Buang Abdullah
Balai Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rejuvenasi dan Karakterisasi Plasma Nutfah Spesies Padi Liar Tintin Suhartini; Ida H. Somantri; Buang Abdullah
Buletin Plasma Nutfah Vol 9, No 1 (2003): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v9n1.2003.p16-25

Abstract

AbstractThe wild rice species have not been used intensivelly for breeding activities now a days. The spesies have important characters such as resistant to bph, BlB, tungro virus, blast, as will as biotic and abiotic stress tolerance. Some species have been used for tungro virus and bph tolerance of rice improvement. Reju-venation activities preserved seed viability and available seeds. The characterization of species were conducted to get the data and that would be documented on database. IABGRRI, Bogor has about 18 wild rice species with 84 accesion. There are O. nivara, O. rufipogon, O. glumaepatula, O. glaberima, O. barthii, O. granulata, O. longiglumis, O. eichingeri, O. ridleyi, O. minuta, O. malampuzhaensis, O. punctata, O. rhizomatis, O. australiensis, O. latifolia, O. officinalis, O. alta, and O. grandiglumis, with few seeds available. The specific characters of these species were shattering, for officinalis complex have small grain, grain colour were grey or black, red colour of aleuron, high plant and ratoon ability. The sativa complex commonly have grain size bigger than officinalis, grain colour were grey to black and brown to yellow. Some are indica type with awn, medium to high shattering. The seeds from this activity will be storaged in the cold room +10oC.AbstrakSpesies padi liar (Oryza sp.) saat ini belum banyak dimanfaatkan dalam program pemuliaan. Spesies ini diketahui memiliki sifat-sifat penting seperti ketahanan terhadap wereng coklat, hawar daun bakteri, virus tungro, penyakit blas, dan cekaman lingkungan. Sebagian kecil dari spesies padi liar sudah digunakan sebagai sumber gen ketahanan terhadap virus tungro dan wereng coklat dalam perakitan varietas padi. Rejuvenasi dilakukan untuk memelihara viabilitas dan ketersediaan benih. Selain rejuvenasi sifat-sifat penting, juga perlu dilakukan karakterisasi. Data yang diperoleh didokumentasi dan disimpan dalam database. Balitbiogen, Bogor memiliki koleksi 18 spesies padi liar dengan 84 nomor aksesi, antara lain O. nivara, O. rufipogon, O. glumaepatula, O. glaberima, O. barthii, O. granulata, O. longiglumis, O. eichingeri, O. ridleyi, O. minuta, O. malampuzhaensis, O. punctata, O. rhizomatis, O. australiensis, O. latifolia, O. officinalis, O. alta, dan O. grandiglumis, dengan jumlah benih sangat sedikit. Ciri-ciri padi liar yang menonjol adalah mudah rontok, umumnya berbulu, dan memiliki sifat dormansi yang lama. Spesies padi liar kompleks officinalis umumnya sangat mudah rontok, ukuran gabah kecil, bobot 1000 butir rata-rata <10 g, gabah berwarna abu-abu kehitaman, aleuron berwarna merah, tanaman umumnya tinggi, dan dapat diratun. Kompleks O. sativa umumnya memiliki gabah lebih besar dengan bobot 1000 butir rata-rata 10-24 g, warna gabah abu-abu kehitaman hingga kuning, sebagian cere, tingkat kerontokan sedang hingga tinggi. Benih hasil rejuvenasi disimpan di ruang penyimpanan dengan suhu +10oC.
Padi Liar Tetua Toleran Kekeringan Didi Suwardi; Buang Abdullah
Buletin Plasma Nutfah Vol 9, No 1 (2003): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v9n1.2003.p33-38

Abstract

AbstractDrought is one of the abiotic constraint in rice production, which occured during plant growth. Wild rice with drought tolerance charactes may be expected to contribute drought tolerance in modern rice varieties. The study was conducted in green house of Indonesian Agricultural Biotechnology and Genetic Resources Research Institute in DS 2002. About 87 wild rice accessions were treated in PEG 8000 solution and planted in pots experiment with wax-petrolatum layer as base of pots to identified osmotic potential and root penetration ability of seedlings. The experiment was arranged randomized block design with three replications. The result of the experiment showed that only two accession of Oryza glaberrima and O. nivara were sprouted in 32.5% conc. of PEG 8000 solution. Root penetration ability of the wild rice were recorded i.e. O. glumaepatula, O. glaberrima, O. nivara, O. punctata, and O. rufipogon. O. glaberrima 101297 is expected to be the one of the best wild rice accession for drought tolerant, beside its shortest maturity date and having good characters.AbstrakKekeringan merupakan kendala produksi padi dan dapat terjadi selama pertumbuhan tanaman. Padi liar yang mempunyai sifat toleran kekeringan diharapkan dapat dijadikan sebagai tetua dalam persilangan. Penelitian dilakukan di rumah kaca, Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (Balitbiogen), Bogor MK 2002, untuk mendapatkan aksesi padi liar toleran kekeringan melalui uji daya osmotik perkecambahan dan daya tembus akar. Sebanyak 87 aksesi padi liar dikecambahkan dalam larutan PEG 8000 untuk uji daya osmotik. Uji daya tembus akar menggunakan lapisan lilin campuran parafin dan vaselin dengan ketebalan lapisan 3 mm di bagian bawah media tumbuh. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil percobaan menunjukkan hanya dua aksesi padi liar Oryza glaberrima dan O. nivara yang mampu berkecambah pada larutan PEG 8000. Pada uji daya tembus akar diperoleh beberapa aksesi padi liar yang relatif sama daya tembusnya dengan IRAT 112, di antaranya O. glumaepatula, O. glaberrima, O. nivara, O. punctata, dan O. rufipogon. O. glaberrima 101297 memperlihatkan daya tembus yang hampir konsisten dari ketiga ulangan dengan penampilan tanaman pendek dan umur sangat genjah. O. glaberrima 101297 diharapkan dapat dijadikan tetua dalam program persilangan untuk perakitan padi toleran kekeringan dan umur genjah.