Joko Setyoko
Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRATEGI POLITIK PASANGAN SUKANDAR-HAMDI DALAM PEMENANGAN PEMILUKADA ULANG KABUPATEN TEBO Joko Setyoko; Hendro Waluyo
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 7 No. 4 (2021): 2021 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/governance.v7i4.10

Abstract

The phenomenal victory of the Sukandar-Hamdi pair in the re-election of Tebo district, in fact, cannot be separated from the expertise of a political strategy actor, both in reading opportunities in political momentum and reading trends in voter behavior in the Tebo area. This research was conducted in Tebo Regency, Jambi. The location which became the research location was chosen purposively (intentionally), namely in Tebo Regency, Jambi Province. Because the phenomenon of the Pemilukada in Tebo district which is the only regional head election in Jambi Province whose implementation is repeated, due to demands from the opposing parties participating in the other post-conflict local elections. This research method is a qualitative method. The results of this study found that the political strategy used by the Sukandar-Hamdi pair in winning the post-conflict local election in Tebo Regency was to form a success team or team consisting of community leaders, women, and witnesses at TPS, holding outreach to kecamtan and villages in Tebo Regency. , conducting campaigns by making a vision and mission and bringing in artists in open campaigns, using the mistakes of opponents that have been decided in the Constitutional Court to influence voters, inviting survey institutions to conduct political research
OPTIMALISASI PENGELOLAAN OBJEK DANAU KEPUNGO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA BALAI RAJO KECAMATAN VII KOTO ILIR KABUPATEN TEBO TAHUN 2020 Joko Setyoko; Ahmad Riyadi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2021): 2021 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/governance.v8i2.44

Abstract

This study aims to determine how the performance of the Hamlet Government apparatus in serving and building the economy through an optimization process. the people of Balai Rajo Hamlet, VII Koto Ilir District, Tebo Regency, Furthermore, what affects the performance of the Hamlet Government apparatus in serving and building the village economy and the community in realizing a safe and prosperous independent village for the people of Balai Rajo Hamlet, VII Koto Ilir District, Tebo Regency. The ability of human resources (HR) is a factor that affects the performance of the apparatus. The problem of the quality of human resources of the Dusun government is an important issue in the implementation of Autoda. Therefore, increasing the Human Resources (HR) of the Dusun government is an urgent matter that must be done, so that the implementation of Autoda can run as expected, but this is also influenced by two important factors. Level of education In carrying out its duties and responsibilities as a Dusun apparatus, especially in providing services and development of general village economic growth to Balai Rajo Hamlet, it is largely determined by the level of education possessed by the apparatus itself, because the heavier or wider the responsibility of the Dusun apparatus must be carried out. It takes an apparatus that has quality human resources as well. Work experience In carrying out their duties and responsibilities as community servants, the ability of the apparatus is also greatly influenced by the length of work or in terms of work experience, therefore the village government, which has been working for a long time, is demanded to be more effective and recognize what can give satisfaction to visitors and visitors. community Service facilities and infrastructure are all types of equipment, work equipment, and other facilities that function as the main or auxiliary tools in the implementation of work. The role of service facilities is very important in addition to the role of the human element itself. One that is also very influential on improving the quality of work is the spirit and commitment to work that leads to a better direction than the previous results.
Gerakan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Sosial di Kabupaten Bungo Joko Setyoko; Muhammad Deby Satria
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 2 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v2i1.15

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gerakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di Kabupaten Bungo dalam advokasi tuntutan mahasiswa, dan mengetahui hambatan dalam pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di Kabupaten Bungo pada advokasi tuntutan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat dengan studi deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat dengan studi deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling (teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di Kabupaten Bungo dalam advokasi tuntutan mahasiswa dilakukan dengan: Pemetaan Isu, Pra Aksi, Aksi, dan Pasca Aksi. Beberapa hambatan dalam pergerakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di Kabupaten Bungo pada advokasi tuntutan mahasiswa yaitu: Kurangnya rasa kesadaran mahasiswa itu sendiri, Globalisasi dan Modernisasi
Evaluasi Pengelolaan Aset Daerah Kabupaten Bungo Joko Setyoko; Ardjunaidi Ardjunaidi
Jurnal Politik dan Pemerintahan Daerah Vol. 2 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jppd.v2i2.21

Abstract

Aset daerah merupakan sumberdaya penting bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk dapat mengelola aset secara memadai. Dalam pengelolaan aset, pemerintah daerah harus menggunakan pertimbangan aspek perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan penyaluran, penggunaan, piñata usahaan, pemanfaatan atau penggunaan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan dan tuntutan ganti rugi agar aset daerah mampu memberika kontribusi optimal bagi pemerintah daerah yang bersangkutan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Instansi BP2RD Kab. Bungo Daerah Kabupaten Bungo Jambi, karena pada BP2RD Kab. Bungo terdapat banyak Aset Pemerintah Kabupten Bungo untuk kegiatan ataupun Dinas dalam rangka mengatasi bencana kebakaran. Penelitian ini akan dilakukan mulai dari januari 2018 sampai dengan maret 2018. Pengelolaan Barang di BP2RD Kab. Bungo. a. Pendanaan.Dalam pengelolaan barang dimiliki setiap kantor dinas atau instansi memilik dana dalam pengelolaan tersebut. Namun dana yang digunakan danpengelolaan tersebut cukup atau tidaknyab. Pengadaan barang milik BP2RDKabupaten Bungo. Pengadaan adalah kegiatan untuk medapatkan barang, atau jasasecara transparan, efektif, dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginanpenggunanya. Penggunaan.Penggunaan berasal dari kata dasar guna. Penggunaanmemiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga penggunaan dapatmenyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tidak terlaksana pengelolaan barangdengan Baik di BP2RD Kab. Bungo Kabupaten Bungo tersebut, Koordinasi Antar SKPD.Pengertian koordinasi ialah kegiatan yang dikerjakan oleh banyak pihak dari satu organisasi yang sederajat dan untuk mencapai suatu tujuan bersama dengankesepakatan masing-masing pihak agar tidak terjadi kesalahan dalam bekerja baikmengganggu pihak yang satu dengan pihak yang lainnya, Pendataan. Pendataanmaksudnya dalam penelitian ini adalah didalam pendataan asset yang di lakukanBPKAD tidak sesuai