Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN DAN INSPEKSI PERALATAN PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN SERANG Yenny Frisca Madhona; Rahmad Siwu
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di indonesia, hingga saat ini kebakaran merupakan bahaya potensial yang masih kerap terjadi baik di tempat kerja maupun pemukiman penduduk. Data kasus kebakaran yang di kutip dari pusat laboratorium fisika forensic mabes polri dari tahun 1990-2001. Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tidak di inginkan oleh pihak manapun. kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di tempat kerja. Tidak ada tempat kerja yang dapat di jamin bebas resiko dari bahaya kebakaran. terjadinya kebakaran ini dapat di sebabkan oleh faktor manusia, kondisi lingkungan maupun manajemen. Sumber-sumber pemicu terjadinya kebakaran di tempat kerja antara lain listrik, sambaran petir, pengelasan, pemakaian bahan dan cairan mudah terbakar, reaksi bahan kimia, percikan/bunga api, gesekan, rokok, dan lain-lain. Tujuan dilaksanakan kerja praktek ini untuk mengetahui program, prosedur, implementasi dan tindak lanjut Penerapan dan implementasi inspeksi pada peralatan kebakaran aktif di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang. Metodologi pelaksanaan kerja praktek adalah metode interview, metode observasi, metode literature. Kerja praktek dilakukan di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang.Prosedur yang ada telah memenuhi kebutuhan inspeksi dimana prosedur yang ada telah menjelaskan kapan dilakukan inspeksi dan tahapan inspeksi yang dilakukan, tetapi untuk prosedur yang mengkhususkan ke alarm kebakaran masih dibuat secara umum belum ada prosedur yang mengkhususkan kepada alarm kebakaran.Tindak lanjut alat yang rusak ataupun dalam kondisi yang kurang baik maka tim EHS akan melakukan open PR ( Purcahase Request ) untuk penggantian peralatan sistem kebakaran proteksi dan open WO ( Work Order ) untuk perbaikan peralatan sistem kebakaran. Hasil inspeksi yang sudah dilakukan di informasikan kepada head/ departemen menggunakan form inspeksi ataupun dokumentasi soft copy hasil inspeksi.
Gambaran Umum Penerapan Manual Handling Pada Pekerjaan Pengangkutan Hebel (Bata Ringan) Di PT Matrix Primatama Cirebon – Jawa Barat Yenny Frisca Madhona; Muhammad Maulana Rizki
Jurnal Migasian Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Akademi Minyak dan Gas Balongan Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v6i1.201

Abstract

Abstrak. Salah satu masalah di dunia industri yang dampaknya sangat signifikan saat ini adalah masalah ergonomi khususnya manual handling. Manual handling merupakan suatu kegiatan transportasi yang dilakukan oleh pekerja dengan melakukan kegiatan mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik dan membawa benda dengan tangan. Potensi bahaya manual handling yang umum yaitu teknik mengangkat yang buruk sehingga berisiko menimbulkan penyakit tulang belakang. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui program, prosedur dan implementasi pekerjaan manual handling di PT Matrix Primatama Cirebon. Metodologi dalam tugas akhir ini menggunakan metode kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan observasi lapangan serta data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu program manual handling yang terdapat di PT Matrix Primatama Cirebon berupa sosialisasi dan pelatihan. Prosedur pekerjaan manual handling mengacu pada dokumen perusahaan dengan nomor dokumen P/SOP/K3/006 dengan mengacu pada UU. No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang K3 Lingkungan Kerja dan PP. No. 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan SMK3. Implementasi manual handling diterapkan dengan baik sesuai dengan prosedur perusahaan. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat 2 program pada pekerjaan manual handling yaitu sosialisasi dan pelatihan, prosedur manual handling mengacu pada beberapa legal aspek yaitu UU. No. 1 Tahun 1970, Permenaker No. 5 Tahun 2018 dan PP No. 50 Tahun 2012. Implementasi manual handling aman dilakukan karena tidak melebihi NAB dan dilakukan sesuai prosedur. Saran penulis untuk perusahaan yaitu sebaiknya perusahaan menunjuk dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja dan perlu dibuat komitmen antara perusahaan dengan subkontraktror terkait pengadaan APD. Kata kunci: Manual Handling, Sosialisasi, Pelatihan.
PENERAPAN DAN INSPEKSI PERALATAN PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF PT. MULTIMAS NABATI ASAHAN SERANG Yenny Frisca Madhona; Rahmad Siwu
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.7

Abstract

Di indonesia, hingga saat ini kebakaran merupakan bahaya potensial yang masih kerap terjadi baik di tempat kerja maupun pemukiman penduduk. Data kasus kebakaran yang di kutip dari pusat laboratorium fisika forensic mabes polri dari tahun 1990-2001. Kebakaran merupakan suatu kejadian yang tidak di inginkan oleh pihak manapun. kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di tempat kerja. Tidak ada tempat kerja yang dapat di jamin bebas resiko dari bahaya kebakaran. terjadinya kebakaran ini dapat di sebabkan oleh faktor manusia, kondisi lingkungan maupun manajemen. Sumber-sumber pemicu terjadinya kebakaran di tempat kerja antara lain listrik, sambaran petir, pengelasan, pemakaian bahan dan cairan mudah terbakar, reaksi bahan kimia, percikan/bunga api, gesekan, rokok, dan lain-lain. Tujuan dilaksanakan kerja praktek ini untuk mengetahui program, prosedur, implementasi dan tindak lanjut Penerapan dan implementasi inspeksi pada peralatan kebakaran aktif di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang. Metodologi pelaksanaan kerja praktek adalah metode interview, metode observasi, metode literature. Kerja praktek dilakukan di PT. Multimas Nabati Asahan - Serang.Prosedur yang ada telah memenuhi kebutuhan inspeksi dimana prosedur yang ada telah menjelaskan kapan dilakukan inspeksi dan tahapan inspeksi yang dilakukan, tetapi untuk prosedur yang mengkhususkan ke alarm kebakaran masih dibuat secara umum belum ada prosedur yang mengkhususkan kepada alarm kebakaran.Tindak lanjut alat yang rusak ataupun dalam kondisi yang kurang baik maka tim EHS akan melakukan open PR ( Purcahase Request ) untuk penggantian peralatan sistem kebakaran proteksi dan open WO ( Work Order ) untuk perbaikan peralatan sistem kebakaran. Hasil inspeksi yang sudah dilakukan di informasikan kepada head/ departemen menggunakan form inspeksi ataupun dokumentasi soft copy hasil inspeksi.