Sri Wahyuni
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Morfologi dan Pertumbuhan Bibit Lada Hasil Persilangan Sri Wahyuni; Rudi T. Setiono
Buletin Plasma Nutfah Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v11n2.2005.p60-64

Abstract

Pepper (Piper nigrum L.) is a dimorfic plant which has ototrop and plagiotrop climbing stem. The plant was propagated vegetatively. The use of one node cutting as a seedling was widely used because it was economical for planting material. The aim of this research was to observed seedling growth and morphological variation of several numbers of cros combination of pepper. The result showed that there were variation in growth and morphological of cuttings of each cros combination either from different parents or the same parents. The growth of cros combination from the same parents incline to have equal rate. The best growth of cuttings were cros combination of LH N2xBk(1), LH4.-5-5, and LH4-5L. AbstrakLada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman memanjat bersifat dimorfik, mempunyai dua macam sulur, yaitu sulur panjat yang bersifat ototrop dan sulur buah yang bersifat plagiotrop. Untuk keperluan perbanyakan tanaman digunakan setek. Penggunaan setek satu ruas telah banyak berkembang karena menghemat penggunaan bahan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan tumbuh dan keragaan morfologi bibit yang berasal dari setek satu ruas dari nomor-nomor tanaman hasil persilangan. Penelitian dilakukan di rumah atap Balittro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan keragaman morfologi bibit lada tanaman hasil persilangan beragam. Keragaman bukan hanya terjadi antarnomor persilangan dengan tetua yang berbeda, namun terjadi pula antarnomor persilangan dengan tetua yang sama. Kecepatan tumbuh dan jumlah ruas terbaik adalah nomor persilangan LH N2xBk(1), LH4.-5-5, dan LH4-5L. Nomor persilangan dengan tetua yang sama cenderung memiliki laju pertumbuhan yang sama pula.
Pengelompokan Kultivar Ketumbar Berdasar Sifat Morfologi Endang Hadipoentyanti; Sri Wahyuni
Buletin Plasma Nutfah Vol 10, No 1 (2004): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v10n1.2004.p32-36

Abstract

AbstractCoriander (Coriandrum sativum L.) is an annual crop, limitedly cultivated in the high land areas. Based on the fruit shape the plant could be groped into three types: globularsmall, globular-big, and ovoid. There were 13 accession numbers of coriander collected from production area in Indonesia or other countries. They were varied in fruit shape and some of morphological characters. To analyze the relationship among the accession based on morphological character, the plant was planted at Manoko, Lembang (1200 m asl). Morphological characters were observed from 10 plant and based on the resulted data, analysis of genetic resemblance were carried out using average taxonomic distance of dissimilarity with NTSYSpc-2.1. Results showed that the accession of coriander can be classified into four groups. The first group only consist of introduced cultivar from Japan, the second group consist of coriander collected from Sungaitarap, Padanglawas, Sumbar, Sungayang, Madiun, Irak, Thailand, and Mesir, where each introduced cultivar made an exclusive sub group. The third group are cultivar collected from Jember and Cipanas, while the fourth groups are cultivar collected from Kadipekso and Temanggung. Collected cultivars from nearby areas tended to belong to the same group.AbstrakAbstrakKetumbar (Coriandrum sativum L.) merupakan tanaman herba setahun, dan umumnya dibudidayakan secara terbatas di dataran tinggi. Berdasarkan bentuk buahnya, dapat dibedakan ke dalam tiga tipe, yaitu bentuk buah bulat kecil, bulat besar, dan lonjong. Hasil pengumpulan ketumbar dari beberapa sentra produksi maupun introduksi telah diperoleh sebanyak 13 nomor dengan penampakan buah yang bervariasi. Pada penelitian ini dilakukan pengelompokan koleksi ketumbar berdasarkan sifat morfologi. Benih ditanam di Manoko pada ketinggian tempat 1200 m dpl. Pengamatan morfologi dilakukan terhadap 10 tanaman contoh. Data morfologi dianalisis mengunakan metode jarak average taxonomic distance of dissimilarity dengan paket program NTSYSpc-2.1. Hasil analisis menunjukkan bahwa koleksi ketumbar terbagi ke dalam empat kelompok, yaitu kelompok I yang hanya terdiri atas kultivar asal Jepang. Kelompok II adalah kultivar asal Sungaitarap, Padanglawas, Sumbar, Sungayang, Irak, Thailand, Mesir, dan Madiun. Tiga kultivar introduksi membentuk subkelompok tersendiri. Kelompok III adalah kultivar asal Jember dan Cipanas, sedangkan kelompok IV adalah kultivar asal Kadipekso dan Temanggung. Kultivar yang dikoleksi dari daerah yang berdekatan cenderung membentuk kelompok yang sama