Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : ENSAINS JOURNAL

ELEMEN PEMBENTUK RUANG TERBUKA PUBLIK ALUN-ALUN KOTA BANDUNG Gema Ramadhan; Gina Nurzuraida; Heru Wibowo; Karto Wijaya
ENSAINS JOURNAL Vol 1, No 1 (2018): ENSAINS Journal Mei 2018
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v1i1.57

Abstract

Alun-alun merupakan salah satu ruang publik bersejarah yang terus mengalami perubahan seiring waktu dan kebudayaan manusia yang terus berkembang. Sebagai bentuk dari ruang publik, perubahan yang terjadi pada alun-alun tak dapat dilepaskan dari peran institusi pemerintahan dan kebijakan yang diambilnya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kontrol terhadap kota dan ruang-ruang publiknya. Hal ini tidak lepas dari adanya pengaruh elemen pembentuk ruang yang merubah bentuk dan fungsi yang baru sesuai dengan kaidah elemen ruang terbuka publik.
FUNGSI LINGKUNGAN TERBANGUN DI KAWASAN CIBADUYUT SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KREATIF SENTRA SEPATU DI KOTA BANDUNG Sufrin Sarman; Karto Wijaya; Rahy R. Soekardi; Raksa Maulana Subki
ENSAINS JOURNAL Vol 2, No 2 (2019): ENSAINS Journal Mei 2019
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v2i2.245

Abstract

Abstract: The Cibaduyut area is one of the largest industrial sectors of leather shoes and shopping tourism in the city of Bandung. The creative sector of leather shoes industry, Cibaduyut is also a supporting sector for Bandung's economy. However, if viewed from the point of view of City Architecture, the Cibaduyut area is not only a tourist area for shopping for leather shoes, but also can be a supporting sector for the progress of Cibaduyut and Bandung City communities. Because the Cibadunyut area has characteristics or characteristics that can support the progress of the Cibaduyut community and the city of Bandung. This research is a qualitative descriptive study using a qualitative approach that aims to provide an overview of the facts and phenomena that occur in the field. The function of the environment is built in the cibaduyut area as a regional identity. Cibaduyut has a character, which arises from the habits of the people themselves and develops, and becomes a characteristic of the Cibaduyut likungan area. The entire Cibaduyut area sells leather shoes based on Home industry, to improve the quality of its economy.Keywords: Identity, Built Environment Function in Cibaduyut Area.Abstrak: Kawasan cibaduyut merupakan salah satu sektor industri pengrajin sepatu kulit dan wisata belanja terbesar di kota Bandung. Sektor industri kreatif sepatu kulit, Cibaduyut juga menjadi sektor pendukung pendapatan perekonomian kota bandung. Namun jika dilihat dari sudut pandang Arsitektur Kota, kawasan Cibaduyut bukan hanya sebagai kawasan wisata belanja sepatu kulit saja, namun juga bisa menjadi sektor pendukung kemajuan masyarakat Cibaduyut dan Kota Bandung. Di karenakan Kawasan Cibadunyut mepunyai krakteristik atau ciri khas yang dapat mendukung kemajuan masyarakat Cibaduyut dan Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fakta dan fenomena yang terjadi di lapangan. Fungsi lingkungan terbangun di kawasan cibaduyut sebagai identitas kawasan. Cibaduyut mempunyai karakter, yang timbul dari kebiasaan masyarakatnya itu sendiri dan berkembang, dan menjadi suatuh ciri khas kawasan likungan Cibaduyut. Kawasan Cibaduyut hampir keseluruhan masyarakatnya menjual sepatu kulit yang berbasis Home industry, untuk meningkatkan kualitas perokonomiannya.  Kata Kunci: Identitas, Fungsi Lingkungan Terbangun Di Kawasan Cibaduyut.
IDENTIFIKASI JALUR PEDESTRIAN DI SEPANJANG KORIDOR JALAN CIBADAK KOTA BANDUNG Haris Hardiansyah; Karto Wijaya; Yudi Ariyanto; Yusuf Septian; Rochmanijar Setiady
ENSAINS JOURNAL Vol 2, No 3 (2019): ENSAINS Journal September 2019
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.818 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v2i3.297

Abstract

Abstract:. Along the street, Cibadak is lined with shops that sell various kinds of needs, ranging from kitchen needs, shop needs, bathroom needs, paper needs, baby clothes needs, school supplies, children's toys, plastic, office stationery and even knick-knacks for the wedding ceremony there. If Cibadak Road wants to be a central trade tool - equipment needs, there must be a change in the arrangement of the road corridor so that visitors feel comfortable to walk in the pedestrian area. while the structuring target is on pedestrian arrangement and parking area on the road. why is this because the Cibadak road area has always been a shopping center for necessities, and this is the potential for a city to increase revenue in the micro business sector, this arrangement aims to apply the pedestrian mall concept principle, then the pedestrian mall type that can be applied to The Cibadak road area is a full pedestrian mall type. The application of the full pedestrian mall is focused on improving and improving the identity and quality of the Road Area through Pedestrian rearrangement and parking areas.Keyword: Pedestrian, corridor, land useAbstrak: Di sepanjang jalan Cibadak ini berjajar toko-toko yang menjual berbagai macam kebutuhan, mulai dari kebutuhan dapur, kebutuhan warung, kebutuhan kamar mandi, kebutuhan kertas, kebutuhan pakaian bayi, perlengkapan sekolah, mainan anak, plastik, alat tulis kantor dan bahkan pernak-pernik untuk seserahan pernikahan ada di sana. Jika Jalan Cibadak Ingin Menjadi sentral perdangangan alat - alat kebutuhan maka haruslah ada perubahan pada penataan koridor jalan supaya pengunjung merasa nyaman untuk berjalan di area pedestrian. adapun sasaran penataan adalah pada penataan pedestrian dan area parkir pada jalan mengapa demikian karena area jalan cibadak sejak dulu memang menjadi pusat perbelanjaan alat - alat kebutuhan,dan ini adalah potensi bagi sebuah kota untuk meningkatkan pendapatan dalam bidang usaha mikro, penataan ini bertujuan untuk penerapan Prinsip konsep pedestrian mall, maka tipe pedestrian mall yang dapat diterapkan pada Area jalan cibadak adalah tipe full pedestrian mall. Penerapan full pedestrian mall ini Difokuskan pada perbaikan dan peningkatan identitas dan kualitas Area Jalan melalui penataan ulang Pedestrian dan area parkir.Kata Kunci: Pedestrian, Koridor, tata guna lahan
PENGELOLAAN KAWASAN PEMUKIMAN DAN KOMERSIAL PASIRKOJA BANDUNG Desta Rahayu Supriatna; Karto Wijaya; Rochmanijar Setiady; Purwadi Purwadi; Cevi M Taufik
ENSAINS JOURNAL Vol 2, No 1 (2019): ENSAINS Journal Januari 2019
Publisher : UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.31848/ensains.v2i1.183

Abstract

Abstract:. Regional area Pasirkoja is suburban in Bandung City which has existed netherland government before Indonesia independence which is part of area inhabited by the indigeneous people of Indonesia itself and by the Dutch company. With development of the time Pasirkoja has arrived by the chinese comunnity and also migrants from other regions that making region Pasirkoja Bandung City into diverse society. As time went Pasirkoja was limitated space an became narrow and densely populated. This research aims to provide data and phenomenal facts that happened in Region Pasirkoja Bandung City. The method use qualitative descriptived research. This research intented to describe phenomenon that exists that in in the field shape, activity, characteristic, change, relations, similarity,and differences phenomenon so in this study no manipulation was done just describe according to reality or condition of existing location.    Keyword: Regional Changes, Area DevelopmentAbstrak: Kawasan Daerah Pasirkoja adalah kawasan pemukiman di kota Bandung yang sudah ada sejak pada jaman pemerintahan Belanda sebelum Kemerdekaan Negara Indonesia yang sebagian daerahnya didiami oleh rakyat pribumi indonesia sendiri dan oleh masyarakat Belanda juga. Dengan berkembangnya seiring jaman daerah setelah era kemerdekaan daerah pasirkoja juga kedatangan masyarakat tionghoa dan juga banyak pendatang dari daerah lain dari pinggiran Kota Bandung yang mendiami Daerah tersebut sehingga daerah Pasirkoja Kota Bandung menjadi salah satu daerah dengan keberagaman penduduknya. Namun dengan seiring waktu dan jaman daerah pasirkoja dengan keterbatasaan ruang semakin sempit dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data dan fakta fenomena yang terjadi di daerah kawasan Pasirkoja Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada di lapangan seperti bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan fenomena sehingga dalam penelitian ini tidak dilakukan maniipulasi hanya menggambarkan sesuai kenyataan atau kondisi eksisting dillokasi.Kata Kunci : Perubahan Kawasan, Pengembangan Kawasan.