Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKASI PROGRAM DANA DESA TERHADAP KOHESI SOSIAL DI DESA TAMALATE KABUPATEN TAKALAR Muhammad Faisal
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.608 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.16070

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implikasi pelaksanaan program dana desa terhadap kohesi sosial. Pelaksanaan program dana desa menjadi penting untuk dianalisis karena kehadirannya adalah untuk memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan.Jenis penelitian ini adalah korelasional prediktif, non eksperimental. Data diperoleh melalui instrumen berupa kuesioner. Responden penelitian ini adalah 265 warga Desa Tamalate (198 laki-laki, 67 perempuan)yang diambil dengan teknik convenience sampling, insidental, dan secara purposif diupayakan agar responden dapat dijaring pada setiap RW dari 10 RW di Desa Tamalate dan berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji regresi linear satu variabel independen dan dengan bantuan Program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program dana desa berimplikasi positif dan siginifikan terhadap kohesi sosial masyarakat. Dari persamaan regresi linear diperoleh informasi bahwa pelaksanaan program dana desa berkontribusi sebesar 0,539 terhadap kohesi sosial. Nilai R Square sebesar 0,300 yang menjelaskan bahwa sebanyak 30% variasi yang berbeda dari kohesi sosial ditentukan oleh pelaksanaan program dana desa pada taraf signifikansi = 0,05. Kohesi sosial tercipta seiring dengan munculnya rasa suka diantara anggota masyarakat dan interaksi yang terjadi didominasi kerjasama serta mempunyai tujuan yang terkait satu dengan lainnya. 
MODAL SOSIAL USAHAWAN PENDATANG DI KABUPATEN TAKALAR PROVINSI SULAWESI SELATAN Muhammad Faisal
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.115 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.10331

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan ilmiah tentang nilai dan norma yang dianut dibalik modal sosial usahawan pendatang di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan usahawan pendatang sebagai informan. Secara kualitatif hasil penelitian ini menjelaskkan bahwa bagi usahawan pendatang Bugis, budaya siri’, pesan leluhur, agama, dan pengejaran status sosial telah menjadi spirit utama mereka dalam bekerja. Usahawan pendatang Bali memulai usahanya dengan konsep menanam budi yaitu memperbaiki hubungan baik dengan sesama manusia menjadi sumber motivasi utama dalam berusaha. Menanam budi terhadap sesama manusia, alam, dan Tuhan adalah sumber spirit mereka dalam berusaha karena menganggap bahwa usaha adalah karma. Pada usahawan pendatang Jawa dengan sikap tradisionalnya dalam berusaha didasari oleh keyakinannya bahwa orang harus hidup dalam persekutuan mesra dengan alam dan mengutamakan keselarasan dan kesabaran. Usahawan pendatang Cina, kepercayaan terhadap leluhur dan keyakinannya bahwa kalau usaha dikelola dengan sungguh-sungguh akan berhasil menjadi spirit mereka dalam berusaha. Usahawan pendatang Jawa, Cina, Bali dan Bugis,  mereka memiliki unsur-unsur modal sosial seperti saling percaya, hubungan timbal-balik, dan jaringan kerja yang luas. 
Model Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Perkotaan: Studi pada Rumah Tangga Berpenghasilan Rendah di Makassar: Empowerment Model for the Poor Communities in Urban Areas: A Study on Low-Income Households in Makassar Muhammad Faisal
Society Vol 8 No 2 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i2.180

Abstract

Efforts to empower the poor communities in urban areas are still very urgent at this time. Although the number of poor communities in urban areas is decreasing, the rate is not significant. Empowerment needs to place poor urban as the main actors and the government as facilitators and motivators. This research aims to provide a scientific description of the causes of poverty and the empowerment model for the poor urban in Makassar city, South Sulawesi Province, Indonesia. The research method used is qualitative with a narrative strategy. The research participantss were as many as five low-income households in an urban area. The data collection technique used in-depth interviews with participants. Field observations were also made related to participants' social life and literature studies to strengthen the interview and observation data. Data analysis takes three ways: data reduction, data display, and verification/conclusion drawing. The result showed three factors that cause urban poverty: natural, cultural, and structural. The empowerment model was implemented by understanding the problems encountered, developing problem-solving strategies, understanding the importance of making planned changes, and strengthening the urban poor's capacity.