Titi Kalima
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Jl. Gunung Batu No.5, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Tumbuhan Obat pada Hutan Rawa Gambut Punggualas, Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah Denny Denny; Titi Kalima
Buletin Plasma Nutfah Vol 22, No 2 (2016): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v22n2.2016.p137-148

Abstract

Kalimantan Tengah memiliki keanekaragaman hutan rawa gambut yang berperan bagi gudang plasma nutfah khususnya tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status konservasi spesies tumbuhan obat, khususnya yang berhubungan dengan struktur dan komposisi serta keanekaragamannya. Pengumpulan data menggunakan metode jalur berpetak,  membuat 40 petak pengamatan berbagai tingkat pertumbuhan yang masing-masing berukuran 20 x 20 m,10 x 10 m, 5 x 5 m, dan 1 x 1 m dengan luas total 2,104 ha. Semua tumbuhan berbagai kelas diameter yang  berada  di  dalam  petak  pengamatan  dicatat,  diukur,  dan diidentifikasi.  Kondisi vegetasi tumbuhan obat dicirikan oleh tingkat kerapatan pohon dengan rata-rata 93,140 batang/ha dan luas bidang dasar 10,606 m2/ha, tiang 622,50 batang/ha dan luas bidang dasar 17,1606 m2/ha, pancang 5450 batang/ha dan luas bidang dasar 41,712 m2/ha, serta semai tingkat kerapatan 6975 batang/ha. Dalam seluruh petak pengamatan terdapat 56 spesies tumbuhan obat termasuk dalam 48 marga dan 30 famili. Berdasarkan indeks nilai penting spesies, maka Diospyros borneensis Hiern, Combretocarpus rotundus Dans, merupakan spesies yang paling dominan, diikuti tingkat semai Syzygium zeylanicum (L.) DC.  Nilai Indeks Keanekaragaman pada kisaran 1< H'≤ 3. Terdapat enam spesies tumbuhan obat yang dilindungi berdasarkan PP. 7/1999, tiga spesies kedalam CITES dan 15 spesies termasuk dalam daftar IUCN.
Karakterisasi Jenis Andalan Setempat Rotan di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah Titi Kalima; Diana Prameswari
Buletin Plasma Nutfah Vol 23, No 2 (2017): December
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v23n2.2017.p119-126

Abstract

Rotan alam di Provinsi Sulawesi sudah semakin berkurang akibat eksploitasi yang kurang terkendali dan banyak jenis rotan yang sudah hampir punah. Jenis tersebut laku di pasaran, namun tidak diimbangi dengan penanaman kembali. Berdasarkan hal tersebut, prioritas penelitian dan pengembangan jenis andalan setempat rotan sangat penting. Rotan merupakan jenis rotan unggulan, memiliki peluang pasar yang baik, dan dapat diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis tumbuhan andalan setempat rotan di Hutan Dolago Tanggunung, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei dan pengumpulan data. Hasil penelitian ditemukan empat spesies tumbuhan andalan setempat rotan, yaitu Daemonorops macroptera (Miq.) Beccari), D. robusta Warb. ex Beccari, D. lamprolepis Beccari, dan Calamus inops Beccari ex Heyne. Populasi empat spesies rotan di kawasan hutan ini jarang ditemukan. Dengan kondisi ini perlu tindakan pengembangan budi daya rotan melalui konservasi ex situ.