This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA PESANTREN TRADISIONAL DI KOTA TASIKMALAYA DALAM MENCEGAH ANCAMAN RADIKALISME Akhmad - Satori
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.065 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.10304

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai model pendidikan multikultural pada Pesantren tradisional Nahdatul Ulama di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi tawaran model pendidikan multikultural agar dapat diaplikasikan di komunitas masyarakat lainnya terutama dalam mencegah ancaman radikalisme. Dengan menggunakan metode kualitatif, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut; Pertama, Pola internalisasi tradisi di pondok pesantren sangat di pengaruhi oleh nilai-nilai Ahlussunah wal jamaah (ASWAJA), penerapan prinsip tawasut, tasammuh, taadul ditanamkan pada pendidikan baik di pesantren maupun di madrasah formal di tingkat pertama dan di lanjutkan pada tahap selanjutnya, Kedua, Pola transformasi dimensi multikultural di Pendidikan Pesantren mempunyai ciri khas memberikan pengetahuan mengenai ilmu alat/metode, sebagai kunci untuk membaca dan memahami ilmu agama yang lebih mendalam, hal ini dikarenakan pemahaman mengenai ajaran agama di landasi oleh pemahaman metodologis terhadap ilmu. Pada tingkat lebih lanjut pengajaran mengenai ushul fiqih maupun Al-Qur’an dan Hadits harus terintegrasi. Ketiga, respon dan penerimaan terhadap ajaran baru di pesantren selalu dilakukan melalui berbagai aktifitas dialogis, seperti bathsul masaail, menjadikan penerimaan pesantren terhadap nilai multikultural lebih terbuka.