Prama Widayat
Lancang Kuning University

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Plastik Minyak Goreng Pada Panti Asuhan Al Hasanah Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.595 KB) | DOI: 10.14421/jbs.1383

Abstract

Melihat banyaknya limbah plastik bekas minyak goreng yang terbuang percuma, hasil dari pemakaian rumah tangga. Baik yang digunakan oleh panti asuhan sendiri maupun yang digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang ada disekitar panti asuhan. Namun pemakaian untuk panti asuhan yang cukup banyak karena untuk memberikan makan 97 anak asuh maka setidaknya mereka menghabiskan sekitar 2 liter minyak sekali masak. Untuk itulah bekas limbah akan dikumpulkan agar dimanfaatkan untuk polibek menanam cabe merah. Hasil dari penanaman cabe ini akan bisa digunakan untuk kebutuhan panti asuhan dan bisa dijual nantinya, untuk menghasilkan pendapatan bagi mereka.[Seeing the amount of used cooking oil plastic waste that is wasted, results from household use. Both those used by the orphanages themselves or those used by housewives around the orphanage. But the use of orphanages is quite a lot because to feed 97 foster children, then at least they spend about 2 liters of oil once cooked. For this reason, waste will be collected so that it can be used for polybags to plant red chili. The results of the chilli planting will be used for the needs of the orphanage and can be sold later, to generate income for them.]
Sosialisasi Bank Sampah di Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jbs.1739

Abstract

Dengan luas wilayah yang dimiliki oleh Kelurahan Umban Sari yang terdiri dari 13 RW dan lebih dari 40 RT maka ini menjadi lokasi yang sangat padat dan juga menghasilkan sampah yang juga tinggi. Alhasil sampah juga bertebaran dipinggir jalan, seperti sampah plastik dan sejenisnya, memang terdapat penjemputan oleh kendaraan kebersihan yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup kota pekanbaru tetapi itu tidak maksimal karena mengingat luasnya wilayah Umban Sari. Untuk itu perlu penanganan khusus agar sampah ini bisa ditangani dengan serius, langkah awal yang dilakukan adalah membentuk unit bank sampah di kelurahan umban sari, kedepan akan dikembangkan menjadi bank sampah mandiri Kelurahan Umban Sari.[With an area owned by the Umban Sari Village which consists of 13 RWs and more than 40 RTs, this is a very dense location and also produces high levels of waste. As a result, rubbish is also scattered alongside the road, such as plastic waste and the like, there is indeed pickup by cleaning vehicles carried out by the environmental service city of Pekanbaru but that is not optimal because given the vast area of Umban Sari. For this reason, special handling needs to be taken so that this garbage can be handled seriously, the initial step taken is to form a garbage bank unit in the umban sari village, in the future it will be developed into an independent garbage bank in Umban Sari Village.]
Edukasi Bank Sampah di Kelurahan Padang Terubuk Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jbs.1920

Abstract

Dengan luas wilayah yang dimiliki oleh Kelurahan Padang Terubuk sekitar 1,54 KM2 merupakan bagian dari Kecamatan Senapelan. Dimana di Kecamatan ini terdiri dari 6 Kelurahan dengan jumlah 42 RW dan 146 RT (BPS Kecamatan Senapelan 2016). Kelurahan Padang Terubuk terdiri dari 6 RW dan lebih dari 15 RT maka ini menjadi lokasi yang sangat padat ditengah Kota Pekanbaru dan juga menghasilkan sampah yang juga tinggi sebagai salah satu pusat perniagaan dan ekonomi. Alhasil sampah juga bertebaran dipinggir jalan, seperti sampah plastik dan sejenisnya, memang terdapat penjemputan oleh kendaraan kebersihan yang dilakukan oleh dinas lingkungan hidup kota pekanbaru tetapi itu tidak maksimal karena mengingat terbatasnya kendaraan. Untuk itu perlu penanganan khusus agar sampah ini bisa ditangani dengan serius, langkah awal yang dilakukan adalah membentuk unit bank sampah di kelurahan Padang Terubuk dengan melibatkan masyarakat, kedepan akan dikembangkan menjadi bank sampah mandiri Kelurahan Padang Terubuk.[With an area owned by Padang Terubuk Village around 1.54 KM2 is part of the Senapelan District. Where in this district consists of 6 villages with a total of 42 RW and 146 RT (BPS Senapelan District 2016). Padang Terubuk Village consists of 6 RWs and more than 15 RTs, so this is a very dense location in the middle of Pekanbaru City and also produces high waste as one of the trade and economic centers. As a result, rubbish is also scattered alongside roads, such as plastic waste and the like, there is indeed pickup by cleaning vehicles carried out by the environmental service city of Pekanbaru but that is not optimal because of the limited vehicles. For this reason, special handling needs to be taken so that this garbage can be handled seriously, the initial step taken is to form a garbage bank unit in Padang Terubuk village by involving the community, in the future it will be developed into an independent garbage bank in Padang Terubuk village.]
Pembuatan Ecobrik Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih Kecamatan Mandau Duri Kabupaten Bengkalis Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mandau merupakan salah satu kecamatan yang cukup padat penduduk di Kabupaten Bengkalis, disini terdapat sebuah Bank Sampah Pematang Pudu Bersih yang berada pada kelurahan Pematang Pudu dengan jumlah penduduk 29.986 jiwa yang terdiri dari 17 RW dan 95 RT dengan luas wilayah 25 KM2. Bank sampah ini berdiri sejak 2015 yang menampung sampah non-organik seperti botol, plastik, kertas dan karton dengan beragam jenis. Tetapi untuk sampah plastik seperti kantong kresek, bungkus makanan, styrofoam, sedotan dan lainnya sejenis maka ini belum bisa dimanfaatkan, sebagian bisa dibuat menjadi tas karena bungkus plastik tersebut masih bagus tetapi bungkus plastik yang sudah kotor dan robek tidak bisa buat menjadi kerajinan tangan. Untuk itulah dibuatkan menjadi paving blok sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi. [Mandau District is one of the most densely populated sub-districts in Bengkalis Regency, here there is a Pematang Pudu Bersih Waste Bank located in Pematang Pudu Village with a population of 29,986 people consisting of 17 RW and 95 RT with an area of 25 KM2. This waste bank was established in 2015 and accommodates various types of non-organic waste such as bottles, plastics, paper and cardboard. But for plastic waste such as plastic bags, food wrappers, styrofoam, straws and other similar types, this cannot be utilized, some of which can be made into bags because the plastic wrap is still good but dirty and torn plastic wrap cannot be made into handicrafts. For this reason, they are made into paving blocks so that they have a higher selling value.]