Carkum Carkum
Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi–Badan Tenaga Nuklir Nasional. Jl. Lebak Bulus Raya No. 49 Jakarta 12040, Indonesia Telp. (021) 7690709, Faks. (021) 7691607

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Produktivitas dan Kualitas Hasil Galur Padi Silangan Antarsubspesies Japonica-Indica Sobrizal Sobrizal; Carkum Carkum; Wijaya M. Indriatama; Aryanti Aryanti; Ita Dwimahyani
Buletin Plasma Nutfah Vol 24, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v24n1.2018.p19-30

Abstract

Pada pertengahan tahun 1980-an Indonesia berhasil mencapai swasembada beras, tetapi pertumbuhan produksi beras menurun sejak tahun 1990-an. Sempitnya keragaman genetik dari varietas-varietas padi yang sudah dilepas memberi kontribusi besar terhadap terjadinya pelandaian peningkatan potensi hasil padi pada beberapa dekade terakhir. Untuk mendapatkan keragaman genetik yang luas, telah dilakukan persilangan antarsubspesies yaitu Koshihikari (japonica) dengan IR36 (indica). Dari persilangan tersebutdiperoleh 3 galur murni yaitu KI 37, KI 238, dan KI 730 yang mempunyai potensi dan rerata hasil serta kualitas hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keunggulan galur-galur tersebut melalui uji adaptasi, uji ketahanan terhadap hama dan penyakit utama, serta uji kualitas hasil sebagai persyaratan dalam pelepasan varietas di Indonesia. Metode pengujian yang digunakan mengacu pada prosedur pelepasan varietas tanaman pangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian. Berdasarkan hasil pengujian terlihat bahwa rerata hasil gabah kering giling galur KI 730 mencapai 7,47 t/ha, secara nyata lebih tinggi dibanding rerata hasil Ciherang yang hanya 6,73 t/ha. Beras galur KI 730 berwarna bening, rendemen beras pecah kulit dan beras kepala mencapai 78,0 dan 91,01%, tekstur nasi lembut dan pulen dengan kadar amilosa 20,41%. Selain itu, galur KI 730 juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit utama dibanding galur lainnya yang diuji. Setelah melalui sidang pelepasan varietas tanaman pangan,galur KI 730 dilepas dengan nama Tropiko melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 710/Kpts/TP.030/12/2015. Varietas Tropiko tentu menjadi varietas alternatif bagi petani dalam rangka meningkatkan produksi beras nasional dan pendapatan petani.