Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Laboratorium Mekanika Batuan Menggunakan Metode Unconfined Compressive Strength (Ucs) Pada Batuan Inti (Core) Batu Pasir Arief Rahman; Fajar Nugraha Muhyiddin
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.44

Abstract

Elastisitas (modulus Young) batuan adalah suatu sifat mekanik yang menggambarkan seberapa besar nilai yang dimiliki suatu batuan untuk bertahan sebelum terjadinya deformasi. Poisson’s ratio merupakan nilai perbandingan antara regangan aksial dan elastisitas yang dimiliki batuan yang mampu menggambarkan litologi batuan dalam formasi. Metode Unconfined Compressive Strength (UCS) yaitu salah satu metode pengujian mekanika batuan dengan cara menekan batuan dari satu arah (horisontal) hingga batuan mengalami keruntuhan atau fracture. Metode ini dilakukan dalam desain Hydraulic Fracturing. Sampel yang digunakan yaitu sampel batuan inti batu pasir dengan syarat panjang (L)/ diameter (D) = 2. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan dari hasil pembacaan data perubahan panjang (ΔL) dan diameter (ΔD), dan tegangan (σ), untuk mendapatkan nilai dari tiap sampel, yaitu: ɛlateral, ɛaksial, ɛvolumetrik, Poisson’s Ratio, Young’s Modulus. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data, didapatkan nilai tegangan UCS rata-rata yaitu 7,71 Mpa, dan Tegangan elastisitas rata-rata yaitu 6,23 Mpa. Sedangkan nilai Modulus Young rata-rata yaitu 1,15 Gpa, dan Poisson’s Ratio yaitu 0,24. Jenis litologi dari 6 sampel batuan secara keseluruhan dapat diinterpretasikan sebagai Soft Sandstone.
Penanggulangan Shale Problem Dengan Menggunakan Jenis Lumpur Dif (Drill In Fluid) Arief Rahman; Ganang Raditya Pratama
Jurnal Migasian Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i1.18

Abstract

Shale Problem merupakan permasalahan yang timbul dalam proses pengeboran, yaitu sloughing shale dan swelling clay. Untuk meminimalisir terjadi shale problem, diujicobakan lumpur DIF (Drill-in Fluid). Lumpur DIF merupakan lumpur berbahan dasar air (water base mud) yang tidak menggunakan material pemberat barit atau barium sulfat (BaSO4), namun menggunakan kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga memiliki keunggulan membentuk cake yang kuat untuk menahan dinding lubang bor namun mudah diruntuhkan oleh asam. Penelitian ini adalah ujicoba skala laboratorium yang bertujuan untuk menanggulangi shale problem menggunakan metode erosion shale test dan pengukuran linear swelling. Bahan yang digunakan adalah sampel lumpur berbahan dasar air, MS -DIF 2% KCL, MS-DIF 2% KCL, dan KCL Polymer, dan beberapa sampel cutting. Metode shale erosion diterapkan pada sampel cutting shale yang dicampur dengan empat sampel lumpur tersebut. Hasilnya, sampel cutting yang masih tertahan setelah proses hot rolled dengan air murni adalah sebesar 1.30 gram, dengan lumpur MS-DIF 2% KCL sebesar 8.76 gram, dengan lumpur MS-DIF 4% KCL sebesar 19.28 gram, sedangkan dengan sampel lumpur KCL Polymer sebesar 9.28 gram. Metode Linear Swelling mengukur cutting shale yg sudah dikompaksikan lalu dicampur dengan empat sampel lumpur tersebut. Hasilnya, shale dengan air murni mengakibatkan swelling sebesar 19.65%, MS-DIF 2% KCL mengakibatkan swelling sebesar 12.33%, MS-DIF 4% KCL mengakibatkan swelling sebesar 11.60%, dan KCL Polymer mengakibatkan swelling sebesar 10.82%. Berdasarkan uji laboratorium tersebut, tingkat reaktifitas shale pada erosion test lumpur MS-DIF 4% KCL menunjukkan hasil terbaik, namun untuk pengujian linear swelling, lumpur KCL Polymer sedikit lebih baik dibanding MS-DIF 4% KCL dengan sedikit selisih 0.78%.
Penanggulangan Shale Problem Dengan Menggunakan Jenis Lumpur Dif (Drill In Fluid) Arief Rahman; Ganang Raditya Pratama
Jurnal Migasian Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i1.18

Abstract

Shale Problem merupakan permasalahan yang timbul dalam proses pengeboran, yaitu sloughing shale dan swelling clay. Untuk meminimalisir terjadi shale problem, diujicobakan lumpur DIF (Drill-in Fluid). Lumpur DIF merupakan lumpur berbahan dasar air (water base mud) yang tidak menggunakan material pemberat barit atau barium sulfat (BaSO4), namun menggunakan kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga memiliki keunggulan membentuk cake yang kuat untuk menahan dinding lubang bor namun mudah diruntuhkan oleh asam. Penelitian ini adalah ujicoba skala laboratorium yang bertujuan untuk menanggulangi shale problem menggunakan metode erosion shale test dan pengukuran linear swelling. Bahan yang digunakan adalah sampel lumpur berbahan dasar air, MS -DIF 2% KCL, MS-DIF 2% KCL, dan KCL Polymer, dan beberapa sampel cutting. Metode shale erosion diterapkan pada sampel cutting shale yang dicampur dengan empat sampel lumpur tersebut. Hasilnya, sampel cutting yang masih tertahan setelah proses hot rolled dengan air murni adalah sebesar 1.30 gram, dengan lumpur MS-DIF 2% KCL sebesar 8.76 gram, dengan lumpur MS-DIF 4% KCL sebesar 19.28 gram, sedangkan dengan sampel lumpur KCL Polymer sebesar 9.28 gram. Metode Linear Swelling mengukur cutting shale yg sudah dikompaksikan lalu dicampur dengan empat sampel lumpur tersebut. Hasilnya, shale dengan air murni mengakibatkan swelling sebesar 19.65%, MS-DIF 2% KCL mengakibatkan swelling sebesar 12.33%, MS-DIF 4% KCL mengakibatkan swelling sebesar 11.60%, dan KCL Polymer mengakibatkan swelling sebesar 10.82%. Berdasarkan uji laboratorium tersebut, tingkat reaktifitas shale pada erosion test lumpur MS-DIF 4% KCL menunjukkan hasil terbaik, namun untuk pengujian linear swelling, lumpur KCL Polymer sedikit lebih baik dibanding MS-DIF 4% KCL dengan sedikit selisih 0.78%.
Uji Laboratorium Mekanika Batuan Menggunakan Metode Unconfined Compressive Strength (Ucs) Pada Batuan Inti (Core) Batu Pasir Arief Rahman; Fajar Nugraha Muhyiddin
Jurnal Migasian Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v2i2.44

Abstract

Elastisitas (modulus Young) batuan adalah suatu sifat mekanik yang menggambarkan seberapa besar nilai yang dimiliki suatu batuan untuk bertahan sebelum terjadinya deformasi. Poisson’s ratio merupakan nilai perbandingan antara regangan aksial dan elastisitas yang dimiliki batuan yang mampu menggambarkan litologi batuan dalam formasi. Metode Unconfined Compressive Strength (UCS) yaitu salah satu metode pengujian mekanika batuan dengan cara menekan batuan dari satu arah (horisontal) hingga batuan mengalami keruntuhan atau fracture. Metode ini dilakukan dalam desain Hydraulic Fracturing. Sampel yang digunakan yaitu sampel batuan inti batu pasir dengan syarat panjang (L)/ diameter (D) = 2. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan dari hasil pembacaan data perubahan panjang (ΔL) dan diameter (ΔD), dan tegangan (σ), untuk mendapatkan nilai dari tiap sampel, yaitu: ɛlateral, ɛaksial, ɛvolumetrik, Poisson’s Ratio, Young’s Modulus. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengolahan data, didapatkan nilai tegangan UCS rata-rata yaitu 7,71 Mpa, dan Tegangan elastisitas rata-rata yaitu 6,23 Mpa. Sedangkan nilai Modulus Young rata-rata yaitu 1,15 Gpa, dan Poisson’s Ratio yaitu 0,24. Jenis litologi dari 6 sampel batuan secara keseluruhan dapat diinterpretasikan sebagai Soft Sandstone.