Yusi N. Andarini
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111 Jawa Barat, Indonesia Telepon: (0251) 8339793, 8337975 Fax: (0251) 8338820

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Plasma Nutfah Padi Gogo Berdasarkan Karakter Kuantitatif Perakaran Tanaman Yusi N. Andarini; Higa Afza; Lina Herlina; Sutoro Sutoro
Buletin Plasma Nutfah Vol 23, No 1 (2017): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v23n1.2017.p33-40

Abstract

Produktivitas padi gogo umumnya lebih rendah dibanding dengan padi sawah disebabkan oleh sifat fisik dan terbatasnya air dalam tanah serta karakteristik perakaran tanaman. Varietas padi gogo yang adaptif pada lingkungan lahan marginal dapat diperoleh melalui pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sistem perakaran plasma nutfah padi gogo melalui kemampuan perakarannya menembus lapisan keras dan untuk mengukur perakaran yang diduga berkaitan dengan adaptabilitasnya terhadap lingkungan kekeringan dan kepadatan tanah. Penelitian dilakukan di rumah kaca BB Biogen Bogor pada bulan Juli–Agustus 2015. Benih plasma nutfah 100 aksesi (varietas lokal) yang berasal dari provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTT, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, dan Banten ditanam pada pot dengan bagian dasar dilapisi dengan kombinasi campuran 60% parafin dan 40% vaselin yang setara dengan kekerasan 12 bar. Hasil penelitian menunjukkan pengelompokan plasma nutfah 100 varietas padi gogo dapat dikelompokkan berdasarkan varietas yang karakteristiknya jauh berbeda dengan yang lain, yaitu varietas Si Gambiri Etek asal Sumatra Utara, varietas Cikapundeng asal Banten, dan varietas Ketan Kasumba B asal Banten. Plasma nutfah yang memiliki karakteristik perakaran baik (bobot akar dan rasio akar tajuk yang tinggi) dapat digunakan sebagai tetua dalam program pemuliaan tanaman.