AbstrakKebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang terjadi di bulan April-Mei 2020 memengaruhi keberlangsungan proses pembelajaran yang mengharuskan diterapkannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi menjaga kesehatan, keamanan, dan menghindari kerumunan. Hingga saat ini, kebijakan tersebut berubah menjadi PPKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4 yang berlaku dari tanggal 3 Juli-25 Juli 2021. Penulisan artikel ini ditujukan untuk mengkaji inovasi pembelajaran Al-Qur’an seperti apa yang harus dilakukan guna menyelenggarakan proses pembelajaran yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun hasil pembahasannya meliputi, 1) Inovasi pembelajaran Al-Qur’an pada masa pandemi menggunakan model pembelajaran hybrid learning dan blended learning. 2) Sistematika pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara full online dengan presentase sebesar 75% dan 25% tatap muka. 3) Kendala-kendala yang sering terjadi yaitu kendala teknis, motivasi belajar anak, model dan metode pembelajaran yang tepat, peran orang tua. AbstractThe Large-Scale Social Restrictions (PSBB) that occurred in April-May 2020 affected the continuity of the learning process that implemented the Distance Learning (PJJ) policy in order to maintain health, safety, and avoid prohibitions. Currently, the policy has changed to PPKM (Restrictions on Community Activities) Level 4 which is effective from July 3 to July 25, 2021. The research method used is a qualitative method with descriptive type. The results of the discussion include 1) Al-Qur'an learning innovation during the pandemic using hybrid learning and blended learning models. 2) The systematics of learning the Qur'an is done in full online with a percentage of 75% and 25% face-to-face. 3) Constraints that often occur are technical constraints, children's learning motivation, appropriate learning models and methods, the role of parents.