Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMISKINAN DI PERDESAAN DALAM TINJAUAN MORFOLOGI SOSIAL (Studi Kasus Kemiskinan di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso Jawa Timur) Dhanny Septimawan Sutopo
Sosiohumaniora Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.589 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i3.10305

Abstract

Dalam penelitian secara khusus akan mempelajari tantang hubungan kondisi ekologis suatu daerah perdesaan dengan kondisi warga masyarakatnya dengan meletakkannya dalam bingkai kemiskinan yang melanda desa ini sejak dulu hingga sekarang ini. Dengan mengambil kasus di Desa Sumber Salak Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap studi-studi kemiskinan di wilayah Jawa Timur. Mengingat bahwa pekerjaan besar bangsa Indonesia ini adalah masalah pengentasan kemiskinan, maka melalui studi ini pula dapat memberikan gambaran mendasar bagaimana sebenarnya sebuah kasus kemiskinan banyak terjadi di desa-desa – yang mana dalam penelitian ini mengambil satu kasus desa di Jawa Timur.            Penelitian ini merupakan upaya peneliti untuk dapat mempelajari aspek kemiskinan di perdesaan secara mendalam dan holistik. Untuk itu sentuhan metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi yang mana memiliki karakter kuat untuk mendapatkan apa yang disebut Clifford Geertz dengan thick description.Penelitian ini berupaya untuk memahami bagaimana sebenarnya kemiskinan yang banyak terjadi di wilayah perdesaan dapat terjadi hingga ini, apa sebenarnya faktor atau penyebab mendasarnya, serta bagaimana [tanpa  disadari] kemiskinan ini dapat “terpelihara” lama sedemian rupa. Hal-hal tersebut itulah yang menjadi dasar pertanyaan yang akan mendorong pelaksanaan penelitian ini untuk mendapatkan penjelasan-penjelasannya yang dirangkai dalam tinjauan sosio-antropologis.            Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan demikian ini disebabkan karena beberapa hal mendasar, yaitu: (1) mayoritas warga sebagai petani memiliki derajat ketergantungan yang tinggi terhadap tanah yang menjadi sumber penghidupan mereka di bidang pertanian, (2) dalam hal produksi ruang  pertanian yang sangat bergantung pada iklim, (3) tingkat hasil produksinya tidak cukup memberikan keuntungan bagi pemenuhan kebutuhan hidup mayoritas warga sebagai buruh petani karena ketiadaan kepemilikan lahan pertanian – dimana lahan secara terbatas hanya dimiliki oleh segelintir warga, dan (4) ketergantungan mayoritas warga terhadap pemilik lahan menjadikan struktur sosial yang erat kaitannya dengan lahan, sehingga tercipta kemiskinan sebagai bentuk morfologi sosial. 
Managing Diversity as A Foundation of Religious Tolerance: A Study in Sidoasri Village, The Regency of Malang Dhanny Septimawan Sutopo
Humaniora Vol. 7 No. 4 (2016): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v7i4.3598

Abstract

Amongst other things, Indonesian history was rife with religious conflicts. Religious differences had thus far been factored in the causes of intolerance amongst believers of different religions. This study examined how religious tolerance that was established in Sidoasri village where Christians and Muslims were living together. This research used a qualitative descriptive method, where it would describe and explain data from the subject research on the form of religious tolerance in Sidoasri village. The results of this research show that religious tolerance is always built through the long process by way of mediating various past conflicts. Religious dogma has never been a cause of intolerance. Social, cultural, political, and economic factors are decisive in founding religious tolerance. 
The Role of Local Cultural Traditions in Strengthening Community Identity: A Case Study of Village Rituals Dhanny Septimawan Sutopo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4123

Abstract

This study explores the significant role that local cultural traditions, particularly village rituals, play in strengthening community identity in an era of rapid globalization and cultural homogenization. Through a qualitative descriptive methodology utilizing library research, this research examines how traditional ceremonies and customs serve as essential mechanisms for preserving cultural heritage, fostering social cohesion, and reinforcing collective identity among community members. The study analyzes various dimensions of village rituals, including their historical evolution, symbolic significance, social functions, and contemporary adaptations. Findings indicate that village rituals operate as powerful instruments of cultural preservation and identity formation by creating shared experiences, reinforcing value systems, establishing intergenerational connections, and adapting to changing socio-economic conditions while maintaining their core cultural essence. This research contributes to our understanding of how local traditions can be sustained and leveraged as vital resources for community resilience and cultural distinctiveness in the face of modernizing influences. Keywords: Cultural traditions, community identity, village rituals, cultural preservation, social cohesion, collective memory, intergenerational transmission, cultural adaptation