This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GLOKALISASI SPASIO-TEMPORAL DALAM AGAMA ALUK TO DOLO OLEH AGAMA KRISTEN DI TORAJA Stanislaus Sandarupa
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.382 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5677

Abstract

Penelitian ini membahas proses glokalisasi dalam agama Aluk To Dolo yang dilakukan oleh penganutKristen Toraja untuk diintegrasikan ke dalam agama barunya. Pengumpulan data memakai metode etnografi yaituparticipant observation dengan teknik perekaman, video, dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan di Torajainduk seperti Makale, Mengkendek dan Sangngalla’ dan di Toraja utara dengan memusatkan penelitian padatiga kasus, yaitu pada pranata tongkonan, sistem ritual dan seni patung. Proses glokalisasi dalam ketiga kasus itumemperlihatkan persamaan dan perbedaannya. Penganalisisan data dilakukan dengan interpreasi langsung yangdigabung dengan analisis narasi.Konsep dualistis agama Aluk To Dolo yang berkonflik dengan konsep monoteismeKristen melatarbelakangi proses glokalisasi dalam ketiga kasus yaitu pranata tongkonan, sistim ritual, dan senipatung. Monoteisme merupakan kriteria utama dalam mengevaluasi Aluk To Dolo. Akibatnya banyak praktikritual yang dihapuskan. Dalam hal itu agama Kristen global bersifat hegemonik. Namun masyarakat lokal Kristenmemakai strategi untuk mempertahankan unsur lokal agamanya. Masyarakat mempunyai kejeniusan lokal untukmembangun keharmonisan kedua elemen budaya yang direkayasa pada dialektika spasio-temporal. Berdasarkantemuan itu disimpulkan bahwa globalisasi tidak selalu hegemonik pada agama lokal. Masyarakat Kristen setempatmempunyai kearifan lokal dalam membangun keharmonisan kedua elemen yang berpusat pada ekstensi spasiotemporal.Kata kunci: dialogisme, glokalisasi budaya, spasio-temporal, Kristen dan Aluk To Dolo
KEBUDAYAAN TORAJA MODAL BANGSA, MILIK DUNIA Stanislaus Sandarupa
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.97 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5678

Abstract

Kebudayaan Toraja menduduki posisi strategis baik di Indonesia maupun di dunia karena ia mengandungsejumlah kearifan lokal yang menjadi modal bangsa dan nilai-nilai universal yang dapat diklaim dunia sebagaimiliknya. Makalah ini akan membahas budaya Toraja dalam perspektif antropologi 1) sistem pengetahuan dankepercayaan tentang kebudayaan Toraja tallu lolona 2) Perubahan-perubahan kebudayaan Toraja karena arusglobalisasi dan 3) pengelolaan budaya TorajaKata Kunci:KebudayaanToraja, Modal Bangsa, MilikDunia