang dan waktu. Arus informasi pun mengalir deras dari berbagai arah yang tak terduga hingga melimpah ruah. Di media sosial, setiap orang adalah opinion leader, tidak hanya konsumen, juga sekaligus produsen dan distributor informasi. Di Indonesia, jumlah pengguna media sosial melampaui angka 130 juta dari 265,4 juta jiwa penduduk (Survei We Are Social yang bekerjasama dengan Hootsuite). Sementara pengguna internet berjumlah 143 juta jiwa lebih (survei APJII, 2017). Artinya, hampir seluruh pengguna internet juga pengguna media sosial, yang didominasi usia 19 hingga 34 tahun (49,52 persen). Kelompok usia ini digelari generasi Y (generasi milenial) dan generasi Z. Generasi ini memiliki tendensi membagikan apapun ke media sosial. Generasi Z adalah penutur asli generasi internet (iGen). Penelitian ini ingin mengetahui persfektif generasi Z terkait proses gatekeeping dalam redistribusi informasi di media sosial. Proses gatekeeping akan menentukan kualitas informasi yang diredistribusi. Jika gatekeeper cermat menyeleksi informasi maka konten positiflah yang bakal menyebar, sebaliknya ketika gatekeeper abai dalam proses gatekeeping, maka konten negatif yang akan terdistribusi. Hasil penelitian diharapkan berguna secara praktis dalam merumuskan strategi dan pola literasi penggunaan media sosial oleh generasi Z. Selain itu, diharapkan juga hasil penelitian menjadi masukan bagi pengembangan ilmu komunikasi, khususnya terkait proses gatekeeping dalam studi komunikasi.